Informasi
ADVERTISEMENT

4 Tipe Mahasiswa yang Sebaiknya Nggak Kuliah di UIN

4 Tipe Mahasiswa yang Sebaiknya Nggak Kuliah di UIN (uin-suka.ac.id)

#2 Mahasiswa UIN langsung dianggap ahli agama

Menurut saya, beban mahasiswa kampus pendidikan macam UNY, UNESA, dan UNNES itu nggak seberapa. Mereka hanya punya beban dianggap sebagai guru atau calon guru. Jelas jauh lebih berat beban mahasiswa UIN, yang selalu dianggap ahli agama.

“Emang apa beban dianggap ahli agama, Bang?”

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ya banyak toh. Ketika KKN, mahasiswa UIN seolah-olah wajib mengajar ngaji, menjadi pembicara di pengajian ibu-ibu atau bapak-bapak sampai mengimami salat di masjid. Kalau nggak melakukan berbagai hal tersebut mesti disindir masyarakat.

Memang segitu kentalnya citra ahli agama yang melekat pada mahasiswa UIN di masyarakat. Padahal, banyak lho mahasiswa atau lulusan yang bukan ahli agama. Salah satunya saya sendiri.

#3 Suka menggunakan pakaian yang ketat

Di beberapa fakultas di UIN, ada semacam peraturan yang melarang mahasiswi menggunakan pakaian ketat. Bahkan, di fakultas lain yang nggak menerapkan peraturan tersebut, ada dosennya yang melarang mahasiswinya berpakaian ketat di kelasnya.

Iya saya tahu setiap orang bebas mau berpakaian apa saja. Tak terkecuali para mahasiswi yang menggunakan pakaian ketat. Akan tetapi, peraturan tertulis maupun tidak tersebut merupakan bentuk UIN yang menjunjung norma kesopanan.

UIN hanya melarang mahasiswinya berpakaian ketat di lingkungan kampus saja. Kalau di luar kampus mah bebas. Terserah mau pakai pakaian apa saja. Toh, para mahasiswa sudah pada dewasa, sudah bisa bertanggung jawab pada diri sendiri.

#4 Mahasiswa UIN wajib moderat

Asal kalian tahu mahasiswa di kampus ini wajib moderat. “Bang, bukannya mahasiswa UIN semuanya Islam ya? Kenapa harus moderat?” Memang mayoritas mahasiswa itu muslim. Fakta tersebut tak terbantahkan.

Tapi, meski agamanya sama, aliran atau ormasnya macam-macam. Ada yang NU, ada Muhammadiyah. Makanya, dengan beragam latar belakang tersebut, mahasiswa UIN itu wajib moderat.

Jika berhasil moderat dengan sesama muslim, saya yakin betul bisa moderat juga dengan orang di luar agamanya. Jadi, buat mahasiswa yang intoleran dan terbelakang, silakan daftar di kampus lain aja. Jangan di UIN ya.

ADVERTISEMENT

“Emang ada mahasiswa yang intoleran, Bang?” 

Ada dong, itu yang kemarin demo di depan pengungsi dari Rohingya. Buat seluruh mahasiswa dengan berbagai jenis yang sudah disebutkan tadi, saya sarankan tidak daftar di UIN. Tapi, kalau mau memaksa untuk daftar, boleh-boleh saja. Asal kuat dan menerima konsekuensinya.

Penulis: Ahmad Arief Widodo

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Bangga sih Bangga, tapi kalau Bilang UIN SUKA Lebih Unggul ketimbang UGM, Itu mah Bukan Bangga, tapi Halu!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Mei 2024 oleh .

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.