fbpx

MOJOK.COSaya tidak mengenal Go Soo Jung. Saya hanya tahu betapa seniman Korea Selatan tidak main-main untuk menyelami dunia yang mereka cintai, meski bertukar nyawa pada akhirnya.

Tidak ada berita kematian yang enak terdengar di telinga. Bahkan ketika dia yang meninggal tak begitu kamu kenal. Dia, adalah sosok yang begitu berjarak dengan duniamu. Dia, seseorang yang mungkin tak akan bersilang nasib dengan dirimu di masa depan. Go Soo Jung tutup usia. Saya tak mengenal dia.

Saya tidak mengenal Go Soo Jung. Pun saya juga tak mengenal dunia pertunjukan Korea Selatan yang merawat namanya. Saya mengenalnya lewat dua pemahaman sederhana: demam Korea Selatan dan dalamnya rasa cinta kepada passion meskipun dirimu tersiksa.

Go Soo Jung bukan seniman Korea Selatan pertama yang saya dengar berita kematiannya. Setiap tahun, setidaknya saya menghitung ada satu seniman dari Korea Selatan tutup usia. Berbagai macam penyebab, berbagai macam alasan. Namun satu hal yang nyata adalah penyesalan yang mengembang di ujung.

Saya tidak mengenal karya-karya Go Soo Jung. Saya mengenalnya lewat mesin pencarian. Drama berjudul “Goblin” membesarkan namanya. Soo Jung juga menjadi salah satu seniman yang bekerja sama dengan BTS, salah satu seniman musik dari Korea Selatan yang diterima dunia.

Kalau BTS saya kenal. Potongan lagunya bersama Halsey yang berjudul Boy With Luv masih rutin diputar untuk mengiringi iklan Tokopedia. Mungkin, Boy With Luv adalah satu-satunya lagu dari seniman Korea Selatan yang saya sukai.

Baca juga:  Berkaca Pada HyunA yang Pacaran Backstreet Hingga Dipecat Agensi

Hal kedua yang saya kenal dari BTS adalah kerja keras mereka. Halsey menjelaskannya dengan baik. “Satu set dengan BTS itu rasanya seperti terintimindasi karena mereka begitu luar biasa. Saya tahu mereka sudah bekerja begitu keras sejak lama.”

Satu hal lain yang saya kenal dari seni drama dan musik Korea Selatan adalah cara seniman menerjemahkan kata “kerja keras”. Mereka menerjemahkannya menjadi sebuah usaha untuk melewati batasan diri sendiri. Mereka mewakahkan dirinya untuk sebuah karya, untuk dunia mereka. Mirip sebuah tantrum, sebuah amukan, mereka mencurahkan keringat untuk kesempurnaan.

Dari dedikasi itu lahir yang kita sebut sebagai “pengorbanan”. Banyak kejadian seniman Korea Selatan meninggal dunia karena overwork. Kejadian lain karena stres dan depresi karena tekanan yang begitu besar untuk yang dianggap sebagai “tampil sempurna”.

Akhir 2019 kita mengingat almarhum Sulli, mantan personel grup seniman musik bernama f(x). Sulli meninggal setelah bunuh diri pada Oktober 2019. Depresi karena hujatan dari fans K-Pop diprediksi menjadi salah satu alasannya. Sulli menjadi salah satu bukti bahwa industri seni Korea Selatan punya masalah besar.

Soal bisnis memang sebuah soal, tetapi aktualisasi diri lain soal. Saya tidak tahu penyebab kematian Go Soo Jung. Kita semua belum tahu, selain pernyataan dari agen saja. Kata agen, Go Soo Jung meninggal karena penyakit. Apapun alasannya yang sampai sekarang belum jelas, kita tahu bagaimana seniman Korea Selatan mendedikasikan dirinya untuk karya seni.

Baca juga:  EXO Comeback Ingatkan Kita Pada Fase Hidup Kpopers Baru

Rasanya begitu puitik ketika kamu gugur karena dunia yang kamu cintai sendiri. Go Soo Jung, mungkin seperti seniman Korea Selatan lainnya, yang bekerja terlalu keras sebagai bentuk aktualisasi diri. Meski tidak menutup kemungkinan dia bekerja begitu keras demi uang. Tetap saja, di sana menghidupi dunianya secara sadar.

Saya menaruh hormat sepenuhnya bagi mereka yang bekerja keras. Bagi mereka yang sadar dirinya sakit, tetapi tetap menjalaninya dengan senyuman. Sepalsu apapun itu. Dedikasi diri tidak akan pernah salah.

“Go Soo Jung meninggal dunia dan semoga menjadi bintang yang bersinar di langit. Dia adalah seorang aktris dengan hati yang sangat murni dan baik seperti siapa pun di luar sana. Kita akan mengingat Soo Jung dan senyum cerahnya yang menyinari dunia selamanya,” kata perwakilan agensi seperti dikutip CNBC.

Saya berselancar di Google images untuk menikmati senyum Soo Jung. Senyumnya memang cerah, memberimu semacam harapan. Semacam penegasan juga bahwa senyum saja sudah cukup untuk mengingat seseorang. Bahkan kepada mereka yang tidak pernah kamu kenal.

Rest in peace, So Jung.

BACA JUGA Antara Kematian Sulli dan Ulah Beringas Fans Kpop Garis Keras atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.



Tirto.ID
Loading...

No more articles