Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Sistem Satu Arah 24 Jam Kampus (Masih) Bukan Solusi Kemacetan Jember, yang Ada Justru Nambah Masalah

Agus Miftahorrahman oleh Agus Miftahorrahman
29 Oktober 2023
A A
Sistem Satu Arah 24 Jam Kampus (Masih) Bukan Solusi Kemacetan Jember, yang Ada Justru Nambah Masalah

Sistem Satu Arah 24 Jam Kampus (Masih) Bukan Solusi Kemacetan Jember, yang Ada Justru Nambah Masalah (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kemacetan di daerah kampus Jember adalah kisah lama yang masih belum ditemukan solusinya hingga saat ini. Meski sudah ada beberapa upaya, mulai dari penggunaan kembali bundaran Mastrip hingga SSA 24 jam yang mulai diberlakukan mulai Sabtu (28/10/2023) masih belum menjadi solusi. 

Sesungguhnya, kampus-kampus besar di Jember dengan ribuan mahasiswa baru setiap tahun membawa banyak manfaat untuk perekonomian masyarakat yang berputar semakin cepat dengan hadirnya ribuan mahasiswa dari berbagai daerah. Namun, banyaknya mahasiswa itu juga membawa beban pikiran besar bernama kemacetan yang sampai saat ini belum ditemukan solusinya. 

ADVERTISEMENT

Untuk mencairkan kemacetan, khususnya di lingkungan kampus dengan lalu lintas yang luar biasa padat, dishub Jember melakukan uji coba sistem satu arah. Awalnya, saya rasa skema itu berhasil. Kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Jawa dan Kalimantan mulai terasa sedikit mencair berkat aturan satu arah selama 24 jam sehari. 

Kendati berhasil, pertanyaannya adalah, emang harus ya Sistem Satu Arah (SSA) diberlakukan 24 jam? Yakin nih mecahin masalah? Bukannya nambah masalah lainnya? 

Dear dishub dan pihak berwenang, mumpung masih tahapan ujicoba, berikut beberapa pertimbangan dan komentar saya yang kebetulan ngontrak di wilayah Mastrip, Jember. 

SSA 24 jam Jember masih bukan solusi, malah makin macet

Pertama, SSA ini saya rasa masih bukan solusi. Saya akan mulai dengan pertimbangan pribadi terlebih dahulu dan hal-hal yang saya rasakan tentang SSA 24 Jam. 

Sebenarnya, mirip seperti pengalihan lalu lintas dengan penggunaan bundaran Mastrip beberapa waktu silam yang juga masih bukan solusi untuk kemacetan Jember, SSA 24 jam saya nilai juga tidak berbeda jauh. 

Dengan skema satu jalur, jalanan memang jadi lebih luas. Dari satu ruas yang dipakai, kini jadi dua ruas. Tapi, rasanya tetep kayak macet lho. Kendaraan yang jadi tidak teratur malah bikin ruas jalan yang sebenarnya tambah luas nggak ada bedanya. Malahan, ruas jalan makin terasa sempit karena kendaraan yang makin nggak karuan. Mau nyebrang pun jadi susah. 

Baca Juga:

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Keindahan Pantai Nanggelan Jember Hanya Bisa Dinikmati oleh Mereka yang Rela Repot, Wisatawan Manja Minggir Dulu

Gara-gara SSA, orang mau nyebrang jadi susah karena lalu lintas yang nggak putus-putus karena berubah menjadi satu arah. Niatnya mau beli rokok satu batang di seberang jalan jadi susah luar biasa karena nyebrang jalan aja nggak bisa. Uangel men pokok e. 

Beli makan malam-malam harus muter jauh

Selanjutnya, masih dari penilaian pribadi. Berkat SSA 24 jam, saya yang kalo malem-malem tiba-tiba lapar dan mau cari makan harus muter jauh untuk bisa beli makan. 

Padahal lokasinya dekat dan tinggal nyebrang, tapi, berkat SSA 24 jam, saya harus muter 360 derajat menyusuri Jalan Mastrip, belok kanan ke Riau, kemudian belok kanan lagi ke Jalan Jawa, dilanjutkan perjalanan singkat di Jalan Kalimantan menikmati keindahan Double Way Unej sebelum belok kanan lagi untuk kembali ke Jalan Mastrip. Golek mangan neng Jember rumit tenan, Rek.

Padahal cuma mau jelasin perjalanan pulang beli makan, eh malah jadi sangat panjang karena SSA 24 jam. Keburu lapar lagi pas udah sampe di kontrakan sih. 

Arus kendaraan masuk ke perumahan

Ketiga, berkat SSA 24 jam di Jember, arus kendaraan yang biasanya terpusat di jalan-jalan sekitar kampus mulai pecah dan pindah ke perumahan. Mulai dari mobil hingga sepeda motor dengan knalpot nyaring bikin gendang telinga nggak nyaman masuk semua ke perumahan. 

Saya tidak mempermasalahkan ramai dan sakitnya gendang telinga knalpot brong mahasiswa. Cuma, di perumahan itu banyak anak-anak yang suka main di depan rumah sepulang sekolah. Apakah tidak berbahaya dengan banyak lalu lintas kendaraan yang masuk perumahan buat anak-anak yang sudah dari awal menjadikan halaman rumah sebagai tempat bermain? 

Kalo nyetirnya normal dan tahu tata krama dengan gas pelan mah aman. La wong banyak juga yang kayak orang balapan masuk ke perumahan. Iya, sekarang memang belum ada kejadian, dan semoga nggak sampe kejadian. 

Harga properti di Jember turun, warung di sisi kanan jalan jadi sepi

Selanjutnya, SSA 24 jam ini juga memengaruhi harga properti di Jember. Lho kok bisa? Ya bisa dong! Hal yang ditawarkan pemilik kos dan kontrakan adalah akses jalan yang mudah dan dekat dengan kampus. Bagi yang tinggal di Mastrip tentu tujuannya adalah agar dekat dengan kampus dan tinggal nyebrang ke Gerbang belakang Unej. Tapi, berkat SSA 24 jam, mahasiswa harus muter dulu sebelum bisa sampai di kampus. 

Kost dan kontrakan yang awalnya pakai jargon dekat dengan kampus dan tinggal nyebrang langsung ketar ketir sih. 

Selain itu, berkat SSA yang bikin pengguna jalan susah nyebrang juga memengaruhi pemasukan pemilik warung di sisi kanan jalan. Proses nyebrang yang jadi susah bikin banyak orang milih beralih ke warung-warung di sisi kiri agar tidak perlu nyebrang. Hasilnya, pemilik warung di sisi kanan jalan pemasukannya cukup terdampak sih. 

Dalam beberapa kali kesempatan saya cari makan, warung-warung di sisi kanan yang biasanya penuh dengan kendaraan dan pelanggan perlahan mulai sepi dan beralih ke warung di sisi kiri jalan. 

Melalui pertimbangan di atas, saya rasa Sistem SSA 24 jam yang hari ini sudah masuk hari keduanya masih bukan solusi atas kemacetan di Jember. Nambah masalah sih iya.

Penulis: Agus Miftahorrahman
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jalur Satu Arah Bukan Solusi Kemacetan Jember, Mindah Macet sih Iya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Oktober 2023 oleh

Tags: jalan satu arahjemberKemacetansolusiSSA
Agus Miftahorrahman

Agus Miftahorrahman

Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam. Menaruh perhatian atas isu-isu sosial, lingkungan, dan literasi. Setiap pekan menjaga bara semangat literasi melalui Perpustakaan Jalanan Besuki Membaca.

ArtikelTerkait

Unpopular Opinion: Jember Daerah yang Cocok untuk Slow Living di Jawa Timur Mojok.co

Unpopular Opinion: Jember Daerah yang Cocok untuk Slow Living di Jawa Timur

3 Desember 2024
Misteri Gunung Raung dan Kisah Seram Kerajaan Macan Putih

Misteri Gunung Raung dan Kisah Seram Kerajaan Macan Putih

2 Agustus 2022
Bondowoso Tidak Semaju Jember, tapi Lebih Nyaman untuk Ditinggali Mojok.co

Bondowoso Tidak Semaju Jember, tapi Lebih Nyaman untuk Ditinggali

11 Desember 2024
Jember Tidak Lebih Baik dari Bangkalan Madura, Kondisi Pendidikannya Juga Carut Marut Mojok.co

Jember Tidak Lebih Baik dari Bangkalan Madura, Kondisi Pendidikannya Juga Buruk

16 Februari 2024
3 Inovasi yang Bisa Dilakukan agar Geplak Depok Kembali Eksis Terminal Mojok

Surat Terbuka untuk Pemkot Depok: Warga Butuh Akses Jalan Nyaman, Bukan Trotoar Instagrammable dan Barcode Pohon!  

27 November 2022
4 Lampu APILL di Jogja yang Sebaiknya Dihindari

4 Lampu APILL di Jogja yang Sebaiknya Dihindari

16 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.