• 40
    Shares

MOJOK.CODatang bulan itu “dibenci” oleh banyak ladies di luar sana. Namun, meski “benci”, tamu rutin ini tetap dinantikan kedatangannya setiap bulan. Cieee…

Datang tak dijemput, pulang tak diantar. Datang bulan sudah seperti jalangkung saja. Kamu tahu jalangkung? Yak betul, itu alat untuk mandi. Ahh maaf, kalau itu sih ciduk.

Jalangkung adalah permainan dengan memanggil roh orang yang sudah meninggal. Itu pengertian dari KBBI ya. Bukan dari saya. Nanti saya dikira lagi mengampanyekan perubahan istilah. Macam kafir jadi non-muslim. Heuheu…

Sementara itu, bedanya, datang bulan bakal datang sendiri. Sementara itu, jalangkung kudu dipanggil, alis dihadirkan secara sengaja dengan dipanggil. Nggak mandiri banget, wis. Sudah nakut-nakutin, nggak mau datang sendiri. Ini seperti tipe mahasiswa nebengers. Padahal kosnya cuma sepelemparan batu dari kampus.

Nah, bagaimana bila jalangkung bisa datang sendiri secara mandiri? Pastinya sungguh menyeramkan. Habis nongkrong selalu minta antarkan pulang. Ketika ditanya kok minta antar, alasannya irit kuota nggak mau install aplikasi gojek online.

Sementara itu, datang bulan bakal selalu dinantikan olah para ladies di luar sana. Terutama para ladies yang masih dalam usia subur. Namun, meski dinantikan, sebagai pertanda siklus yang normal, datang bulan ternyata juga “dibenci”. Awalnya sih cuma para ladies, tapi “kebencian” itu pasti bakal merambat ke pundak para gents di luar sana.

Kenapa sih datang bulan “dibenci”? Berikut beberapa alasannya.

Pertama, beberapa hari menjelang datang bulan, para ladies bakal mengalami yang namanya Premenstrual Syndrome atau PMS. PMS sendiri adalah sebuah sindrom perubahan fisik dan emosional pada cewek yang masih menjalani siklus menstruasi. Sindrom ini biasanya muncul satu atau dua minggu sebelum datang bulan.

Baca juga:  Kalau Siklus Menstruasi Tidak Teratur, Kita Bisa Hamil Nggak?

Khususnya adalah perubahan emosional. Ini adalah masa-masa di mana para gents sangat waspada, kudu sangat hati-hati ketika berinteraksi dengan pasangan masing-masing. Ketika ladies tengah sedih, ia bisa sangat sedih. Ketika bahagia, cerianya minta ampun. Dan ini dia, ketika emosinya labil, kamu bakal gampang kena sliding tekel.

Bahkan misalnya kamu hanya kentut dikit. Seperti gemuruh erupsi gunung api, kemarahan ladies ketika PMS bisa meratakan semua kekuatanmu.

Namun, tahukah kamu, gents, kalau cewek sendiri sebetulnya “malas” dengan perubahan emosi ini. Kelabilan bikin mereka cepat lelah, atau marah-marah nggak jelas.

Kedua, datang bulan bikin perut kram. Kok bisa seperti itu? Karena lubang anus seperti tertutup. Alhasil, kentut pun jadi susah. Itu yang bikin perut jadi kram. Ini berdasarkan wawancara beberapa ladies ya. Bukan pengalaman saya sendiri. Xixixi…

Ketiga, datang bulan bikin para ladies cepat lemas. Menurut penuturan ahlinya, para ladies jadi cepat lemas ketika datang bulan karena tiga alasan, yaitu dehidrasi, hormon, dan anemia.

Ketika datang bulan, para ladies akan mengalami perubahan kadar estrogen dan progesteron sehingga memengaruhi jumlah air dalam tubuh. Kekurangan air, tubuh jadi lemas. Sementara itu, hormon estrogen dan progesteron berada pada level terendah saat menstruasi. Jadi, berbagai keluhan seperti mood swing, nyeri perut, pusing, mual, serta mudah lelah muncul bersamaan.

Bagaimana dengan anemia? Ladies yang mengalami datang bulan berat berisiko anemia. Ini dikarenakan jumlah darah yang hilang saat menstruasi lebih besar daripada kemampuan tubuh untuk mengganti sel darah merah yang hilang. Hmm…

Baca juga:  Review Menstrual Cup: Niat Ramah Lingkungan yang Terhalang Masalah Cocok-cocokan

Keempat, ketika datang bulan, para ladies jadi mudah sakit. Sakit kepala, demam, flu, dan batuk, adalah contohnya. Kondisi ini bikin para ladies uring-uringan seharian karena mengganggu semua rencana yang telah tersusun rapi.

Ladies jangan panik dulu, ya. Menurut Dr. Nieca Goldberg, seorang direktur medis di Joan H. Tisch Center for Women’s Health di NYU Langone Medical Center, kondisi tubuh yang melemah hingga mengakibatkan sakit saat haid dilatarbelakangi oleh adanya perubahan hormon dalam tubuh.

Nah, itulah empat dari banyak alasan para ladies “membenci” datang bulan, tapi tetap menantikannya. Membenci di sini bukan berarti nggak mau mengalalaminya. Datang bulan adalah situasi yang alamiah dan menjadi pertanda kesuburan seorang ladies. Kalau nggak datang-datang, pasti kalian jadi panik.

Kalau tamu rutin ini nggak datang-datang juga ketika siklus menstruasi sudah lewat, segera hubungi dokter ya. Jangan hubungi pawang hujan atau tukang sedot WC.

Satu hal lagi, buat kalian para gents, jangan malu-malu kalau diminya tolong pasanganmu buat beli pembalut. Percaya wis sama saya. Berani beli pembalut itu sama kerennya sama berani beli kondom. Sama-sama mulia dan menjadi wujud kepedulain dan “tanggap bencana”.

Jangan sampai kamu terjebak di dalam situasi para ladies mengalamai kebocoran sampai tembus celana. Alih-alih beli pembalut yang murah, kamu malah kudu belikan pasanganmu celana baru. Mencegah lebih baik, ketimbang menyesali bencana kebocoran dompet karena gengsi nggak mau belikan pembalut. Ingat itu, Ngadiman!