MOJOK.COLiga Inggris bukan Manchester City dan United, Liverpool, Chelsea, atau Arsenal saja. Ada 3 tim promosi dengan materi menarik yang perlu dipertimbangkan.

Tanggal 9 Agustus 2018, Liga Inggris akan resmi sepak mula. Sorotan jelas akan mengarah kepada tim-tim tradisional yang menguasai papan atas selama beberapa tahun. Manchester City, Liverpool, Tottenham Hotspur, Manchester United, Arsenal, dan Chelsea adalah nama-nama klub yang akan diburu jelang musim dimulai.

Datangnya pemain baru, pelatih baru, dan cara bermain yang jelas akan baru menjadi daya tarik. Apalagi, Liga Inggris musim 2018/2019 akan dibukan dengan laga seru antara Manchester City melawan Arsenal. Siapa yang akan menjadi juara adalah narasi yang bakal banyak kamu temui di media. Namun, Mojok Institute berusaha menawarkan sesuatu yang berbeda.

Mojok Institute akan menyajikan profil tiga tim yang baru saja promosi. Alasannya, sepak bola tidak hanya seru ketika berbicara soal tim juara. Aura greget juga terasa ketika memperkirakan klub yang akan tergelincir masuk ke jurang degradasi. Tim-tim promosi biasanya masuk dalam daftar perkiraan ini. Namun, apakah benar, tiga tim ini memang akan terjerembab di akhir musim?

Wolverhampton Wanderers

Divisi Championship atau Divisi Dua Liga Inggris punya peserta yang lebih banyak dibandingkan Divisi Liga Primer. Untuk menghabiskan satu musim, sebuah tim harus bertanding sebanyak 46 kali. Sementara itu, di Liga Primer Inggris, Manchester City misalnya, hanya harus menyelesaikan 36 pertandingan saja untuk menjadi juara.

Untuk Divisi Championship, Wolverhampton Wanderers berhasil menjadi juara. Melewati 46 pertandingan Wolverhampton Wanderers, atau yang juga disebut sebagai Wolves, hanya kalah tujuh kali, dengan catatan 30 kemenangan dan sembilan kali hasil imbang. Selain jumlah kemenangan yang fantastis, Wolverhampton juga membuat catatan manis lainnya.

Wolverhampton unggul cukup jauh dalam aspek selisih gol. Mereka mencetak 82 gol dan kebobolan 39 kali. Artinya, selisih gol Wolverhampton mencapai 43, unggul 13 gol dari Cardiff City di posisi kedua. Memang, level dan intensitas Championship masih di bawah Liga Primer. Namun, catatan bagus ini menggambarkan daya tahan dan konsistensi Wolverhampton.

Baca juga:  3 Alasan Arsenal Meminjamkan Kembali Saliba ke Saint-Etienne

Untuk musim 2018/2019 di Liga Primer, Wolverhampton bakal datang dengan komposisi pemain yang mumpuni. Mulai dari Rui Patricio di bawah mistar gawang, Kortney House bek muda potensial, Ruben Neves salah satu pemain terbaik Championship musim lalu, Joao Moutinho gelandang berkualitas dan berpengalaman, dan Diogo Jota winger muda yang didatangkan dari Atletico Madrid.

Ketika memutuskan bergabung dengan Wolverhampton, Ruben Neves dianggap salah memilih klub. Namun, pemain muda asal Portugal ini memberi bukti bahwa dirinya berjalan di jalur karier yang tepat. Jika tetap konsisten seperti musim lalu, Ruben Neves bakal menjadi pemain kejutan di Liga Primer 2018/2018.

Cardiff City

Neil Warnock, pelatih Cardiff City, baru saja mencatatkan rekor delapan kali membawa sebuah tim promosi ke Liga Primer. Sejarah naik dan turun ini tentu tidak baik untuk dijadikan tolok ukur sebuah klub. Apalagi untuk membuat perkiraan nasib Cardiff City di Liga Inggris 2018/2019 nanti.

Ingatan soal Cardiff adalah ingatan yang kurang menyenangkan ketika mereka terdegadasi di musim 2013/2014. Musim mereka sudah ditentukan begitu pagi. Kekalahan demi kekalahan, memastikan Cardiff menjadi juru kunci bahkan ketika musim masih jauh dari kata usia. Sejak saat itu, hampir semua pemain hengkang, kecuali Aaron Gunnarsson.

Bek yang juga bisa bermain sebagai gelandang bertahan berusia 29 tersebut bakal menjadi tulang punggung. Sebuah beban yang berat, meskipun Cardiff akan melewati tiga pertandingan awal Liga Inggris dengan relatif mudah. Mereka dijadwalkan akan menghadapi Bournemouth, Newcastle United, dan Huddersfield Town.

Neil Warnock banyak menggunakan skema dasar 4-2-3-1. Kekuatan utama dari cara bermain Warnock ada di dua sisi lapangan yang diisi Junior Hoilett dan Nathaniel Mendez-Laing. Hoilett sendiri menegaskan Warnock adalah pelatih yang bagus. berkat Warnock, Hoilett menemukan kembali kebugaran dan konsisten. Torehan 11 gol Hoilett sudah cukup menjadi bukti.

Baca juga:  Kabar Baik, Arsenal Women Gantikan Arsenal Man Musim Depan

Fulham

Fulham, adalah yang “paling” mengejutkan di Liga Inggris sejauh ini. Setidaknya di jendela transfer ketika Fulham membeli pemain-pemain baru dengan profil kelas dunia.

Nama-nama kelas elite terbentang dari Jean Michael Seri, Andre Schurrle, Aleksandar Mitrovic, Alfie Mawson, hingga Fabri penjaga gawang berpengalaman. Nama Jean Michael Seri sempat dihubungkan dengan beberapa klub besar. Mulai dari Barcelona, Liverpool, hingga Arsenal. Namun, di menit-menit akhir, justru Fulham yang mendapatkan tanda tangan gelandang berusia 26 tahun itu.

Andre Schurrle adalah salah satu gelandang sayap berkualitas milik Jerman. Pemain berusia 27 tahun tersebut adalah pemain yang mengirim asis untuk gol Mario Gotze di final Piala Dunia 2014. Memang, performanya sempat menurun ketika memperkuat Borussia Dortmund. Namun, jika Fulham mampu mengangkat performanya di Liga Inggris, Schurrle akan menjadi salah satu pemain kejutan. Sama seperti ketika Kevin De Bruyne dibuang Chelsea untuk sukses bersama Manchester City.

Sementara itu, Mitrovic adalah penyerang dengan profil yang menarik. Pemain asal Serbia tersebut punya pengalaman bermain di Liga Inggris bersama Newcastle. Memang tidak mengilap, namun Mitrovic bisa dipercaya untuk bisa tampil selalu penuh determinasi. Tiga pemain ini, ditambah Mawson, akan menjadi inti kekuatan Fulham musim depan.

Jangan lupakan juga bek kiri Fulham, Ryan Sessegnon yang menjadi penampil terbaik mereka musim lalu. Catatan 16 gol dan lima asis adalah bukti tidak terbantahkan bahwa potensinya sungguh besar. Kamu tahu, Ryan Sessegnon berposisi sebagai bek kiri, yang juga bisa bermain sama baiknya ketika tampil sebagai bek sayap kiri atau sayap kiri. Usianya masih 18 tahun. Bisa dibayangkan potensi besarnya yang akan mengejutkan Liga Inggris.

Itulah tiga klub promosi di Liga Inggris. Melihat materi pemain yang ada, Wolverhampton Wanderers dan Fulham punya peluang besar untuk bertahan. Cardiff City? Pekerjaan begitu berat sudah menanti mereka.



Tirto.ID
Loading...

No more articles