MOJOK.CO – Laga Tunisia vs Inggris berjalan berat bagi tim yang lebih diunggulkan, Inggris. Butuh dua gol identik dari Harry Kane untuk membawa Inggris memenangi pertandingan.

Laga Tunisia vs Inggris dimulai dengan pameran akselerasi dan pergerakan tanpa bola yang sangat baik dari tim asuhan Gareth Southgate. Inggris memang datang ke Piala Dunia 2018 dengan kepercayaan diri yang tinggi setelah tampil sangat stabil sejak babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa. Inggirs juga bermain apik ketika melewati beberapa kali uji tanding.

Inggris menjadi pemuncak Grup F babak kualifikasi Piala Dunia. Catatan mereka sangat istimewa, dengan nol kekalahan, 8 kemenangan, dan 2 imbang, dari 10 pertandingan. Tim ini juga tajam di depan gawang setelah mengumpulkan 18 gol dan hanya 3 kali kebobolan. Catatan impresif, yang selalu dicatatkan Inggris selama ini.

Southgate menggunakan pola dasar 3-5-2 di dua uji tanding menghadapi Belanda dan Italia. Nampak belum sempurna, namun Inggris mampu bermain stabil dan kompak. Inggris memang menjadi lebih pasif, terutama ketika menghadapi lawan yang superior. Namun di sepak bola, menjadi pasif tidak selalu berarti buruk.

Inggris menunjukkan satu atribut penting untuk kompetisi jangka pendek, yaitu tangguh di lini pertahanan. Kerja pertahanan yang baik, setidaknya menjamin Inggris tidak kalah.

Tiga bek tengah yang banyak digunakan oleh Southgate adalah John Stones, Harry Maguire, dan Kyle Walker. Ketiganya adalah jenis bek yang nyaman menguasai bola dan cukup kreatif untuk mendistribusikan bola ketika ditekan oleh penyerang lawan. Ketiganya punya koneksi yang baik dengan Jordan Henderson, yang bermain sebagai gelandang bertahan.

Baca juga:  Benzema Menggangap Dirinya Mobil F1, tapi Giroud yang Gokart Menang Piala Dunia

Melawan Tunisia, skuat Tiga Singa “sedikit dikejutkan” di atas lapagan ketika sang lawan berani bermain dengan ciri penguasaan bola. Namun, jika mengutip ucapan pelatih Tunisia, Nabil Maaloul, Tunisia memang sudah menyiapkan hati untuk bermain dengan cara mereka sendiri.

“Kami tahu kami berada dalam grup yang sangat sulit, tetapi kami telah meningkatkan permainan kami, terutama soal kekuatan fisik kami,” kata Maaloul, Pelatih Tunisia. Untuk ajang Piala Dunia, sangat disayangkan jika bermain begitu defensif tapi akhirnya kalah dan tersingkir sejak awal. Tunisia ingin dikenang sejarah, paling tidak bisa menampilkan terbaik yang bisa mereka lakukan.

Meski Inggris punya pertahanan yang cukup tangguh, yang namanya sial memang merusak segalanya. Inggris unggul terlebih dahulu lewat kaki Harry Kane, memanfaatkan bola rebound hasil sundulan bek Inggris yang mampu ditepis kiper Tunisia. Setelah gol tersebut, Inggris bisa bertahan dengan tenang dengan tidak selalu meladeni tempo cepat Tunisia.

Sial, satu umpan silang Tunisia dari sisi kiri pertahanan Inggris, mampir di dekat Kyle Walker. Bek asal Tottenham Hotspur itu sebenarnya hanya mencoba untuk menutup ruang supaya pemain Tunisia tidak mengejar umpan silang tersebut. Sayang, tangan kanan Walker justru membentur wajah pemain Tunisia. Hadiah penalti yang dihadiahkan untuk Tunusia dieksekusi dengan baik. Skor imbang 1-1.

Paham bahwa mereka harus menang, terutama setelah Belgia mengalahkan Panama dengan skor 3-0, Inggris membuat banyak peluang. Pada dasarnya, Inggris memang mudah masuk ke kotak penalti Tunisia untuk membuat peluang. Bahkan, Inggris menjadi tim pertama di Piala Dunia 2018 yang mampu membuat 10 peluang gol hanya di babak pertama saja.

Baca juga:  Jika VAR Digunakan di Indonesia, Mungkin Tidak Ada Manfaatnya

Pergerakan tanpa bola Jesse Lingard dan Dele Alli menjadi kanal serangan paling enak untuk Inggris. Jordan Henderson sangat terbantu dengan dinamisnya pergerakan kedua pemain tersebut. Umpan-umpan Henderson dari lini tengah sangat mudah menemui sasaran dan menjadi peluang. kembali, boros peluang, Inggris kesulitan menambah gol.

Sepanjang babak kedua laga Tunisia vs Inggris, bahkan hingga lebih dari menit 80, Tunisia mampu meredam pemain-pemain Inggris yang eksplosif di babak pertama. Inisiatif yang lebih banyak menguasai bola membuat Inggris tidak terlalu dominan dalam hal penciptaan peluang. ketika menyerang, Tunisia banyak memanfaatkan ruang di antara bek tengah dan bek sayap Inggris. Bermain dengan skema 3-5-2, di antara bek tengah dan bek sayap yang naik menyerang memang tercipta ruang.

Selain lebih berani menguasai bola, Tunisia juga lebih rapat ketika bertahan, sangat berbeda dengan performa mereka di babak pertama.

Di tengah kebuntuan laga Tunisia vs Inggris, bola mati, tepatnya tendangan sudut menjadi solusi. Dan kembali, bola rebound jatuh ke kepala Kane di tiang jauh. Melihat proses gol kedua Kane, sangat jelas kalau skenario tendangan pojok ini sudah dilatih. Tanpa banyak kesulitan, Kane mencetak gol keduanya. Skor 2-1 untuk Inggris bertahan hingga akhir pertandingan.