MOJOK.COPrancis vs Peru | Ekaterinburg Arena, Rusia| Live TransTV, K Vision, Usee Tv | Kamis, 21/6 | 22.00 WIB | Prediksi: Prancis menang.

Narasi laga Prancis vs Peru adalah usaha memantaskan diri menjadi pemenang. Tentu yang saya maksud adalah timnas Prancis yang akan menghadapi Peru. Kemenangan akan menjamin tiket melaju ke 16 besar Piala Dunia 2018. Namun yang lebih penting adalah apakah Prancis memang layak mendapatkan kemenangan itu.

Pertandingan pertama Prancis di Piala Dunia 2018 adalah menghadapi Australia. Sebelum laga pembukan tersebut, Prancis dianggap bisa menang dengan mudah. Di atas kertas, skuat Prancis adalah salah satu yang terbaik di Rusia 2018. Saking meratanya skuat Prancis, sang pelatih Didier Deschamps bahkan bisa membuat dua tim sama kuat.

Kedalaman tim yang terjaga, kualitas individu yang superior, dan performa masing-masing pemain di klub yang cukup baik membuat Prancis masuk ke dalam lima negara unggulan. Oleh sebab itu, yang dibutuhkan Prancis hanyalah konsistensi dan kekuatan mental untuk mengatasi tekanan. Seharusnya, melihat skuat yang mereka miliki, dua syarat tersebut bisa dipenuhi.

Namun, kenyataan di atas lapangan berbicara lain. Prancis bahkan tidak bisa memaksimalkan trio penyerang kreatif di lini depan yang diisi Antoine Griezmann, Kylian Mbappe, dan Ousmane Dembele. Paul Pogba, yang diharapkan bisa menghidupkan ketiga penyerang tersebut justru bermain terlalu dalam. Jarak yang lebar antara gelandang dan penyerang membuat Prancis kesulitan membongkar pertahanan Australia.

Bahkan, dua gol yang didapat Prancis merupakan “produk teknologi”. Jika tidak ada VAR dan teknologi garis gawang, bisa jadi Prancis malah kalah. Kecerobohan lini pertahanan, penyakit lama tim ini, membuat Prancis layak menderita. Oleh sebab itu, untuk laga Prancis vs Peru tim asuhan Didier Deschamps harus menunjukkan cara bermain yang menegaskan bahwa mereka layak menang.

Baca juga:  Prediksi Kroasia vs Inggris: Eksploitasi Sisi Lapangan

Dari lini depan, tiga pemain dalam diri Griezmann, Mbappe, dan Dembele seharusnya menjadi jaminan ketajaman. Saat melawan Australia, pemosisian diri ketiga pemain tersebut terlalu flat dan berdiri terlalu jauh. Sebuah situasi yang membuat ketiganya tidak bisa bermain kombinasi di sekitar kotak penalti.

Salah satu sebabnya adalah dua bek sayap, Benjamin Pavard di kanan dan Lucas Hernandez di kiri, tidak menyediakan width ketika masuk transisi menyerang. Width sendiri artinya ketika seorang pemain berdiri di sisi lapangan untuk merenggangkan blok pertahanan lawan. Ketika Pavard dan Lucas tidak naik dan “melebar”, Dembele di kanan dan Mbappe di kiri yang harus melakukannya.

Sebetulnya tidak menjadi masalah apabila Pavard dan Lucas tidak agresif membantu serangan. Namun, cara menyerang Prancis menjadi terbatas. Misalnya, ketika Dembele menerima bola di sisi kanan dekat garis gawang, pilihan yang bisa diambil hanya dua. Pertama, melepas umpan silang yang tidak menguntungkan karena postur Griezmann yang mungil. Kedua, melakukan penetrasi ke kotak penalti yang mana mudah diantisipasi ketika lawan menang jumlah pemain.

Jika bek sayap lebih agresif menyerang, Dembele bisa memosisikan diri di dalam kotak penalti, berdekatan dengan Griezmann. Dengan begitu, permainan kombinasi satu-dua sentuhan bisa dilakukan. Pilihan menyerang menjadi lebih bervariasi.

Pilihan kedua yang bisa diambil adalah Pogba yang bermain lebih dekat dengan para penyerang. Gelandang Manchester United ini lebih bisa mengeluarkan kemampuan terbaik ketika bermain lebih dekat dengan kotak penalti. Buktinya adalah gol kedua Prancis ke gawang Australia. Ketika dekat dengan kotak penalti, Pogba bisa bermain umpan pendek cepat dengan striker.

Baca juga:  Prediksi Rusia vs Arab Saudi: Malam Takbiran di Langit Rusia

Pilihan ketiga adalah menggunakan Olivier Giroud untuk menambah variasi serangan. Tipe Giroud dengan tiga penyerang utama sangat berbeda. Perbedaan ini justru bisa menjadi kelebihan ketika Prancis mentok. Toh, Deschamps sendiri sangat sayang dengan striker Chelsea ini.

Untuk lini pertahanan, yang paling utama adalah menghilangkan kecerobohan seperti ketika Samuel Umtiti menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti sendiri. Gol penalti Australia seharusnya bisa dihindari. Peru bisa melepaskan 12 tembakan ke gawang Denmark dengan enam tembakan harus susah payah diselamatkan Kasper Schmeichel, kiper Denmark. Menghadapi lawan yang fasih membuat peluang, kecerobohan bakal dibayar malah oleh Prancis.

Laga Prancis vs Peru akan menjadi laga dengan intensitas tinggi. Peru, butuh kemenangan jika ingin lolos dari Grup C setelah kalah dari Denmark di laga pembuka. Sementara itu, kemenangan akan mengamankan satu tempat di babak 16 besar bagi Prancis. Sekali lagi, Prancis punya alat untuk mengatasi laga alot ini sembari menegaskan bahwa mereka layak menang. Kunci laga Prancis vs Peru tetap sama: konsisten, kreatif, dan tidak ceroboh.



Tirto.ID
Loading...

No more articles