[MOJOK.CO] “Chelsea dan AS Roma akan menghadapi Setan di masing-masing liga. Mampukah mereka mengurung setan-setan tersebut?”

Chelsea dan AS Roma akan berhadapan dengan lawan-lawan yang merepotkan. Kebetulan, keduanya akan menghadapi para setan di liga masing-masing: Manchester United dan AC Milan. Kebetulan juga, keduanya sudah masuk dalam fase dekaden. Yang satu mengandalkan kiper, yang satu tengah sibuk menampik berita kebangkrutan.

Chelsea vs Manchester United (Minggu, 25 Februari 2018, 21:00 WIB)

Setelah dengan mengejutkan dibantai Watford dengan skor 4-1, Antonio Conte melakukan pembenahan yang cukup spesifi. Terutama di lini depan, di mana Alvaro Morata mengalami penurunan performa dan Olivier Giroud masih butuh waktu untuk beradaptasi setelah bergabung dari Arsenal.

Tanpa dua striker utama, Chelsea banyak menggunakan Eden Hazard sebagai false 9, diapit Willian Borges di sisi kanan dan Pedro Rodriguez di sisi kiri. Pemosisian diri Willian dan Pedro sendiri sangat cair. Keduanya sering bertukar tempat sesuai situasi.

Dan tentu, ruang gerak Hazard tidak dominan berada di tengah. Pemain asal Belgia tersebut banyak bergerak ke sisi kiri. Sisi bermain favoritnya. Ketika Hazard bergeser ke sisi kiri, Willian banyak bergerak ke tengah.

Perubahan posisi ini, biasanya terjadi dengan cepat, misalnya dalam fase serangan balik. Dengan begitu, Willian banyak mendapatkan ruang bebas ketika ia masuk ke tengah. Ruang bebas tersebut tercipta karena blok pertahanan lawan yang tertarik oleh pergerakan Hazard. Dengan ruang bebas di depan kotak penalti, Willian mendapatkan banyak waktu untuk membidik gawang.

Ketika melawan Hull City, dua tembakan Willian dari depan kotak penalti berbuah gol, sementara satu tembakannya membentur tiang. Sementara itu, ketika melawan Barcelona, terjadi kebalikannya. Dua tembakan mengenai tiang, sedangkan satu sepakan mendatar menjadi gol.

Baca juga:  Liverpool ke Final Liga Champions: Ketika AS Roma Tidak Efektif di Muka Gawang Lawan

Kecepatan pergerakan lini depan Chelsea sangat memengaruhi tingkat konversi siap saja yang mendapatkan kesempatan di depan gawang. Kecepatan inilah yang akan sangat berbahaya bagi Manchester United.

Tentunya, tak selamanya United bisa mengandalkan tangan sakti David De Gea. Sebagus-bagusnya De Gea, tanpa sistem bertahan yang kompak, gawang United akan menjadi sasaran bidik yang empuk. Apalagi, Giroud sudah mencetak gol bagi Chelsea ketika menjamu Hull. Keberadaan Giroud menambah variasi lini depan The Blues.

Chelsea menunjukkan dua wajah ketika menjamu Hull dan Barcelona di ajang Liga Champions. Melawan Hull, keberadaan Giroud sangat berguna ketika berusaha mempertahankan bola di sepertiga akhir lapangan. Pemain asal Prancis tersebut adalah salah satu striker dengan kemampuan hold-up play (menjadi tembok untuk umpan satu-dua) terbaik di dunia.

Ketika melawan Barcelona, anak asuh Conte menunjukkan bahwa mereka sangat berbahaya ketika masuk dalam fase serangan balik. Seperti dijelaskan di atas, pergerakan Hazard dan Willian sangat menyulitkan para bek dan gelandang bertahan.

United sendiri, sampai hingga ditahan Sevilla, masih belum punya lini tengah yang (kembali) solid. Faktor non-teknis dalam diri Pogba dan Jose Mourinho terbukti sangat merugikan. Koordinasi yang masih kacau akan membuat kekuatan setan United lesap di rumah Chelsea. Tolong ini dicatat: United bisa memberi ancaman ketika pemain-pemain di lini depan bisa tampil superior dari aspek individu, bukan tampil sebagai sebuah tim yang utuh.

Prediksi Mojok Institute: Chelsea 2-0 Manchester United

AS Roma vs AC Milan (Senin, 26 Februari 2018, 02:45 WIB)

Baca juga:  Jika Pertandingan Liga Inggris Arsenal vs Manchester United Disiarkan TVRI Zaman Dulu

Senin (26/2) dini hari waktu Indonesia, Stadion Olimpico bisa menjadi “rumah hantu” bagi sang tuan rumah. Meski tak selalu bermain sempurna, tolong pembaca pegangan sesuatu karena ini mengagetkan, AC Milan belum pernah kalah di 10 pertandingan terakhir. Catatan impresif ini terdiri dari tujuh kemenangan dari tiga hasil imbang.

Namun, ada detail kecil yang membuat Mojok Institute resah. Pasalnya, Milan bermain impresif ketika bertemu tim besar di rumah sendiri. Tercatat, Milan berhasil menang melawan saudara-sekota-yang-tak-perlu-disebut-namanya dan Lazio. Ketika bertandang, Milan ditundukkan Napoli dengan skor 2-1. Paling banter, Milan berhasil menahan imbang Fiorentina dengan susah payah.

Catatan tandang di rumah tim besar, sedikit banyak memberi gambaran performa Milan di Senin dini hari nanti. Apalagi, lini depan Roma hampir selalu bisa menciptakan peluang emas, bahkan ketika mereka kalah menyakitkan di kandang Shakhtar Donetsk.

Sorot kamera tentu akan mengarah kepada Cengiz Under, wonderkid Roma yang tengah berada dalam performa terbaik. Pemain berusia 20 tahun tersebut sudah mencetak lima gol dari empat pertandingan. Cengiz sangat cakap mempertahankan bola ketika ditekan lawan di ruang sempit. Kemampuannya melepas tembakan diagonal dari jarak jauh juga sebuah opsi bagi Roma untuk membuat kesempatan.

Jika Roma mampu tampil stabil selama 90 menit, kesempatan Milan untuk memetik gol akan semakin tipis. Yang perlu dibenahi Roma adalah koordinasi bertahan di sisi kanan, terutama ketika menerima serangan balik. Ingat, Milan punya pembidik-pembidik jarak jauh yang mumpuni dalam diri Suso dan Hakan Calhanoglu.

Prediksi Mojok Institute: AS Roma 3-1 AC Milan



Tirto.ID
Loading...

No more articles