MOJOK.COSpanyol vs Rusia | Luzhniki Stadium, Rusia | Live TransTV, K Vision, UseeTV | Minggu, 01 Juli 2018 | 21.00 WIB | Prediksi: Rusia menang.

Setelah lolos dari putaran grup dengan susah-payah, Spanyol akan menghadapi Rusia di babak 16 besar Piala Dunia 2018. Status Rusia sebagai tuan rumah tidak akan berpengaruh besar terhadap situasi yang akan terjadi di atas lapangan. Satu tim akan berusaha menguasai bola sebanyak mungkin, dan satunya akan dipaksa untuk mundur bertahan. Apakah situasi tersebut berarti buruk? Belum tentu.

Meski mengalami pergantian pelatih tepat sebelum Piala Dunia 2018 digelar, cara bermain Spanyol tidak mengalami perubahan yang signifikan. Bahkan Anda bisa menegaskan bahwa tidak ada yang berubah di skuat Spanyol, kecuali suasana hati dan mental saja. Boleh dikata, Fernando Hierro meneruskan kerja panjang Julen Lopetegui sebagai pelatih Spanyol.

Pada dasarnya memang masuk akal apabila Hierro tidak mengubah ide dasar cara bermain Spanyol. Disesaki pemain-pemain kreatif, Spanyol bisa sangat dominan dengan penguasaan bola. Jika Hierro memaksa mengubah pendekatan, bisa jadi Spanyol justru gagal lolos dari babak putaran grup. Tidak ganti saja sudah susah payah untuk tembus.

Tergabung bersama Portugal, Maroko, dan Iran di Grup B, Spanyol melakukan sesuatu yang sering dilakukan banyak tim pecundang, yaitu ceroboh. Ceroboh di sini bisa diartikan ke dalam banyak aksi. Mulai dari kesalahan umpan, kesalahan mengontrol bola, hingga boros peluang. Spanyol yang biasanya akurat itu saja bisa membuat kesalahan paling dasar di sepak bola.

Baca juga:  Bonek Lempar Boneka: Aksi Persebaya yang Harus Selalu Kita Ingat

Kecerobohan ini, ditambah cara bermain yang rentan dibuat menderita oleh serangan balik, membuat laga Spanyol vs Rusia akan menjadi seperti festival. Penjelasan pendeknya seperti ini.

Spanyol banyak menggunakan pola dasar 4-2-3-1, 4-1-4-1, atau 4-3-3. Lantaran tak punya runner di lini tengah dan depan, Spanyol banyak menggunakan dua bek sayap untuk menjaga lebar lapangan dan melalukan overlap. Progres menyerang Spanyol didasarkan kepada manajemen dua ruang halfspace yang biasa diisi Isco (kiri) dan David Silva (kanan). Kedua pemain akan dibantu satu gelandang sentral (Iniesta di kiri dan Koke di kanan), ditambah dua bek sayap yang naik menyerang (Alba di kiri dan Carvajal di kanan). Sementara itu, Sergio Busquet menjadi penyeimbang di tengah.

Penguasaan bola memang menjadi begitu mulus karena situasi menang jumlah pemain dan pemosisian diri yang tepat. Permainan kombinasi di sekitar kotak penalti menjadi lebih mengalir dan memudahkan Spanyol masuk ke kotak penalti lawan. Pada puncaknya, gol Isco ke gawang Maroko bisa menjadi contoh.

Dalam rentang waktu sekitar tiga detik saja Spanyol bisa masuk ke kotak penalti. Dimulai dari kombinasi umpan pendek antara Isco dan Diego Costa di depan kotak penalti. Umpan Isco diteruskan Costa kepada Iniesta yang berlari masuk dari arah sisi lapangan via halfspace. Dengan sekali kontrol, Iniesta melewati pemain Maroko yang mengadang lalu memberikan umpan tarik kepada Isco. Begitu tenang, Isco sempat mengontro bola supaya bisa membidik dengan lebih baik.

Baca juga:  Mourinho Berteriak ke Egonya Sendiri, Mikel Arteta Berhasil Memotivasi Arsenal

Gol Isco ini terjadi dalam waktu yang singkat, selang beberapa menit setelah Maroko mencetak memimpin terlebih dahulu berkat blunder Sergio Ramos. Yang saya maksud dengan “keajaiban tiga detik” adalah cepatnya penetrasi Spanyol ke kotak penalti yang dipenuhi oleh pemain-pemain lawan.

Mengapa pengertian ini perlu ditegaskan? Karena Laga Spanyol vs Rusia nanti, situasi yang sama bakal terulang. Meski berstatus sebagai tuan rumah, Rusia tentu sadar bahwa keluar menyerang tanpa perhitungan adalah bunuh diri. Toh, Rusia punya penyerang sayap yang tajam. Rusia tak perlu bekerja keras. Namun, mereka perlu bekerka cerdas.

Ketika Spanyol menyerang, dua bek sayap mereka akan naik cukup tinggi. Sederhana saja, Rusia bisa memanfaatkan ruang di belakang bek sayap yang naik untuk serangan balik. Rusia hanya perlu memutar kembali laga Portugal vs Spanyol. Sayap-sayap Portugal seperti berpesta ruang ketika mendapatkan kesempatan serangan balik.

Situasi bek sayap yang maju, ditambah kecerobohan yang masih menempel, Spanyol bisa menjadi sasaran yang enak untuk Rusia. Meski terlihat sederhana, situasi tersebut baru bisa dimanfaatkan secara maksimal apabila Rusia bisa bertahan dengan baik. Spanyol akan terus berusaha memproduksi “keajaiban tiga detik” itu sesering mungkin. Penetrasi-penetrasi cepat dengan kombinasi umpan pendek bisa sangat merepotkan untuk sistem pertahanan yang tidak kompak.

Rusia punya kelemahan besar yang terlihat ketika mereka meladeni Uruguay dan Mesir, yaitu terlalu mudah ditembus penetrasi lawan, baik dengan kombinasi atau superioritas individu. Sebuah kelebihan yang dimiliki Spanyol. Jadi, laga Spanyol vs Rusia adalah soal siapa yang bisa menyerang kelemahan lawan terlebih dahulu.

Baca juga:  Elegi untuk Davide Astori

Lewat statusnya sebagai tuan rumah, Rusia mendapat status unggulan. Menang dengan skor tipis kemungkinan terjadi. Ingat, sekali lagi, semuanya dimulai dari pertahanan. Jika cara bertahan saja sudah tidak beres, jangan harap Rusia melaju hingga babak akhir Piala Dunia 2018.