4 Tips agar Mayit Tidak Depresi dan Cepat Beradaptasi di Alam Kubur

4 Tips agar Mayit Tidak Depresi dan Cepat Beradaptasi di Alam Kubur

4 Tips agar Mayit Tidak Depresi dan Cepat Beradaptasi di Alam Kubur (Pixabay.com)

Mayit yang ada di alam kubur pun butuh ketenangan. Dalam artikel ini, akan saya beri beberapa cara agar mereka tenang dan bisa beradaptasi

Kita hanya punya dua pilihan, ditinggalkan atau meninggalkan. Tidak hanya yang ditinggalkan yang bisa merasakan kesusahan, kesedihan, bahkan depresi, yang meninggalkan pun demikian. Bahkan, yang dirasakan akan jauh lebih susah daripada kita yang ditinggalkan. Kita masih enak, masih banyak bertemu dengan orang di sekitar kita peluk dikala butuh tempat untuk meluapkan kesedihan.

Lain halnya dengan mereka yang meninggalkan. Mereka akan meninggalkan semuanya tanpa mengajak siapapun bahkan istri dan anak-anaknya. Ya, mereka benar-benar sendiri di tempat yang benar-benar gelap, sunyi, dan sepi tanpa bisa meluapkan hal baru yang dia rasakan kepada siapapun. Padahal perpindahan alam dari dunia ke akhirat itu tidak semudah itu.

Sama persis seperti di alam dunia, yang namanya pindah tempat itu pasti butuh penyesuaian. Kita akan mengalami masa-masa sulit pada awal pindah. Mulai dari tempat yang kurang nyaman atau dari kondisi sosial masyarakatnya yang berbeda dengan tempat tinggal kita sebelumnya. Di mana pun itu, kita harus bisa beradaptasi dengan keadaan. Bahkan, di alam kubur sekalipun kita harus bisa beradaptasi.

Bagaimana rasanya pindah alam? Jelas, perbedaan kondisi alam antara alam dunia dan alam kubur membuat mayit sulit untuk beradaptasi. Masa-masa paling sulit yang dialami oleh mayit adalah pada saat dia dikuburkan. Terutama di jam yang sama selama 40 hari. Bagi kita, di dunia masih enak. Tidak kerasan di salah satu tempat bisa pindah lagi. Mereka yang berada di alam kubur sudah tidak bisa melakukan apa-apa meskipun hanya sekadar mengatur posisi agar tidurnya enak.

Terdapat beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka cepat beradaptasi dengan alam barunya. Bukan dengan mendengar keluh kesahnya, melainkan dengan cara seperti sebagai berikut:

Bacakan Surat Yasin sebanyak tiga kali setiap hari selama 40 hari

Saya nggak bercanda. Surat ini, bisa bikin mayit tak depresi dan cepat beradaptasi. Yang belum diketahui orang hanya, pastikan selalu baca surat Yasin di jam yang sama, setiap hari, selama 40 hari.

Surat Yasin adalah surat yang ampuh untuk mengatasi semua permasalahan. Yasin memang identik dengan orang yang meninggal. Caranya adalah dengan datang langsung ke pemakaman lalu duduk di sebeleah barat makam dengan menghadap ke timur kemudian bacakan surat Al-Fatihah tujukan untuk Kanjeng Nabi (tawassul) dan mayit yang ingin dituju. Lanjutkan dengan membaca surat Yasin sebanyak tiga kali dan tutup dengan do’a agar mayit diampuni dosanya dan dilapangkan kuburnya. Dengan demikian kita akan membantunya di alam kubur agar cepat bisa beradaptasi dengan kondisi.

Bacakan Fida’

Bacaan fida’ ada dua macam. Salah satunya yang sering dipakai adalah membaca surat Al-Ikhlas atau Qulhu sebanyak 100.000 kali. Hal ini sering dilakukan oleh warga desa. Mereka meyakini sesuai dengan keterangan dari guru mereka, membaca fida’ akan membebaskan mayit dari siksa kubur.

Fida’ dibaca bersama-sama agar bisa mencapai jumlah yang diinginkan. Pembacaan fida’ biasa dilakukan 7 hari setelah isya dilakukan bersama warga sekitar. Caranya hampir sama dengan cara baca surat Yasin, yakni diawali dengan tawasul kemudian fida’ dan diakhiri dengan do’a.

Bacakan Tahlil

Berbeda dengan bacaan fida’. Kalau tahlil biasanya dilakukan ketika 40 hari, 100 hari atau dalam budaya Jawa namanya pendak 1, 200 hari atau pendak 2, dan 1000 hari (sewon-sewon) setelah kematian. Karena bacaannya cukup panjang, kalian bisa cari di google dengan kata kunci “bacaan tahlil”. Sama seperti fida’ dan Yasin, tawassul dan doa tidak boleh tertinggal untuk mendoakan mayit. Tawassul itu sangat penting sebagai katrol untuk melangitkan do’a agar sampai tujuan dengan selamat.

Bawakan bunga

Tidak hanya orang yang masih hidup suka dibawakan bunga, mayit pun demikian. Filosofinya langsung dari kanjeng Nabi. Ceritanya, dulu Ketika kanjeng Nabi melewati salah satu pemakaman, Beliau mendengarkan suara jeritan tangisan dari dalam kubur. Seketika Nabi mengambil pelepah kurma lalu di letakkan di atas kubur tersebut. Tak lama kemudian jeritan tangisan yang tadi terdengar berangsur-angsur mereda. Karena di Indonesia tidak ada pelepah kurma, orang Indonesia menggantinya dengan bunga.

Itulah beberapa tips yang bisa kita lakukan ketika kita bingung apa yang harus kita lakukan ketika ditinggalkan oleh orang tersayang. Daripada sedih berkepanjangan lebih baik lakukan sesuatu yang bisa membantu mereka cepat beradaptasi di alam kubur.

Penulis: Maulidya Fajrin
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tipe-tipe Orang yang Hadir dalam Tahlilan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version