MOJOK.COInggris vs Panama | Nizhny Novgorod, Rusia| Live TransTV, K Vision, Usee TV | Minggu, 24/6 19.00 WIB | Prediksi: Inggris menang.

Inggris datang ke Piala Dunia 2018 dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Performa maksimal di babak kualifikasi Piala Dunia zona Eropa berhasil dibawa ke Rusia 2018. Melawan Tunisia, meski hanya mampu menang dengan skor 2-1, skuat asuhan Gareth Southgate menunjukkan cara bermian yang stabil.

Tak hanya skuat Inggris yang tengah diliputi rasa percaya diri tinggi. Para fans mereka pun optimis bahwa di Piala Dunia edisi kali ini, Inggris akan menjadi juara. “Football is coming home” adalah harapan yang dipegang teguh. Namun, sama seperti Liverpool, timnas Inggris selalu begitu di setiap kompetisi besar. Harapan, terlalu sering dikecewakan oleh kenyataan.

Setidaknya, untuk Piala Dunia kali ini, fans tim Tiga Singa boleh berharap tinggi. Cara bermain Inggris memang mengalami perbaikan di bawah Southgate. Manajer berusia 47 tahun tersebut membawa kesegaran ide untuk Inggris. Sebuah ide yang bakal kembali diujicobakan di laga Inggris vs Panama.

Inggris, kemungkinan masih akan bermain dengan skema dasar 3-5-2. Skema ini memberikan stabilitas untuk setiap lini. Setidaknya itulah yang terlihat di fase kualifikasi zona Eropa. Bermain dengan tiga pemain di belakang, Inggris menjadi lebih mudah melakukan progres serangan dari lini pertama. Sebuah pemandangan yang “asing” bagi timnas Inggris selama ini.

Baca juga:  Sudah Betul Manchester United Kalah dari Manchester City, Biar Liga Inggris Tetap Damai

Keberadaan “lima” di dalam skema 3-5-2 membuat skuat ini lebih stabil. Lima di dalam skema diisi oleh tiga gelandang yang tidak berdiri sejajar dan dua bek sayap yang agresif menyerang dan bertahan. Jordan Henderson yang mengisi base #6 atau gelandang bertahan mengontrol tempo dan alur. Posisi dan peran yang berhasil mengeluarkan kemampuan terbaik gelandang Liverpool tersebut.

Menemani Henderson, ada Dele Alli dan Jese Lingard. Henderson berposisi di belakang dua gelandang muda dan kreatif tersebut. Alli dan Lingard diberi kebebasan, biasanya berposisi dekat dengan Raheem Sterling dan Harry Kane di depan. Kombinsi bola pendek cepat di antara keempat pemain ini juga menjadi salah satu opsi menyerang yang lumayan sukses.

Untuk urusan width (pemain yang menyediakan diri di sisi lapangan untuk menerima bola), Inggris menggunakan kedua bek sayap, Kieran Trippier di kanan dan Ashley Young di kiri. Dua bek sayap ini punya kemampuan yang komplet. Agresif ketika menyerang dan seimbang ketika bertahan.

Tiga bek tengah, dua bek sayap, dan tiga gelandang Inggris bermain dengan koneksi yang baik. Misalnya ketika bola berada di kaki Trippier (bek sayap kanan), penguasaan bola bisa dengan mudah dipindahkan ke sisi lain menggunakan umpan pendek.

Henderson sebagai basis dan Alli/Lingard yang cair selalu menyediakan diri sebagai penerima umpan. Oleh sebab itu, ketika bermain dengan performa terbaik mereka, Inggris bisa terlihat begitu cair dengan kecepatan menyerang yang enak ditonton. Tentunya, dengan begitu, Inggris jadi lebih mudah masuk ke kotak penalti lawan dan membuat peluang sembari tetap stabil di lini tengah dan belakang.

Baca juga:  Sadio Mane, Kisah Sepatu Koyak dan Celana Pendek

Oleh sebab itu, laga Inggris vs Panama adalah sebuah wadah uji. Bukan maksud meremehkan Panama. Sayangnya, Panama adalah negara debutan yang sejauh ini belum berhasil menunjukkan kapasitas mereka untuk bertarung di level Piala Dunia. Di pertandingan sebelumnya, Panama sempat dibantai Belgia dengan skor 0-3.

Laga Inggris vs Panama juga akan dijadikan sebagai ajang gladi bersih. Persiapan akhir untuk laga paling penting di Grup G, Belgia vs Inggris. Eksperimen komposisi pemain mungkin akan dilakukan Southgate mengingat jadwal Inggris yang memang ideal. Dua kali melawan tim yang lebih lemah, untuk kemudian melawan tim yang satu level. Jadi, di dua pertandingan awal, Inggris bisa melakukan banyak eksperimen lanjutan.

Apakah Inggris bakal mencetak banyak gol ke gawang Panama? Sebaiknya begitu. Belgia mencetak tiga gol tanpa kebobolan. Jadi, mencetak lebih banyak gol, atau setidaknya menyamai Belgia, akan berguna untuk hitung-hitungan jumlah gol di klasemen sementara Grup G. Namun, yang paling penting tentu adalah kemenangan itu sendiri.

Inggris sudah bersalin muka di bawah asuhan Southgate. Setidaknya sudah berusaha. Jangan dinodai lagi dengan gagal mencegah kambuhnya penyakit lama Inggris, yaitu inkonsistensi.