MOJOK.CO Walau dihantui cedera, Messi berhasil mengantarkan kemenangan di laga Barcelona vs Leganes dengan skor 3-1.

Sebelum laga antara Barcelona vs Leganes, kekhawatiran soal kebugaran Lionel Messi sempat mengapung. Ernesto Valverde, sang pelatih, bahkan enggan berkomentar ketika awak jurnalis menanyakan perihal kesehatan Messi. Namun, Valverde menegaskan satu hal, yaitu Messi tetap akan bermain demi rekor yang tengah dikejar Blaugrana.

Valverde membuktikan pernyataannya. Messi bermain penuh ketika mengalahkan Leganes dengan skor 3-1. Bahkan, dengan momok cedera yang menghantui, ia mampu mencetak tiga gol. Memikul beban sebagai “pusat permainan” Barcelona, megabintang asal Argentina tersebut terlihat bermain tanpa beban cedera. Sebuah pemandangan yang tentunya menakjubkan.

Mengapa menakjubkan? Praktis, dari 31 laga di La Liga yang sudah dijalani Barcelona, Messi bermain sebanyak 28 kali dengan catatan 26 pertandingan sebagai pemain utama dan 2 kali masuk sebagai pemain pengganti. Dengan jeda pertandingan yang rapat, manajemen kebugaran terbukti sangat baik.

Namun, sampai kapan Messi harus dipaksa bermain ketika tubuhnya tengah tidak fit? Jawaban pertanyaan tersebut bisa sangat kompleks. Mengapa? Karena kita membicarakan sosok pemain terbaik di dunia, di mana dirinya sangat krusial dan punya pengaruh besar di ruang ganti.

Setidaknya ada tiga alasan yang membuat siapa saja pelatih Barcelona kesulitan “memaksa” pesepak bola berkaki kidal itu untuk duduk di bangku cadangan. Berikut penjelasannya.

Pertama, soal besarnya sosok Messi bagi skuat Barcelona. Semua pelatih yang pernah memegangnya secara penuh (bermain penuh selama satu musim), mulai dari Pep Guardiola, almarhum Tito Vilanova, Gerardo Martino, Luis Enrique, hingga Valverde, tak bisa tidak untuk mengistirahatkan sang pewaris nomor 10 Maradona di timnas Argentina tersebut.

Baca juga:  Menghitung Gaji dan Kekayaan Lionel Messi, Pemain Bola dengan Penghasilan Terbesar di Dunia

Pemain kelahiran 24 Juni 1987 tersebut berkembang menjadi sosok raksasa yang sulit untuk dikontrol oleh pelatih mana saja. Sulit dikontrol di sini terkait hal istirahat demi rotasi tim. ada semacam aturan tidak tertulis bahwa pemain berusia 30 tahun tersebut harus selalu bermain. Mendudukannya di bangku cadangan akan berdampak kepada kebahagiaan si pemain.

Tentu tak ada pelatih yang mau kursinya menjadi lebih panas karena “melawan” Messi.

Kedua, kontribusi yang selalu subur. Dari 28 pertandingan La Liga, Messi sudah mencetak 29 gol dan 12 asis. Dua catatan yang menjadikannya sebagai pemain dengan kontribusi gol terbaik di Liga Spanyol. Rata-rata gol pemain kelahiran Rosario, Argentina, tersebut tercatat satu gol setiap 89 menit. Lagi-lagi menjadi yang terbaik di Spanyol.

Di atas lapangan, keberadaannya sangat krusial. Ketika melawan Sevilla dan Barcelona tertinggal 2 gol, dirinya datang dari bangku cadangan untuk menjadi juru selamat. Ia memborong dua gol dan menyelamatkan Barcelona dari kekalahan.

Ketika melawan AS Roma di babak 8 besar Liga Champions, pesepak bola yang beristrikan Antonella tersebut Roccuzzo tersebut tidak bermain terlalu baik karena cedera yang membuatnya tak bisa bergerak leluasa. Namun, hanya dengan berada di dalam lapangan, Roma dipaksa harus selalu waspada. Membuat pemain Barcelona yang lain mendapatkan kebebasan yang mereka butuhkan.

Ketiga, perannya bagi cara bermain El Barca di bawah asuhan Valverde. Barcelona bersalin muka di bawah Valverde, dan perubahan tersebut terjadi dalam konteks yang positif. Perubahan tersebut, terutama dari cara menyerang, membutuhkan pergerakan dan visi Messi sebagai jembatan antar-lini. Ia menjadi ujung dari poros Marc-Andre Ter Stegen, Sergio Busquets, dan dirinya di sepertiga akhir lapangan.

Baca juga:  Menghitung Kekayaan Mathieu Flamini, Pemain Sepakbola Terkaya di Dunia

Singkat kata, ia adalah dinamo dari build-up yang dilakukan Barcelona. Semua pemain mengorbit, menyesuaikan diri dengan pergerakannya. Tanpa dirinya, cara bermain Barcelona akan berbeda di mana kebuntuan akan sulit untuk dipecahkan.

Melihat tiga alasan di atas, mengistirahatkan Messi akan menjadi dilema, terutama untuk Valverde. Maka bisa dilacak mengapa Valverde enggan berkomentar soal kebugaran pemain andalanya. Menjadi semakin masuk akal ketika ia tetap bisa bermain apik untuk membantu Barcelona membukukan rekor baru, yaitu 38 pertandingan tidak kalah.

Satu analisis di atas seharusnya cukup untuk menyelesaikan perdebatan konyol, yaitu mana yang lebih baik, Messi atau Cristiano Ronaldo? Atau perdebatan kedua, mana yang lebih jago, Barcelona atau Real Madrid?

Perdebatan utama yang membutuhkan jawaban adalah, mana yang lebih tangguh: Messi atau cedera? Dan coba jawab perdebatan kedua ini, lebih jago mana, antara Barcelona (tim kebugaran mereka tentu saja) dan cedera yang akan menyerang Messi?

Musuh bapak beranak tiga tersebut bukan Ronaldo, melainkan cedera. Ronaldo tak akan bisa menghentikan Messi, demikian juga sebaliknya. Keduanya hanya akan terhenti oleh cedera. Satu hal yang akan memanusiakan kedua pemain terbaik dunia saat ini.

Melihat performa Barcelona dan ketergantungan mereka kepada Messi, prestasi yang akan digapai di akhir musim adalah sejauh mana Barcelona bisa menjegal laju cedera yang sudah mengintip di balik tirai.



Loading...



No more articles