Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Sekarang Bukan Cuma Warga Nahdliyin yang Bisa Bercanda

Kristianto oleh Kristianto
23 Mei 2019
A A
nahdliyin garis lucu

nahdliyin garis lucu

Share on FacebookShare on Twitter

Dulu orang orang sering membandingkan NU dan Muhammadiyah secara ekstrem. Setelah kehadiran @NUgarislucu milik warga Nahdliyin dan @MuhammadiyahGL , perbedaan itu kita rayakan dengan kesenangan.

Hari ini media sosial telah menjadi public sphere (ruang publik) yang dapat diakses oleh siapa saja dan kapan saja, tentunya sepanjang mempunyai kuota internet atau terhubung wifi gratisan kampus maupun diam-diam hidupin wifi portable HP orang tua. Kalau boleh saya menggunakan bahasa yang ndakik-ndakik, public sphere dapat dipahami sebagai tempat berkumpulnya entitas publik untuk dapat berkumpul dan membahas isu-isu kepublikan.

ADVERTISEMENT

Sebagai sebuah ruang yang bebas, siapa saja dan kapan saja boleh membahas hal apa saja. Mulai hari persoalan politis sampai masalah agama semua boleh diperbincangkan. Hal tersebutlah yang sekiranya dalam beberapa tahun terakhir membuat saya merasa jengah dengan isi media yang itu-itu saja: politik, agama, dan keributan.

Perbedaan pandangan politik dan agama seolah menjadi kombinasi sempurna timbulnya keributan. Hal sepele dapat menjadi bertele-tele kalau sudah digoreng sana-sini seperti tempe. Seolah kalau beda itu maunya ribut saja.

Sebagai penggguna media sosial yang cukup aktif, terutama Instagram dan Twitter saya pun merasa kesal dengan keributan yang berseliweran di lini masa akun saya. Namun, di tengah kekesalan saya tersebut nampaknnya saya masih cukup bahagia karena hadirnya akun-akun media sosial yang memberikan saya senyuman lebar ketika saya membaca tulisannya. Hayo tebak akun apa itu?

Bukan, salah kalau jawabannya adalah akun-akun receh dan jokes-jokes motor itu. Justru yang membuat saya tertawa-tawa itu datang dari akun yang membahas persoalan keagamaan. Untunglah Twitter memiiki beberapa akun yang memberikan hal-hal yang lucu tentang agama kita bahkan hingga fanatisme kita atas keyakinan atau kepercayaan tertentu. Salah satu akun tersebut adalah NU Garis Lucu (@NUGarisLucu).

Akun NU Garis Lucu dapat saya katakan sebagai pioneer dalam kelucu-lucuan beragama. Bergabung di Twitter pada Maret 2015, akun itu kini sudah memiliki pengikut nyaris 240ribu biji. Memang tidak mengherankan hal yang demikian. Orang-orang Nahdliyin dari dulu memang sudah terkenal lucu-lucu dalam kehidupan sehari-harinya. Seolah-olah, akun ini hadir untuk mengingatkan kembali betapa selow dan humorisnya Gus Dur dan warga Nahdliyin lainnya.

Berselang tiga tahun kemudian barulah saudara tuanya—Muhammadiyah—memiliki pula akun garis lucu (@MuhammadiyahGL). Eh sebelum lanjut ada baiknya kalau baca dulu artikel tentang kelucuan NU dan ketidak lucuan Muhammadiyah di Mojok dan tulisan Mas Iqbal Aji Daryono tentang Muhammadiyah Garis Lucu.

Baca Juga:

Pengalaman Menyenangkan Saya Menjadi Anak dari Bapak NU dan Ibu Muhammadiyah

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah

Oke lanjoot, setelah adanya tulisan Mas Iqbal tersebut, sejalan kemudian ada orang Muhammadiyah yang merasa terpanggil bahwa kalau dipikir-pikir sisi lucunya Muhammadiyah itu ada juga, cuma jarang terekspos. Hingga hari ini Muhammadiyah Garis Lucu sudah memiliki pengikut berjumlah sekitar 38ribu. Setidaknya kehadirannya mampu memberikan warna baru dan menetralkan stigma warga Muhammadiyah itu serius-serius semua.

Kedua akun garis lucu yang merepresentasikan dua ormas islam terbesar di tanah air tersebut kini telah mampu menjadi cara baru dalam menebarkan dakwah dan kelucuan. Hampir setiap tweet yang mereka buat selalu dibalas satu sama lain. Melalui humor, mereka membicarakan perbedaan-perbedaan diantara mereka degan selow. Tak jarang pula ada saling sindir dengan saling mention masalah qunut, rukyat, tahlilan, rokok dan yang paling berbahaya serta fenomenal adalah masalah sego berkat.

Bagaimana tidak, persoalan sego itu soal perut, kalau sudah memasuki ranah perut itu orang gampang sensitif. Urusan agama juga demikian—orang menjadi gampang naik darah. Apalagi ini urusan sego berkat yang diperoleh dari acara kenduri keagamaan, bisa-bisa terjadi perebutan makanan ambyar. Tapi namanya garis lucu, persoalan-persoalan itu kemudian dilontarkan dengan candaan dan guyonan.

Dulu orang membedakan NU dan Muhammadiyah dengan begitu ekstrem, bahkan kalau tau berbeda saja bisa menimbulkan pertengkaran. Kecuali orang-orang dengan loyalitas rendah opportunis, yang ketika awal puasa ngikut NU, lebarannya ikut Muhammadiyah. Atau yang lebih opportunis lagi, salat Tarawih dengan jumlah rakaat Muhammadiyah tapi kecepatan NU. Haess telo tenan~

Sampai pada titik ini, saya kemudian betul-betul menyadari kalau nggak cuma NU, Muhammadiyah juga rupanya ada sisi lucunya. Maka dari itu harus kita serukan bersama bahwa sampaikan kebenaran meskipun itu lucu dan bagi warga Muhammadiyah ingat pesan-pesan sakral ini : berlucu-luculah di persyarikatan, jangan cari kelucuan di persyarikatan. Tapi maksude opo? Hambuh pikir dhewe~.

Bukan hanya menyebar di Muhammadiyah, virus-virus kelucuan ala Nahdliyin menjalar ke ormas-ormas dan kelompok masyarakat lain. Coba saja sekarang anda cari di Twitter dengan Keyword “Garis Lucu”, maka akan ketemu banyak akun-akun yang serupa. Mulai dari agama seperti KatholikGL, BuddhisGarisLucu, KongHucuGL, Salafi Garis Lucu hingga ke ranah politik seperti Cebong Garis Lucu, Kampret Garis Lucu, dan PKS Garis Lucu. Bahkan nih bahkan, Setan Garis Lucu pun ada. Memang zaman sudah aneh-aneh, setan pun terpengaruh kelucuan Nahdliyin dan mengikuti perkembangan teknologi.

Hadeuhh tan tan setan, malang bener nasibmu sekarang ini. Tugasmu kan untuk menggoda manusia, tapi sekarang kamu malah yang digoda manusia dengan dijadikan bahan guyonan dan menjadi wedhus ireng. :’)

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: Islam NusantaraMuhammadiyahNahdliyinNU Garis Lucu
Kristianto

Kristianto

Pemuda desa biasa, fans Liverpool.

ArtikelTerkait

Di Luar Berdebat, di Kampung Saya, NU dan Muhammadiyah Berhubungan Erat Sampai ke Kamar terminal mojok.co

Di Kampung Saya, Menyebut Nama Muhammadiyah Saja Dikira Aliran Sesat

2 Juni 2020
menganut lebih dari satu agama, mbel-Embel Garis Lucu dan Tahun-tahun yang Tidak Ramah Bagi Umat Beragama

Embel-Embel Garis Lucu dan Tahun yang Tidak Ramah Bagi Umat Beragama

14 Desember 2019

Jurusan Psikologi, Jurusan Kuliah Paling Banyak Diminati

6 Juni 2023
Tempat Duduk Saat Tahlilan Bisa Digunakan untuk Memetakan Status Sosial Seseorang terminal mojok.co

Kenapa Tidak Ada Orang dengan Gelar Habib di Muhammadiyah?

23 November 2020
Muhammadiyah Tarik Dana 15 Triliun dari BSI. Ada Apa? (Nyanews via Shutterstock.com)

Muhammadiyah Menarik Dana 15 Triliun dari BSI. Ada Apa Gerangan dan Bagaimana Menyikapinya?

12 Juni 2024
Alasan Saya Tetap Mau Jadi Dosen Muhammadiyah walau Tahu Hidupnya Bakal Susah Mojok.co

Alasan Saya Tetap Mau Jadi Dosen Muhammadiyah walau Tahu Hidupnya Bakal Susah

1 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat Mojok.co

Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat

27 Juli 2026
Jalan Alternatif Jogjakarta-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

2 Agustus 2026
Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung Mojok.co

Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung

3 Agustus 2026
Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di kampung  Mojok.co

Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di Jogja

27 Juli 2026
Jaga ikhtiar Bupati Klaten beresin borok PD BKK Klaten (Pexels)

Yang paling penting adalah jagain ikhtiar Bupati Hamenang menyelesaikan luka lama yang dibikin PD BKK Klaten

29 Juli 2026
5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.