MOJOK.COKorea Selatan vs Meksiko | Rostov Arena, Rusia | Live TransTV, K Vision, Usee TV | Sabtu, 23/6, 22.00 WIB | Prediksi: Meksiko menang.

Meksiko sangat berbahaya ketika diberi ruang, terutama transisi menyerang mereka. Hirving Lozano sangat superior dalam situasi satu lawan satu. Buktinya ada ketika Mesksiko membalikkan segala prediksi dan mengalahkan Jerman dengan skor 1-0. Sprint jarak pendek Lozano, dipadukan dengan penempatan posisi kelas dunia dari Javier Hernandez, Meksiko punya lini depan yang berbahaya.

Ketika melawan Jerman, lini depan Meksiko bisa mendapatkan banyak ruang lantaran mereka dipaksa untuk bertahan. Ketika serangan balik itulah, Meksiko menghukum sang juara bertahan. Mats Hummels, dalam sebuah wawancara selepas pertandingan mengungkapkan bahwa ketika tim menyerang dengan tujuh hingga delapan pemain, lini pertahanan pasti akan menderita.

Pertanyaannya, apakah Meksiko masih akan mendapatkan “berkah” itu ketika menghadapi Korea Selatan? Laga Korea Selatan vs Meksiko sendiri sangat penting maknanya bagi skuat asuhan Juan Carlos Osorio. Jika mampu mengalahkan Korea Selatan, Meksiko otomatis lolos ke babak 16 besar tanpa perlu melihat hasil pertandingan Swedia vs Jerman.

Mampu menentukan nasib sendiri adalah sebuah keistimewaan ketika berlaga di kompetisi jangka pendek seperti Piala Dunia 2018 ini. Jangan seperti Argentina, yang peluang lolos ke babak 16 besar sangat bergantung kepada hasil pertandingan negara lain. Dan kok ya masih beruntung, ketika Nigeria berhasil mengalahkan Islandia dengan skor 2-0.

Korea Selatan sendiri juga menyadari bahwa asa untuk lolos dari Grup F bergantung kepada kemampuan mereka mengatasi Meksiko. Setelah kalah dari Swedia, skuat asuhan Shin Tae-yong diprediksi bakal menjadi juru kunci grup ini. Jatah lolos hanya akan diperebutkan Meksiko, Swedia, dan Jerman. Apakah para oppa Korea Selatan akan membiarkan ramalan itu terjadi?

Baca juga:  Mesut Ozil Menjawab Tuduhan Dusta Setelah Bertemu dengan Erdogan

Ketika kalah dari Swedia, sebenarnya, Korea Selatan tidak bermain terlalu buruk. Negeri Gingseng ini mampu mengimbangi, bahkan memberikan ancaman bagi lini pertahanan Swedia. Korea Selatan, yang dipaksa lebih banyak bertahan oleh Swedia, bergantung kepada serangan balik untuk membuat peluang.

Kecepatan pemain-pemain Korea Selatan cukup dominan. Son Heung-min dan Hwang Hee-chan adalah dua pemain yang merepotkan lini pertahanan Swedia. Kalah postur tubuh dan kekuatan fisik diimbangi dengan kecepatan.

Sebetulnya, Korea Selatan sendiri punya inisiatif untuk lebih banyak menguasai bola. Sang pelatih, Shin Tae-yong menunjukkan bahwa mereka bisa menyajikan sepak bola modern. Bermain dengan skema dasar 4-4-2, Korea Selatan melakukan modifikasi bentuk tim ketika menguasai bola.

Kejutan yang paling menyenangkan ditunjukkan oleh Korea Selatan di babak pertama ketika melawan Swedia. Bermain dengan pola dasar 4-4-2, seperti yang disebutkan di atas, Korea Selatan menunjukkan bentuk yang modern.

Ketika menguasai bola, build up fase pertama, (dari kiper kepada bek tengah) Ki Sung-yeung, yang berposisi sebagai gelandang bertahan akan turun ke bawah, menempati ruang di antara bek tengah yang melebar. Dengan begitu, Korea Selatan membentuk pola 3 bek tengah. Cara bermain ini disebut salida la volpiana.

Ki Sung-yeung sendiri mengeksekusi peran ini dengan sangat baik. Sang kapten punya postur yang cukup tinggi dibandingkan rekan-rekannya yang membuatnya punya level pressing resistance yang baik. Selain itu, Ki memang punya kontrol bola di atas rata-rata. Ki punya kelebihan dalam umpan pendek.

Baca juga:  8 Besar Piala Dunia 2018: 3 Hal yang Perlu Diantisipasi

Bentuk ini membantu Korea Selatan berprogres dengan lebih lancar. Punya lebih banyak pemain di build up fase pertama, Korea Selatan bisa menghindari pressing dari dua penyerang Swedia. Lebih nyaman ketika membangun serangan dari bawah, Korea Selatan sempat menguasai pertandingan di babak pertama selama kurang lebih 20 menit.

Memenangi sebuah pertandingan memang tidak selalu bergantung kepada inisiatif menguasai bola dan banyak menyerang. Bermain disiplin ketika bertahan dan menyakiti lawan lewat serangan balik juga sebuah pilihan. Sama seperti Meksiko yang mengalahkan Jerman. Atau Portugal yang susah payah mengalahkan Maroko.

Bagi Korea Selatan, dengan cara bermain yang modern dan sayap-sayap yang cepat, mereka bisa memainkan dua cara bermain yang berbeda, penguasaan bola dan serangan balik. Bagaimana dengan Meksiko sendiri? Untuk laga Korea Selatan vs Meksiko, tim yang disebut kedua akan difavoritkan.

Menyandang status favorit dan butuh kemenangan untuk lolos secara langsung ke babak 16 besar, Meksiko seharusnya berinisiatif menguasai bola. Sederhana saja, Meksiko hanya perlu menghindari kecerobohan ketika menyerang. Untuk laga ini, mereka akan menjadi “Jerman” yang banyak menguasai bola. Mereka juga sudah belajar dari Jerman bahwa serangan balik itu punya daya merusak yang besar.

Adu serangan balik pun bisa tersaji di laga Korea Selatan vs Meksiko. Tinggal tim mana yang lebih efektif memanfaatkan peluang di depan gawang. Untuk soal ini, Meksiko sedikit lebih superior ketimbang Korea Selatan.