Menurut saya, Stasiun Manggarai saat rush hour atau jam padat adalah tempat paling kacau se-Jakarta. Stasiun ini memang tempat transit KRL dari berbagai arah. Stasiun Manggarai tempat transit untuk mereka yang hendak pergi ke Bogor, Jakarta Kota, dan Cikarang.
Saya tidak pernah terbiasa menghadapi Stasiun Manggarai walau sejak kecil tinggal di Jakarta dan menggunakan KRL.
Di saat-saat itulah Manggarai jadi cerminan Jakarta yang keras dan tiada ampun. Semua serba terburu-buru. Sekalipun besar dan luas, Stasiun Manggarai tidak pernah benar-benar lenggang bagi penumpang.
Buat orang yang pertama kali menghadapi Stasiun Manggarai pasti akan terkaget-kaget dengan kondisi di sana. Oleh karena itu, melalui tulisan ini saya akan memberikan sedikit wejangan bagi pendatang baru di stasiun ini agar tidak kaget dan bisa menghadapi segala hal di sana dengan bijak.
#1 Patuhi kegunaan sisi kiri dan kanan eskalator
Ini sebenarnya hal yang umum banget, tapi masih ada saja orang yang tidak tahu dan tidak melakukannya. Sisi kiri pada eskalator biasanya digunakan untuk orang yang agak nyantai dan lebih memilih diam.
Sementara, sisi kanan digunakan untuk orang yang sedang terburu-buru sehingga masih harus terus menapaki kakinya ke anak tangga, meskipun eskalator sudah bergerak naik.
Di Stasiun Manggarai kita akan menghadapi eskalator untuk mencapai peron yang kita tuju. Itu mengapa, aturan ini sangat wajib kalian patuhi.
Kalau kalian berani-berani untuk berdiri diam di sisi kanan eskalator, siap-siap saja kalian ditegur atau bahkan diteriaki oleh orang di belakang kalian. Pahamilah kondisi orang yang sedang terburu-buru, beri mereka jalan.
#2 Kalau ada antrean di Stasiun Manggarai, mohon bersabar
Seperti yang saya bilang sebelumnya, Stasiun Manggarai itu sangat ramai, apalagi saat jam padat. Kemungkinan kalian akan menghadapi antrean untuk memakai eskalator atau saat memasuki kereta. Nah, kalian wajib sabar untuk menghadapi dua hal tersebut.
Jangan pernah coba-coba menyerobot atau dorong-dorongan ketika sedang mengantre untuk eskalator sekalipun kalian sedang terburu-buru. Sabar saja atau kalian hanya akan memancing amarah orang.
Ingat! Stasiun Manggarai saat rush hour itu kebanyakan isinya orang-orang yang sedang lelah dan mereka sangat sensitif karena masalah yang ada di pikirannya.
Dan, jangan lupa untuk memprioritaskan orang yang keluar dari gerbong kereta sebelum kita masuk.
Suatu waktu saya pernah keluar dari gerbong kereta dan menghadapi orang yang tidak sabaran untuk masuk. Akibatnya, salah satu wanita tua yang ada di depan saya ditabrak oleh tubuh orang lain yang terburu-buru masuk kereta.
Wanita tersebut pun langsung memberikan sumpah serapah kepada orang tersebut dan tidak ada ucapan maaf dari orang tersebut. Kenapa sih orang-orang nggak bisa sabar dikit?
#3 Tanya satpam kalau bingung
Ketika pertama kali transit di Stasiun Manggarai, saya sering kali bingung untuk menuju peron yang ingin saya tuju. Meskipun sudah ada tanda arah dan keterangan tertulis yang membantu kita menemukan peron yang tepat, tetap saja kita kebingungan.
Bayangkan saja, ada 7 peron aktif di stasiun ini!
Oleh karena itu, tidak perlu kalian malu untuk mencari satpam dan bertanya kepadanya. Sebut saja tujuan kalian ke mana dan satpam akan menunjukkan arah ke peron yang kalian tuju. Jangan dibuat susah!
#4 Wajib kendalikan emosi di Stasiun Manggarai
Ketika kita sudah menjaga sikap dan mematuhi etika di Stasiun Manggarai, bukan berarti kita aman dari kelakuan jelek orang lain. Kita sudah antre dengan tertib, tapi bisa saja ada orang yang dorong-dorongan di belakang dan menyerobot antrean.
Untuk hal-hal seperti itu, saya pribadi akan menyarankan untuk kendalikan emosi secukupnya. Kalau memang perlu ditegur, ya tegurlah secukupnya, tapi jangan sampai baku hantam dan membuat keributan sendiri.
Orang-orang pun belum tentu akan mendukung kita dan bisa saja malah merasa terganggu dengan keributan yang kita buat.
Ada kalanya ketika dihadapkan oleh orang menyebalkan seperti itu, lebih baik kita diam saja dan bersabar. Tapi, tentu ini pengecualian bila kasusnya adalah kekerasan seksual atau bentuk kekerasan lainnya.
Itulah empat wejangan yang bisa saya berikan untuk kalian yang akan mengunjungi Stasiun Manggarai. Setidaknya ini bisa dijadikan bekal agar kalian tidak kaget menghadapi situasi di sana.
Terlepas dari itu, saya sangat rispek kepada orang-orang yang setiap harinya harus melalui stasiun ini untuk berangkat-pulang kerja. Belum lagi ketika sampai di gerbong kereta, mereka harus sabar terhimpit dengan tubuh-tubuh orang lain.
Buat saya, kalau ingin tahu betapa kerasnya Jakarta, cukup lihat bagaimana kondisi Stasiun Manggarai saat rush hour.
Penulis: Mohammad Rafatta Umar
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Stasiun Cawang adalah kunci untuk tetap waras bagi warga yang sehari-hari naik KRL Depok-Jakarta.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.













