4 Rekomendasi Tokoh yang Pas sebagai Brand Ambassador GoTo

4 Rekomendasi Tokoh yang Pas sebagai Brand Ambassador GoTo terminal mojok.co

4 Rekomendasi Tokoh yang Pas sebagai Brand Ambassador GoTo terminal mojok.co

Sebagai pengguna Tokopedia dan Gojek, saya merasa terpanggil untuk turut memberikan sumbangsih 4 nama yang sekiranya cucok untuk dijadikan brand ambassador GoTo. Apalagi saya perhatikan, sejak pengumuman marger mereka,  GoTo belum punya brand ambassador. Buktinya, ketika saya cek di mesin pencarian dengan kata kunci “Brand Ambassador GoTo”, Google tidak memunculkan satu nama pun. Wah, produk besar kok nggak punya brand ambassador. Mesakke. Masih bingung, ya? Kasihan. Sini saya bantu.

#1 Ghofar Hilman

GoTo, please. Ghofar hilman adalah sebaek-baeknya kandidat untuk dijadikan brand ambassador. Dilihat dari segi nama saja, kalian tuh ada kemiripan. Yang satu GoTo, yang satu Ghofar. Wis lah, persis buanget kayak anak kembar. Selain itu, nih ya, saya kasih tau. Bang Ghofar ini masa lalunya berat, Hyung. Sudahlah tumbuh sebagai bocah punk, sempat jadi kurir narkoba pula. Tapi lihat dong dia sekarang, kurang sukses apa coba? Pengusaha iya, YouTuber iya, MC iya, semuanya. Tidakkah ini mengingatkan kalian saat awal-awal kalian merintis bisnis? Penuh liku, cobaan, trial and error, hingga kemudian bisa jadi start up raksasa.

#2 Cinta Laura

Cinta Laura adalah koentji untuk memecahkan kekisruhan yang terjadi setelah bersatunya Gojek dan Tokopedia. Kekisruhan yang saya maksud adalah mengenai bagaimana penyebutan GoTo yang benar. Apakah dibaca GoTo atau GoTu?

Namun, kenapa harus Cinta Laura?

Pertama, Mba Cinta ini kebule-bulean, Gaes. Dia pasti bisa mengucapkan dengan baik dan benar bagaimana seharusnya pengucapan GoTo. Bayangkan kalau diucapkan sama… saya. Wah, pasti nggak estetis, blas. Malah kelihatan kayak lagi mecucu. FYI, mecucu itu memajukan bibir atas dan bawah beberapa senti ya, Gaes~

Kedua, Mba Cinta ini pernah fenomenal gara-gara pengucapannya yang terdengar imut. Yaitu ketika dia mengucapkan, “Becek nggak ada ojek.” Nah, loh. Ingat? Persis! Maka bukan tidak mungkin GoTo yang semula terdengar asing di telinga kita, jadi lebih familiar berkat sentuhan Mba Cinta.

#3 Tukul Arwana

Iya. Saya tau Mas Tukul ini sudah digandeng sama Shopee. Tapi justru di situlah seninya. Begitu kontrak Mas Tukul habis, gaet aja udah. Biar makin rame sekalian. Jadi, kalau dulu kita biasa lihat Mas Tukul joget pakai baju oranye, sekarang joged pakai baju hijau. Nggak usah merasa nggak enak. Mas Tukul juga kayaknya nggak bakalan bilang, “Aku? Jadi duta marketplace lain? Hahaha….”

#4 Pak Warsito

Nama terakhir yang saya ajukan adalah Pak Warsito. Beliau adalah bapak saya. Nama beliau muncul semata-mata bukan karena beliau ada hubungan darah dengan saya. Tapi ini murni karena saya melihat adanya kecocokan antara filosofi nama GoTo dengan bapak.

Maksudnya?

Begini. GoTo itu kalau dalam bahasa Inggris bisa berarti yang bisa diandalkan. Misalnya dalam kalimat, He is my go to man. Yang berarti dia adalah laki-laki yang bisa diandalkan. Dengan filosofi tersebut, GoTo sebagai sebuah start up ingin menjadi sesuatu yang bisa kita, para penggunanya, andalkan. Dan itu cocok buanget dengan bapak saya.

Bapak saya ini sosok yang bener-bener bisa diandalkan. Beliau ini pekanya nggak ketulungan. Bayangkan, kalau bapak habis nginep di rumah saya, mendadak semua hal jadi bener. Pisau yang tadinya nggak tajam jadi tajam, magic jar yang tadinya buluk jadi kayak baru, lantai berkilau, dan keajaiban-keajaiban lain yang membuat saya terperangah.

Satu lagi. Di salah satu media juga saya pernah baca kalau GoTo ini nggak semata-mata singkatan dari Gojek Tokopedia, tapi juga singkatan dari gotong royong. Kebetulan, bapak saya ini rajin banget kalau urusan gotong royong di lingkungan rumah. Asli.

Jadi, kapan nih mau tanda tangan kontrak dengan bapak saya, duhai GoTo?

Sumber Gambar: YouTube Tokopedia

BACA JUGA Lahirnya GoTo Adalah Genderang Perang Paling Berbahaya yang Harus Dihadapi Shopee dan artikel Dyan Arfiana Ayu Puspita lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
Exit mobile version