MOJOK.COUruguay vs Portugal | Fisht Olympic Stadium, Rusia | Live TransTV, K Vision, UseeTV | Minggu 01 Juli 2018 dini hari| 01.00 WIB | Prediksi: Uruguay menang.

Sebuah tim dicintai karena berbagai alasan. Mulai dari cantiknya permainan, keberadaan pemain idola, nama besar, terbawa kebiasaan keluarga, faktor kedaerahan, hingga alasan yang unik seperti sulit kalah walaupun tidak bermain bagus atau yang punya pertahanan kokoh. Portugal dan Uruguay adalah contoh dari dua alasan unik tersebut.

Predikat sulit kalah walau bermain jelek sudah melekat kepada Portugal sejak Piala Eropa 2016. Babak putaran grup, Portugal tak sekali saja mampu memenangi pertandingan. Tiga pertandingan dilewati dengan hasil imbang. Tanpa kemenangan, Portugal mampu lolos. Tanpa kemenangan, namun juga tanpa kekalahan.

Laju Potugal tak bisa dibilang mulus. Portugal tetap bekerja keras, tentu dengan cara mereka sendiri. Hingga di laga final, melawan Prancis yang berstatus sebagai tuan rumah, Portugal mampu menutup pertandingan dengan skor 0-1. Sepanjang laga ditekan oleh Prancis, skuat asuhan Fernando Santos menang di babak perpanjangan waktu lewat sepakan “untung-untungan” dari Eder.

Kelebihan untuk “tidak kalah” itu dibawa secara sukses ke Piala Dunia 2018. Portugal bermain cukup bagus di laga pembuka melawan Spanyol. Meski kebobolan tiga gol, Portugal mampu mencetak tiga gol balasan. Bahkan, jika lebih efisien memaksimalkan peluang, bisa saja Portugal memenangi laga.

Setelah melawan Spanyol, kekuatan sulit kalah itu menyala lebih terang. Portugal kalah superior ketika melawan Maroko dan Iran, namun tetap saja tidak kalah. Bermain cantik, atraktif, dan aktif menyerang selama 90 menit bukan jaminan kemenangan. Hanya gol yang sah menjadi pembeda antara yang menang dan yang menjadi pecundang. Portugal berhasil berdiri di kolom “yang menang” meski dengan cara yang paling biasa saja, bahkan buruk.

Ingat, meski bermain buruk, ketika gawang tidak kebobolan, tim Anda punya setidaknya 50 persen peluang menang. Kenapa persentase tersebut cukup tinggi? Karena Portugal punya Cristiano Ronaldo sebagai pembeda. Perubahan cara bermain Ronaldo sangat menguntungkan Portugal. Ia semakin efektif memaksimalkan peluang. Melihat semua spesifikasi kemampuan, Ronaldo adalah salah satu striker terbaik.

Baca juga:  Akankah Inggris Buka Puasa di Piala Dunia 2018?

Portugal menemukan cara paling mudah untuk mencetak gol via Ronaldo. Striker milik Real Madrid itu sangat menikmati umpan silang. Selain kekuatan melompat, Ronaldo punya akselerasi jarak pendek yang superior, cocok untuk mendahului bek lawan untuk menyambar umpan silang. Cara kedua adalah dengan menciptakan ruang di depan kotak penalti yang bisa digunakan Ronaldo untuk melepas tembakan jarak menengah. Cara ketiga lewat eksekusi bola mati, baik penalti maupun tendangan bebas.

Melihat cara menyerang yang begitu sederhana seperti itu, maka tugas Portugal selanjutnya adalah bertahan sedisiplin mungkin. Oleh sebab itu, Portugal menjadi lebih banyak bermain bertahan. Portugal memahami bahwa serangan balik mereka bisa melukai semua jenis pertahanan tim. ketimbang mengambil risiko dengan keluar menyerang, Portugal cukup bijak untuk lebih banyak menunggu.

Sayangnya, lawan di babak 16 besar Piala Dunia 2018 adalah lawan yang paling menyebalkan untuk diladeni dengan cara bermain Portugal. Adalah Uruguay, yang lolos dari Grup A dengan catatan sempurna, tiga kemenangan dari tiga pertandingan dengan catatan mencetak lima gol dan nol kebobolan.

Bermain dengan skema dasar 4-4-2. Kuat di belakang, Uruguay cenderung tidak neko-neko, tidak bermain dengan cara yang rumit. Intinya adalah meredam serangan lawan di daerah pertahanan sendiri, lalu sebisa mungkin men-servis duet penyerang, Edinson Cavani dan Luis Suarez. Boleh dibilang, duet Cavani dan Suarez adalah duet paling ideal di Piala Dunia 2018 kali ini. Selain karena sudah lama bermain bersama, keduanya punya corak permainan yang berbeda. Keduanya bisa saling melengkapi.

Baca juga:  8 Besar Piala Dunia 2018: 3 Hal yang Perlu Diantisipasi

Uruguay juga punya dua corak di lini tengah, yaitu combative dan creative. Dua corak yang mampu untuk menyesuaikan diri dengan berbagai jenis lawan. Lucas Torreira menginjeksikan corak tangguh di lini tengah, sedangkan Rodrigo Bentancur, Matias Vecino, dan Federico Valverde menjadi sumur kreativitas tim ini. Pun, selain Torreira, ketiga pemain tersebut juga tak masalah ketika harus bermain lebih keras.

Kekuatan utama Uruguay adalah lini pertahanan yang kompak dan ultra-disiplin. Diego Godin adalah bek dengan pengalaman meladeni berbagai macam jenis striker. Koordinasi dan komunikasi dengan tiga bek lainnya seperti terlihat berjalan alamiah. Supaya lebih jelas, tonton kembali cara Uruguay menetralkan kekuatan sayap Rusia.

Ketika bola sampai ke kaki sayap Rusia, bek sayap Uruguay, dibantu salah satu gelandang kanan atau tengah langsung menekan. Situasi dua lawan satu membuat sayap Rusia sulit melakukan penetrasi. Jika mengoper ke depan kotak penalti, gelandang tengah Uruguay lainnya sudah siap untuk melakukan intersep. Koordinasi inilah yang menyulitkan banyak lawan Uruguay.

Koordinasi yang berpeluang menjadi cara paling ideal untuk menyegel Ronaldo. Dimulai dengan memotong sayap Portugal yang superior ketika serangan balik, ditutup dengan membatasi jumlah umpan yang sampai di kaki dan kepala Ronaldo. Ketika Ronaldo berhasil disegel, Portugal akan dipaksa menyerang dengan cara yang berbeda. Tepat di saat itulah, Uruguay menghukum dengan serangan balik mereka yang tak kalah efektif.

Laga Uruguay vs Portugal adalah tentang siapa yang lebih disiplin mempertahankan gawangnya dan efektif dengan penguasaan bola. Laga Uruguay vs Portugal juga akan menjadi satu dari banyak laga di mana menghentikan Ronaldo bukan perkara yang mustahil. Laga Uruguay vs Portugal juga tak akan menjanjikan sepak bola atraktif. Namun, laga ini akan menawarkan drama dan teknik sepak bola tingkat tinggi.



Tirto.ID
Loading...

No more articles