MOJOK.CO Kontrak baru Paul Pogba sangat logis. Tim Manchester United yang lebih bahagia adalah proposal yang menarik. Sebuah usaha untuk menjauhkan Juventus dan Real Madrid.

Selamat ulang tahun Paul Pogba. Semoga sehat selalu dan terhindar dari kemalangan. Selamat juga untuk potensi kontrak baru yang kabarnya sudah sangat santer. Naik gaji selalu terdengar menyenangkan.

Opsi penghentian liga, termasuk Liga Inggris, adalah masuk akal. Virus corona tidak bisa diredam ketika orang sulit menerapkan anjuran social distancing. Meskipun memang, anjuran tersebut sangat sulit dilakukan di negara berkembang, seperti Indonesia. Namun setidaknya, otoritas Liga Indonesia patuh dengan anjuran untuk mengistirahatkan liga.

Bagi saya, pilihan untuk Liga Inggris cuma dua. Pertama, menghapus musim 2019/2020 secara penuh dengan dasar force majeure. Tidak ada juara dan degradasi. Semua harus ikhlas, termasuk Liverpool. Nyawa manusia tidak boleh ditawar. Kedua, memberikan gelar bagi Liverpool, tidak ada tim degradasi, dan jumlah peserta liga ditambah dengan tim promosi. Sekali lagi, tidak bisa ditawar. Semua harus ikhlas.

Penghentian liga secara penuh, bagi saya, adalah yang paling masuk akal. Mau ada juara, mau tidak, bukan itu masalahnya. Permasalahannya adalah, jika liga hanya libur dua minggu, pemain seperti Paul Pogba tidak akan bisa kembali ke kebugaran terbaik ketika liga sepak mula lagi. Seperti kata Wayne Rooney, pemain bukan kelinci percobaan. Mereka juga butuh “jeda dan aklimatisasi”.

Oleh sebab itu, anggap saja sekarang ini musim sudah berakhir. Waktunya memperkuat skuat lewat meja perundingan. Anggap saja, kelak, di September 2020 misalnya, tim-tim masuk masa pra-musim. Kalau pandemik virus corona belum mereda, sepak bola harus mengalah. Meniadakan liga selama satu tahun penuh pun tidak masalah. Mahal mana antara kesenangan sesaat dengan nyawa manusia?

Nah, berhubung tidak ada pertandingan, masuk akal ketika sebuah klub seperti Manchester United bekerja dalam senyap, seperti istilah Jokowi untuk virus corona, untuk memperkuat skuat. Salah satu caranya adalah memperpanjang kontrak Paul Pogba. Semua usaha Manchester United untuk menjauhkan tangan Juventus dan Real Madrid dari Pogba.

Baca juga:  Aplaus buat Orang yang Selalu Ambil Kesempatan dalam Kesempitan

Sebetulnya, salah satu klausul kontrak berbunyi bahwa Manchester United punya hak untuk memperpanjang kontrak Paul Pogba selama satu musim secara otomatis. Istilahnya one-year extension. Paul Pogba tidak bisa menolak. Namun, manajemen Manchester United tahu bahwa ada pasal yang harus diubah demi menjauhkan tangan Juventus atau Real Madrid.

Pasal yang dimaksud adalah soal rincian gaji. Beredar sebuah kabar kalau Paul Pogba akan diberi gaji hingga 400 ribu paun per pekan. Saat ini, pemain yang memenangi delapan piala bersama Juventus itu mengantongi 290 ribu per pekan. Jika per tahun, Pogba mendapat gaji 15 juta paun. Gaji Paul Pogba hanya kalah banyak dari David De Gea saja.

Kontrak baru Paul Pogba bersama Manchester United akan menjadikannya sebagai pemain dengan gaji tertinggi. Instrumen gaji, setidaknya, menggambarkan dua hal.

Pertama, pentingnya keberadaan Paul Pogba untuk Manchester United, setidaknya bagi Ole Gunnar Solskjaer. Kedua, menjauhkan proposal rival seperti Juventus. Belum tentu Juventus mau membakar 400 ribu paun per pekan untuk Paul Pogba. Gaji 400 ribu paun di Italia bisa untuk membayar dua pemain bagus. Entah kalau Real Madrid serius.

Manchester United yang “bahagia” juga proposal untuk Paul Pogba

Salah satu pemicu kabar hengkangkan Paul Pogba dari Manchester United adalah soal suasana hati. Konon, si pemain enggan berseragam United lagi karena performa kawan-kawannya yang jauh dari kata stabil. Konon, si pemain merasa “sendiran” memikul performa United secara tim.

Sebelum Liga Inggris dihentikan, Manchester United sedang menikmati masa-masa yang menyenangkan bersama Ole Gunnar. Bergabungnya Bruno Fernandes dan keberhasilan melepas beberapa pemain yang “tidak bahagia” membuat United menjadi tim yang berbeda. Para pemain yang ada dan diberi kepercayaan menjadi lebih bahagia ketika bermain.

Bruno Fernandes seperti bermain dengan semua napas yang dia punya. Fred, yang lebih banyak menjadi rekan Bruno di lapangan tengah menemukan pasangan yang bisa melengkapi dirinya. Kamu bisa menemukan buktinya di beberapa pertandingan MU melawan Manchester City dalam dua bulan terakhir. Potensi besar terasa ketika Paul Pogba ada di sana.

Baca juga:  5 Detik yang Memisahkan Arsenal dari Masa Depan

Fred yang ceroboh sudah tidak terlihat lagi. Pemain asal Brasil itu lebih “bisa dipercaya” di lapangan tengah. Dia tidak sembunyi dari duel-duel fisik, umpan-umpannya lebih akurat, determinasinya lebih terasa.

Ole Gunnar Solskjaer juga menemukan kebahagiaan dari bergabungnya Odion Ighalo. Pemain pinjaman yang sempat menjadi bahan ledekan karena datang dari Liga China itu langsung bisa bermain stabil. Dia sudah membuat tiga gol dan bermain sangat rapi di ujung babak kedua ketika MU mengalahkan City dengan skor 2-0. Ighalo punya peran penting di gol kedua MU.

Manchester United dengan pemain yang lebih bahagia dan punya pikiran positif memudahkan kerja Ole. Dari 10 laga terakhir, MU belum pernah kalah. Posisi lima masih bisa dipertahankan dan jarak dengan Chelsea di peringkat empat bisa dijaga dengan baik. Peluang lolos ke Liga Champions masih terbuka lebar, bahkan ketika memasukkan kasus FFP City ke dalam hitung-hitungan.

Perasaan pemain itu mudah menular. Terutama karena mereka intens bertemu setiap hari. Tim yang lebih bahagia lebih enak untuk bermain. Para pemain menjadi lebih ikhlas untuk berlari lebih jauh dan bergerak lebih cepat. Paul Pogba pasti menyadari perubahan itu. Pun, Pogba juga pasti sadar besarnya potensi trio: Paul Pogba, Bruno, dan Fred dengan Nemanja Matic dan Scott McTominay sebagai back-up.

Juventus atau Real Madrid memang menawarkan kesempatan besar untuk kembali menjadi “juara”. Tidak ada perasaan yang lebih memuaskan selain mengangkat piala di akhir musim. Namun, bagi pesepak bola, diberi sebuah situasi yang menjanjikan juga perasaan yang menyenangkan. Setidaknya, kini, Paul Pogba akhirnya bisa merasakannya di Manchester United.

Inilah yang membuat kontrak baru untuk Pogba menjadi sangat logis. Sebuah usaha yang baik untuk menjaga Manchester United tetap kompetitif kelak ketika virus corona bisa dibasmi dan kompetisi kembali bergulir.

BACA JUGA Manchester United Kini Lebih Bahagia Bersama Ole Gunnar Solskjaer atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.