MOJOK.CORusia vs Kroasia | Fisht Olympic Stadium, Rusia | Live TransTV, K Vision, UseeTV | Minggu, 08 Juli 2018 | 01.00 WIB dini hari | Prediksi: Kroasia menang.

Setelah undian babak penyisihan grup Piala Dunia 2018 selesai dilakukan, banyak analis yang memandang bahwa Rusia akan bersaing ketat dengan Mesir untuk mendampingi Uruguay lolos dari Grup A. Tapi pada kenyataannya, Mesir hampir tak bisa memberi perlawanan ketika Mohamed Salah tak bisa pulih dari cedera pada waktunya.

Meski menyandang status sebagai tuan rumah, tak ada yang menyangka Rusia bisa melaju hingga babak 8 besar Piala Dunia 2018. Apalagi, di babak 16 besar mereka bertemu Spanyol, salah satu unggulan di Piala Dunia kali ini. Namun yang namanya sepak bola, pada akhirnya tiada yang betul-betul tahu apa yang akan terjadi.

Rusia bermain ofensif di babak putaran grup. Mereka rajin mencetak gol, kecuali ketika bertemu Uruguay. Atraktif dan penuh determinasi, banyak yang ingin melihat Rusia melaju sejauh mungkin di kompetisi sepak bola terbesar di dunia ini. Bahkan ketika mereka bertemu Spanyol. Boleh kamu katakan, pendukung Rusia bukan hanya dari negara mereka sendiri. Banyak yang berbalik mendukung negara “kecil” ini.

Bahkan publik memaafkan Rusia ketika sang pelatih menelan ludahnya sendiri. Sebelum melawan Spanyol, Stanislav Cherchesov, pelatih Rusia menegaskan bahwa timnya akan tetap bermain menyerang. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Rusia bertahan begitu dalam dan berhasil membuat Spanyol harus puas bisa mengoper bola saja.

Baca juga:  Prediksi Brasil vs Belgia: Merusak Ritme Samba?

Aksi yang heroik ketika mengalahkan Spanyol dengan 1000 umpan itu membuat banyak orang sayang Rusia. Namun, tak hanya Rusia yang punya aksi heroik untuk memikat jutaan pasang mata penikmat Piala Dunia. Kroasia punya kharisma yang sama. Bahkan, melihat mereka bermain, bukan sayang lagi, perasaan itu sudah berubah menjadi cinta.

Kroasia lolos dari grup maut dengan begitu mudah. Tiga pertandingan mereka sapu bersih. Nigeria, Argentina, dan Islandia tak memberi banyak kesulitan bagi skuat asuhan Zlatko Dalić. Kemenangan 3-0 atas Argentina itu yang melahirkan kesenangan tersendiri kepada Kroasia. Kesenangan melihat sebuah tim “kecil” mengalahkan salah satu tim unggulan. Untuk penampilan dan kerja keras itu, Kroasia layak mendapatkan cinta dari kita.

Mencintai Kroasia artinya mengingat kembali penampilan mengesankan mereka di Piala Dunia 1998. Lari cepat Kroasia hanya bisa dihentikan dua gol cantik dari Lilian Thuram di babak semifinal melawan Prancis. Kroasia 1998 mengakhiri Piala Dunia 1998 dengan merebut posisi ketiga. Pencapaian tertinggi bagi Kroasia di semua ajang internasional yang mereka ikuti.

Banyak yang memandang Kroasia 1998 adalah generasi emas, generasi terbaik. Namun, skuat Piala Dunia 2018 pun tak kalah menarik, bahkan lebih baik. Skuat asuhan Zlatko Dalić untuk Piala Dunia 2018 nampak lebih seimbang. Perpaduan antara ketangguhan khas Balkan dan kreativitas tinggi. Jika bisa terus konsisten, skuat Kroasia ini bisa membuat sejarah. Minimal lolos ke semifinal dengan mengalahkan Rusia.

Baca juga:  Final Piala Dunia 2018: Bagi Fabregas, Kylian Mbappe Itu Mirip Thierry Henry

Para pemain Kroasia generasi Piala Dunia 2018 juga seharusnya paham betul bahwa inilah kesempatan terbaik mereka untuk membuat sejarah. Laga Rusia vs Kroasia adalah langkah terakhir sebelum menyamai prestasi terbaik mereka di tahun 1998.

Beberapa pemain kunci sudah berusia 30 tahun. Artinya, para pemain seperti Luka Modric, Ivan Rakitic, Ivan Perisic, dan Mario Mandzukic kemungkinan tidak akan bermain di Piala Dunia 2022. Jika gagal di laga Rusia vs Kroasia, para pemain veteran ini bakal pulang dengan menanggung gelisah. Sudah punya skuat yang mumpuni, tapi tak mampu melaju sejauh mungkin.

Kesempatan terakhir untuk mengukir sejarah tentu sungguh sayang untuk dilewatkan. Oleh sebab itu, laga Rusia vs Kroasia bisa jadi akan berjalan berat sebelah. Kroasia akan menulis ulang sejarah mereka dan Rusia tak akan bisa menghalangi. Jika “keajaiban” itu tak lagi terjadi, Kroasia tak akan bernasib seperti Spanyol.

Semua sayang Rusia. Namun cinta itu bisa jadi sudah kadung terlalu dalam. Cinta untuk Kroasia.