Di penghujung semester lalu, saya dan teman-teman mahasiswa di UPNVJ terkejut. Tiba-tiba turun peraturan rektor yang membuat jatah absen berkurang dari tiga menjadi dua. Pertemuan UTS dan UAS yang tadinya terhitung sebagai absensi untuk memenuhi minimal kehadiran, menjadi tidak terhitung.
Gara-gara itu, banyak teman saya yang sudah memakai jatah absen dengan tidak berlebihan jadi tidak cukup untuk memenuhi minimal kehadiran karena peraturan tersebut. Sialnya, peraturan itu diterapkan saat mahasiswa sudah melaksanakan UAS. Oleh karena itu, mahasiswa yang absensinya jadi bermasalah mengadu dan meminta solusi kepada dosennya masing-masing.
Dosen-dosen kami pun bingung dengan peraturan tersebut. Untungnya mereka cukup kooperatif dan mau membenarkan absensi mahasiswanya yang bermasalah akibat peraturan itu.
Sampai sekarang saya nggak mendengar alasan mengapa rektor saya memperketat absensi seperti itu. Namun, apa pun alasannya kebijakan tersebut tidak tepat. Bukannya untuk malas-malasan atau apa. Tapi, mahasiswa juga punya hal penting untuk dilakukan dan membutuhkan jatah absen. Dosen saya pun bilang kalau mahasiswa butuh waktu eksplorasi dan jatah absen bisa dipakai untuk itu.
Melalui tulisan ini saya ingin jelaskan berbagai keadaan yang dapat dialami mahasiswa sehingga memerlukan jatah absen tersebut.
#1 Sakit yang nggak perlu validasi surat dokter, jadi nggak perlu mengurangi jatah absen mahasiswa
Ini sebetulnya salah satu aturan di kampus yang ngeselin. Kenapa semua orang sakit harus divalidasi surat dokter? Padahal nggak semua rasa sakit itu harus disembuhkan dengan ke dokter.
Misalnya, mahasiswi yang mengalami period cramp yang begitu menyakitkan saat menstruasi. Sampai-sampai mereka tidak sanggup untuk berjalan menuju kelas. Biasanya mereka cukup menahan rasa sakit itu sampai hilang sambil meminum obat pereda nyeri yang biasanya sudah mereka stok.
Selain itu, kasihan mahasiswa yang ngekos dan hidupnya pas-pasan bila sakit ringan, tapi memang perlu istirahat. Kalau mereka ke dokter pasti punya kekhawatiran akan menambah biaya saat pengecekan dan membeli obat yang disarankan. Padahal, bagi mereka cukup meminum 1 sachet Tolak Angin yang dibeli di warung terdekat dan istirahat secukupnya.
Saya memahami kalau aturan tersebut dibuat agar mahasiswa tidak beralasan sakit bila malas masuk kelas. Namun, bila aturan itu tidak dapat dihapus, maka jatah absen akan menjadi penyelamat bagi mahasiswa seperti di atas.
#2 Kerja part-time yang jadwalnya dinamis
Banyak sekali teman-teman mahasiswa yang melakukan kerja part-time, khususnya sebagai barista. Ada yang melakukannya untuk sekadar nambah uang jajan. Ada juga yang melakukannya memang untuk menyambung hidup.
Namun, yang menjadi masalah adalah, nggak semua part-time itu memiliki jadwal yang jelas. Misalnya, coffee shop dekat kampus saya menetapkan jadwal bagi pegawai part-timenya sesuai dengan kebutuhan toko. Otomatis pekerja part-time tersebut harus siap dengan perubahan jadwal yang dinamis.
Bila mahasiswa mengalami hal tersebut, pasti ada saat jadwal pekerjaanya akan bertabrakan dengan jadwal kuliah. Di sinilah jatah absen akan berfungsi untuk mereka agar bisa mendapatkan penghasilan sambil kuliah.
Kita nggak bisa menyuruh mahasiswa yang mengambil part-time untuk berhenti dan fokus kuliah saja. Sementara kita nggak tahu keadaan ekonomi yang mereka hadapi.
#3 Kegiatan dari kepanitiaan atau organisasi mahasiswa
Umumnya, mahasiswa akan mencari pengalaman dari ikut kepanitiaan di suatu acara atau menjadi pengurus di organisasi. Ini sudah menjadi hal yang biasa dari dulu. Tapi, nggak semua agenda kepanitiaan atau organisasi memiliki waktu yang cocok dengan jadwal kelas mahasiswa.
Misalnya, suatu kepanitiaan acara membutuhkan survei tempat untuk pelaksanaan acara di luar kampus. Ya mau nggak mau panitia mengikuti kapan pengelola tempat tersebut bersedia didatangi tempatnya untuk disurvei. Ini bisa jadi bertabrakan dengan jadwal kelas mahasiswa.
Atau ada rapat genting pada suatu organisasi untuk membahas suatu masalah. Akan sulit untuk menemukan waktu yang cocok agar mahasiswa bisa hadir semua dalam rapat tersebut. Hal ini terjadi karena setiap mahasiswa memiliki jadwal kuliah berbeda yang mereka pilih sendiri. Biasanya di setiap rapat akan ada mahasiswa yang tidak hadir karena harus mengikuti kelas.
Bagaimana kalau rapatnya dijadwalkan malam agar tidak mengganggu jadwal kelas? Ya kasian mahasiswanya jadi nggak punya waktu buat mengerjakan tugas kuliah dan istirahat, dong. Dalam keadaan seperti ini, jatah absen bisa menjamin mahasiswa agar bisa menyeimbangi fokus akademik dan juga pekerjaan-pekerjaan di organisasi.
Itulah keadaan-keadaan yang biasa dialami mahasiswa yang membutuhkan jatah absen. Sekali lagi, jatah absen mahasiswa itu bukan cuman untuk yang malas. Banyak keadaan atau kegiatan mahasiswa yang kadang waktunya tidak bisa ditebak.
Jadi, untuk pihak rektor di seluruh kampus, terutama kampus saya, plis jangan menyepelekan jatah absen mahasiswa. Jangan asal dikurangi begitu saja jatah absen kita tanpa dialog dengan pihak mahasiswa. Tolong banget ini mah.
Penulis: Mohammad Rafatta Umar
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA Makin Dicoba Malah Makin Menggoda: Jatah Bolos Kuliah Tetap Menjadi Candu Paling Sialan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.














