MOJOK.COLiverpool hampir selalu menderita di FA Cup. Kini, mereka kudu meladeni Manchester United ketika Manchester City dapat undian ringan.

Sungguh aneh rasanya ketika ada fans Manchester City meledek fans klub lain dengan bilang, “Iri bilang bos!”. Klub aneh ini seperti bocil tidak stabil yang sombong karena duit orang tuanya. Pengin ikut main sama anak-anak lain tapi faktanya dia nggak punya teman.

Fans Liverpool dan Manchester United memang “bermusuhan”. Rivalitas mereka selalu panas sepanjang sejarah sepak bola Inggris. Namun, mereka menemukan keseruan dari rivalitas itu. Ketika fans City hendak nimbrung di circle mereka, fans Liverpool dan United seakan-akan bilang: “Ini anak kenapa sih. Caper banget.”

Faktanya memang begitu. Fans Manchester City punya suara paling sumbang. Ketika memenangi sesuatu, fans lain cuma akan bilang, “Ohh, gitu. Ya udah.” Nggak ada yang istimewa.

Oleh sebab itu, meskipun City memenangi ratusan piala dalam satu musim, fans Liverpool dan Manchester United cuma akan tersenyum kecil. Bukan ikut bangga, tapi dalam hatinya menertawakan sifat kekanak-kanakan fans City. “Jangan diledekin, ntar dia tantrum kita sendiri yang repot. Dia kalau tantrum biasanya korek-korek pasir. Kayak kucing mau eek.”

Ketika City mendapat undian yang ringan di FA Cup, bukan hanya fans Liverpool dan Manchester United yang maklum. Mungkin semua fans sudah maklum kalau “anak emas” memang akan selalu dapat kemudahan. Nggak cuma di kompetisi lokal, Manchester City selalu dapat undian grup yang empuk di Liga Champions.

Gobloknya, meskipun selalu mendapat undian ringan, Manchester City hampir selalu gagal ketika (akhirnya) bertemu lawan sepadan. Nggak cuma di kompetisi lokal, tapi juga di Liga Champions. Seakan-akan Tuhan ingin berkata, “Aku ora turu, cah! Tenangno pikirmu. Sing “jahat” pasti kalah.”

Manchester City klub “jahat”? Ahh, nggak usah pasang muka kaget begitu. Silakan saja masukkan kata kunci Manchester City, UEFA, dan korupsi di kolom pencarian Google. Seru.

Untuk FA Cup sendiri, Liverpool memang bisa dikatakan “sial” banget. Di babak keempat FA Cup, mereka sudah harus menjamu Manchester United. Bandingkan dengan Manchester City yang cuma akan meladeni Cheltenham. Sebuah klub yang pastinya asing di telinga fans sepak bola kecuali mereka yang kecanduan main Football Manager.

Liverpool memang sial di FA Cup. Dalam delapan gelaran terakhir, mereka menghadapi tujuh klub divisi tertinggi Liga Inggris. Tiga di antara tujuh klub tersebut adalah Manchester United, Chelsea, dan Everton. Klub yang lain adalah Wolves.

Sementara itu, Manchester City menghadapi Cheltenham, Rotherham, Swansea, Sheffield Wednesday, Port Vale, dan Newport. Saya nggak tahu ini Newport adalah klub sepak bola atau merek minuman beralkohol yang bisa bikin gila kalau kebanyakan diminum.

Manchester City memang pernah menjadi juara, tepatnya di FA Cup musim 2018/2019. Lawan-lawan mereka adalah Rotherham, Burnley, Newport, Swansea, Brighton, dan Watford. Hebat ya.

Tapi, kalau ketemu lawan berat, mereka langsung rontok, misalnya di FA Cup musim 2017/2018. Mereka menang dari Burnley dan Cardiff City, untuk kemudian kalah dari Wigan di babak ketiga. Mungkin mereka kaget ketika ketemu lawan berat karena biasanya dapat undian gampang.

Saya curiga, penderitaan di undian inilah yang membuat Jurgen Klopp nggak pernah serius ketika Liverpool bermain di FA Cup. Ketika jadwal cukup padat dan beberapa pemain tim utama kelelahan, Klopp tidak pernah ragu untuk menurunkan skuat akademi. Nggak masalah kalah, tapi menang di kompetisi lain.

Termasuk di FA Cup 2020/2021 ini. Bisa jadi Liverpool akan menurunkan tim akademi ketika menghadapi Manchester United. Pada 17 Januari, Liverpool akan menjamu Manchester United di kompetisi Liga Inggris. Kedua klub akan bertemu lagi pada 23 Januari untuk FA Cup.

Celakanya, saat ini, Manchester United punya peluang untuk merusak usaha Liverpool memenangi kompetisi Liga Inggris dan (mungkin) FA Cup. Perolehan poin mereka di klasemen sangat rapat dengan United masih menyimpan satu pertandingan.

Masuk akal ketika Klopp “melepas” kompetisi FA Cup. Masuk akal juga kalau Liverpool lebih mendahulukan kompetisi Liga Inggris. Secara mereka menyandang status juara bertahan. Dan, ada pula anggapan bahwa juara Liga Inggris lebih prestisius ketimbang juara FA Cup.

Kelak, ketika kalah dari Manchester United di FA Cup, Klopp pasti pasang tampang sedih. Namun, jauh di dalam lubuk hatinya, mungkin terasa kelegaan karena jadwal Liverpool menjadi lebih lega. Maklum, musim ini, The Reds menjadi salah satu klub dengan catatan cedera terbanyak.

Akhir kata, untuk bocil Manchester City, lebih baik diam dan syukuri undian yang ringan ini. Bisa jadi di babak selanjutnya City akan ketemu Millwall lalu kalah karena kaget ketemu tim yang lebih besar namanya. Ntar tantrum lagi. Korek-korek pasir kayak kucing mau eek.

BACA JUGA Manchester United Ternyata Kalah Kelas dari Manchester City, Si Perusak Anus UEFA dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Baca juga:  Manchester United Layak Menyandang Status ‘The Best of the Rest’ Seperti Kata Roy Keane