7 Lagu The Script yang Bikin Galaumu Makin Paripurna

7 Lagu The Script yang Bikin Galaumu Makin Paripurna

7 Lagu The Script yang Bikin Galaumu Makin Paripurna (pixabay.com)

Mendengarkan lagu merupakan salah satu upaya pertahanan diri manusia saat sedang galau. Termasuk saya sendiri. Ada quote bagus yang sering saya temukan saat sedang mengeksplorasi kolom komentar lagu galau di YouTube, yang ternyata adalah quote buatan Frank Ocean. Bunyinya begini:  “When you’re happy, you enjoy the music but when you’re sad, you understand the lyrics.”

Ngomongin lagu dan galau, pastinya nggak bisa dipisahkan dari band yang suka merilis lagu-lagu dengan tema galau. Salah satunya adalah The Script yang memang kerap merilis lagu-lagu bertemakan kegalauan dan patah hati. Rasanya hampir dari kita semua sudah tidak asing dengan lagu “The Man Who Can’t Be Moved” yang dirilis oleh Band asal Irlandia ini pada 2008 yang lalu. Lagu yang dirilis pada album yang diberi nama “The Script” ini bahkan sukses menjadi salah satu mars lagu galau internasional. 

Selain “The Man Who Can’t Be Moved”, menurut saya masih ada tujuh lagu lainnya dari band The Script yang siap menemani masa galaumu. Lagu apa saja, yuk simak rekomendasi saya berikut. 

#1 Breakeven

“Breakeven” merupakan lagu yang dirilis oleh band asal Irlandia ini pada album pertama mereka yang bertajuk “The Script”.  Kalau dicermati, lagu ini bercerita tentang seseorang yang patah hati karena hubungannya harus kandas dan sayangnya belum bisa move on. Kegalauan dari lagu ini secara jelas dapat kita simak dari penggalan lirik berikut:

What am I supposed to do when the best part of me was always you?

And what am I supposed to say when I’m all choked up and you’re okay?

Berdasarkan lirik tersebut, sudah pasti lagu ini cocok didengarkan oleh kamu yang masih dilanda kegalauan karena berjuang untuk move on. 

#2 Nothing

Setelah “Breakeven”, lagu lainnya dari The Script yang bisa jadi teman galaumu adalah lagu yang berjudul “Nothing”. Lagu yang dirilis pada 2010 yang lalu ini bercerita tentang seorang yang masih berusaha memperjuangkan cinta dari pasangannya. Namun setiap kali Ia berusaha menghubungi pasangannya, ia tidak pernah mendapatkan jawaban apa-apa.

She said nothing

Oh I wanted words but all I heard was nothing

Oh I got nothing

Nothing

I got nothing

Nothing

Oh I wanted words but all I heard was nothing

Sama seperti “Breakeven”, buat kamu yang masih belum move on, lagu ini juga cocok menjadi teman dalam mengisi masa-masa kelammu. 

#3 If You Ever Comeback

Lagu selanjutnya dari The Script yang bisa menemani masa galaumu adalah lagu yang berjudul “If You Ever Comeback”. Lagu yang dirilis dalam album Science & Faith ini dapat dimaknai sebagai cerita orang yang ditinggalkan oleh pasangannya dan mengharapkan pasangannya untuk kembali. 

I’ll leave the door on the latch

If you ever come back, if you ever come back

There’ll be a light in the hall and a key under the mat

If you ever come back

Lagu ini cocok kalau kamu sedang mengharapkan seseorang untuk kembali. Tapi, percayalah, terkadang yang pergi memang ditakdirkan untuk pergi.

#4 Six Degrees Of Separation

“Six Degrees Of Separation” merupakan lagu milik The Script yang dirilis pada 2012. Lagu  yang termasuk dalam album #3 ini bercerita tentang fase yang harus dilalui oleh seorang yang sedang patah hati. Fase-fase tersebut terdapat pada potongan lirik lagu ini. 

First, you think the worst is a broken heart

What’s gonna kill you is the second part

And the third, is when your world splits down the middle

And fourth, you’re gonna think that you fixed yourself

Fifth, you see them out with someone else

And the sixth, is when you admit that you may have f***ed up a little

Kira-kira kalau kamu sudah ada di fase mana?

#5 No Good In Goodbye

The Script memang salah satu maestro dalam membuat lagu galau. Mereka seolah tidak pernah kehabisan ide untuk merilis lagu yang bertemakan patah hati. Kali ini lagu galau mereka berjudul “No Good In Goodbye” yang dirilis 2014 lalu. Menurut saya, lagu yang bercerita tentang seorang yang tidak siap untuk patah hati ini juga merupakan salah satu lagu dari The Script yang liriknya paling puitis. 

Where’s the good in goodbye?

Where’s the nice in nice try?

Where’s the us in trust gone?

Where’s the soul in soldier on?

Dan jujur saja, saya setuju dengan lirik tersebut. Lho kok menetes air mata ini.

#6 Before The Worst

Kalau kamu sedang galau karena ingin balikan dengan mantan, lagu “Before The Worst” yang dirilis The Script pada 2008 silam ini cocok untuk menjadi temanmu dalam masa kegalauan. 

Before the worst

Before we met

Before our hearts decide

It’s time to love again

Before today

Before too long

Let’s try and take it back 

Before it all went wrong

Gimana, sudah lebih baikan atau malah makin galau untuk balikan?

#7 If You Could See Me Now

Berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya, “If You Could See Me Now” tak spesifik tentang perpisahan antara dua sejoli. Lagu ini menceritakan bagaimana seorang anak bertanya-tanya tentang reaksi dari orang tuanya setelah semua hal Ia lalui dan capai. Tapi, lagu ini pun pas untuk situasi perpisahan yang lain.

Galaunya lagu ini dapat dilihat dari potongan liriknya yaitu sebagai berikut:

I still look for your face in the crowd

Oh if you could see me now

Would you stand in disgrace or take a bow

Oh if you could see me now

Dari lagu ini kita juga disadarkan bahwa hidup hanya sementara dan waktu-waktu bersama orang tersayang sangatlah berharga. 

Itulah tadi lagu-lagu dari The Script yang dapat menemani kamu yang sedang galau. Memang sih, lagu-lagu ini nggak bisa secara instan mengubah kegalauan kamu. Tapi minimal dengan dengerin lagu-lagu ini, kamu jadi punya teman untuk bergalau ria.

Atau justru rasa sakitmu makin menjadi. Well, perihal cinta, kita semua pemula bukan?

Kalau kamu punya saran lagu galau lainnya dari The Script, langsung tulis di bawah ya!

Penulis: Surya Dharma
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Exit mobile version