MOJOK.COSetelah mengalahkan Myanmar, timnas Indonesia U-16 akan menghadapi Vietnam. Laga berat selanjutnya yang wajib dimenangi timnas U-16.

Sebelum melawan Myanmar U-16 di Piala AFF U-16, pelatih timnas Indonesia U-16, Fachry Husaini mengungkapkan bahwa anak-anak asuhnya akan bermain dengan penuh determinasi. Mantan pemain tim nasional tersebut tidak gentar dengan catatan buruk yang disimpan oleh timnas Indonesia U-16 ketika menghadapi Myanmar.

Catatan buruk yang dimaksud adalah dua kekalahan yang terjadi pada tahun 2002 dan 2005. Dua kakalahan yang masih terasa memilukan. Timnas Indonesia U-16 kalah dengan skor 0-6 dan 1-6. Hasil imbang didapat ketika Piala AFF U-16 digelar di Thailand. Timnas Indonesia U-16 hanya bisa bermain imbang dengan skor 2-2 ketika menghadapi Myanmar.

Fachry Husaini tak mau ambil pusing dengan catatan itu. Dirinya tetap optimis bahwa Garuda Muda timnas Indonesia U-16 bisa mengalahkan Myanmar. “Kalau saya sebagai pelatih tidak optimis, buat apa saya di timbas U-16? Kami ingin bermain dengan cara kami. Saya yakin Myanmar sudah berubah, seperti kami juga melakukan perubahan,” tegas Fachry seperti diberitakan bola.kompas.com.

Optimisme tinggi itulah yang memang disajikan anak-anak timnas Indonesia U-16 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Determinasi tinggi khas anak-anak muda sudah terlihat sejak sepak mula. Timnas Indonesia U-16 menunjukkan sikap yang sangat positif di tengah laga yang berat. Pressing ketat sepanjang waktu dipertontonkan dengan tuntas.

Baca juga:  Klasemen Liga 1: “High Risk, High Gain” Persib Bandung Setelah Bhayangkara FC Kalah

Memang, Myanmar beberapa kali mengancam lewat serangan balik. Serangan Myanmar terasa begitu berbahaya lantaran anak-anak timnas Indonesia U-16 tidak disiplin ketika menjaga garis pertahanan terakhir. Beberapa kali, pemain depan Myanmar bisa mengakali jebakan offside dan menciptakan situasi satu lawan satu dengan kiper.

Kecepatan dan akselerasi adalah dua hal yang paling sering terlihat dari laga ini. kecepatan pula yang membuat timnas Indonesia U-16 unggul terlebih dahulu pada menit ke tujuh. Bagus Kahfi yang bergerak lebih dulu dari bek Myanmar, berhasil merangsek ke kotak penalti. Satu lawan satu dengan kiper, tanpa buang waktu, Bagus Kahfi mengarahkan bola menggunakan kaki kanannya.

Gol kedua dicetak dengan proses yang tak kalah cantik. Menerima umpan daerah, Bagus Kahfi bisa mengontrol bola dengan sempurna. Baik ketika mengontrol bola jauh dengan dada maupun ketika malakukan sentuhan lembut menggunakan punggung kaki kanan ketika masuk ke kotak penalti. Menang sprint dengan bek Myanmar, Bagus Kahfi masuk ke kotak penalti.

Kontrol yang sempurna memungkinkan Bagus Kahfi menembak bola dengan jarak yang pas. Kiper Myanmar yang terlanjur maju pun tak sempat menutup jarak. Proses yang cantik itu beralaskan determinasi untuk meladeni sepak bola cepat ala Myanmar. Sungguh sayang, kemenangan timnas Indonesia U-16 dinodai oleh kepemimpinan wasit yang penuh cela.

Myanmar mendapatkan hadiah penalti lewat proses yang sungguh buruk. Ketika kiper timnas Indonesia U-16, Ernando menguasai bola dan hendak melakukan serangan cepat, salah satu pemain Myanmar melakukan gangguan. Reflek, untuk melindungi bola, kiper muda itu mendorong balik pemain Myanmar menggunakan tubrukan. Lengan Ernando yang pertama kali bersentuhan dengan badan pemain Myanmar.

Baca juga:  Mitos Foto Bertiga dan Implementasinya dalam Misi Balas Dendam Mantan Kekasih

Sentuhan yang diawali oleh gangguan pemain Myanmar sendiri dianggap pelanggaran oleh wasit. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh anak-anak timnas Indonesia U-16 selain menerima keadaan. Penalti tidak sempurna pemain Myanmar, sayang sekali, gagal diantisipasi Ernando. Padahal, kiper yang bernama lengkap Ernando Ari Sutaryadi sudah menebak arah tendangan dengan tepat.

Setelah skor menjadi 2-1, timnas U-16 sebenarnya mendapatkan banyak peluang menambah keunggulan. Sayang sekali, beberapa peluang menjadi mentah lantaran gagal ketidakmatangan membaca situasi. Kegagalan yang masih bisa dimaklumi lantaran darah yang anak muda yang mendidih itu masih sulit diredam.

Kemenanga atas Myanmar ini sukses mengantarkan timnas Indonesia U-16 menduduki puncak klasemen Grup A. Anak-anak asuh Fachry Husaini ini mengumpulkan poin yang sama dengan Vietnam U-16. Namun, timnas U-16 unggul selisih gol setelah sama-sama menang dua kali dari dua pertandingan.

Oleh sebab itu, laga selanjutnya bisa dibilang menjadi penentuan pemuncak klasemen Grup A. Kamis (2/8), timnas Indonesia U-16 akan menghadapi Vietnam. Sama seperti laga melawan Myanmar, timnas U-16 tidak boleh kalah dari rival terdekat mereka. Maklum, dua laga sisa selanjutnya, timnas Indonesia U-16 hanya akan menghadapi Timor Leste dan Kamboja.

Sapu bersih semua laga adalah tugas wajib. Memang berat, apalagi seharusnya untuk usia muda, hasil akhir bukan segalanya. Perkembangan pemain dan menumpuk pengalaman adalah dua hal penting yang disasar.

Baca juga:  Netizen Asyik Bandingkan Penanganan Pandemi di Indonesia dengan China, Vietnam, dan Selandia Baru

Inilah jadwal timnas Indonesia U-16 selanjutnya: