• 31
    Shares

MOJOK.COSetelah menikah, tentunya Nadine Chandrawinata dan Dimas Anggara butuh alternatif tempat bulan madu. Mojok Institue memahami kegelisahan itu.

Konon, Nadine Chandrawinata dan Dimas Anggara baru akan menikah tanggal 15 Juli 2018 nanti.  Tapi ternyata, Sabtu (7/7) yang lalu, dua pasangan ini sudah melangsungkan pernikahan. Keduanya mengikat janji manis nan suci di Anema Resort, Gili, Lombok.

Sebelumnya, Nadine Chandra dan Dimas Anggara dikabarkan akan menikah di luar negeri. Alasannya, kedua artis ini menganut agama yang berbeda. Maklum, di Indonesia ini, pernikahan beda agama masih sulit dilangsungkan. Lha wong yang beda pilihan politik saja bisa bikin pusing. Kebayang, yang laki-laki itu kampret, yang perempuan cebong. Ini mau beda agama.

Yang menarik dari pernikahan Nadine dan Dimas Anggara adalah gaun yang dikenakan mempelai wanita. Ketika melangsungkan pernikahan, Nadine terlihat mengenakan gaun berwarna putih yang anggun. Kamu tahu, gaun yang dikenakan Nadine tersebut adalah gaun milik ibunya dan sudah berusia 37 tahun.

Lebih tua dari saya sendiri yang masih muda dan bersemangat. Kalau ibarat laki-laki, gaun ini sudah jadi bapak beranak dua karena patuh dengan anjuran Keluarga Berencana: dua anak cukup!

Nah, setelah menikah dan “enaa-enaa”, tentunya bulan madu bakal menjadi hidangan penutup yang manis. Mojok Institute berusaha memberikan kado yang sederhana bagi pasangan ini. Kadonya berupa alternatif jujugan bulan madu. Semoga berkenan, ya mba Nadine. Kalau tidak berkenan, ya biar mas Dimas saja yang pergi.

Baca juga:  Peluang Usaha yang Terbuka di Idul Adha

1. Nadine yang sporty, cocok ke Peru tahun 2019 nanti.

Ada apa dengan Peru? Jadi, tahun depan, tepatnya tanggal 6 hingga 17 Januari 2019 akan dilangsungkan Reli Dakar. Setelah sebelumnya sukses digelar di tiga negara, Reli Dakar 2019 akan dilaksanakan murni di Peru saja. Slogan yang diusung adalah 100 persen Peru, 100 persen Dakar.

Nadine yang sporty tentu bakal cocok kalau ikut balapan kelas truk. Sementara itu, mas Dimas cocok ikut balapan kelas motor. Jadi, kalau mas Dimas lelah, motornya bisa dinaikkan ke trunya Nadine.

2. Bulan madu gabung dengan Sokola Rimba.

Sudah 25 tahun Sokola Rimba mengabdikan diri dalam dunia pendidikan, terutama untuk anak-anak rimba. Butet Manurung, rela menembus hutan lebat di Jambi demi untuk Sokola Rimba, sekolah yang didirikannya khusus untuk membuka literasi Suku Anak Dalam di Taman Nasional Bukit Dua Belas dan Bukit Tiga Puluh, Jambi.

Bergabung dengan Sokola Rimba bakal menjadi bulan madu yang berfaedah. Jadi, bulan madu bersama Sokola Rimba bukan hanya sebatas untuk meng-“intim”-kan diri dengan pasangan, namun juga dengan anak-anak yang membutuhkan pendidikan dasar. Sudah bahagia, dapat pahala pula. Saya yakin, mba Nadine dan mas Dimas bisa menjadi guru yang baik.

3. Berburu kuliner kambing di tempat-tempat tersembunyi.

Kamu pasti tahu kalau olahan kambing adalah salah satu menu favorit Kepala Suku Mojok, Puthut EA. Kambing juga menjadi salah satu hewan yang dikurbankan ketika Lebaran Kurban, Idul Adha. Nah, untuk mba Nadine dan mas Dimas, supaya “enaa-enaa”-nya lebih terasa ganas, makan olahan kambing kayaknya wajib masuk pertimbangan.

Baca juga:  Bahaya Sabunisasi di Papua

Bakal lebih seru ketika Nadine dan Dimas berburu olahan kambing di tempat-tempat yang belum terpetakan. Misalnya berburu tongseng kambing legendaris di Pasar Jangkang, Cangkringan, Sleman. Atau bisa juga mencari warung olahan kambing yang namanya “Djiroso” di Sleman, DIY. Tentunya masih banyak warung kambing lainnya yang unik dan layak dikunjungi.

Siangnya makan tongseng dan torpedo, malamnya “mencapai kata sepakat dan mufakat” di dalam kamar. Sungguh terpuji.