Drama Conte x Allegri x Zidane: Serie A Memang Tak Pernah Mengecewakan

Drama Conte x Allegri x Zidane: Serie A Memang Tak Pernah Mengecewakan MOJOK.CO

Drama Conte x Allegri x Zidane: Serie A Memang Tak Pernah Mengecewakan MOJOK.CO

MOJOK.CODrama Conte, Allegri, dan Zidane. Pada titik tertentu, Serie A memang tak pernah mengecewakan. Sudah membara sejak perebutan pelatih baru!

Serie A beberapa musim terakhir ini memang tak pernah mengecewakan. Rerata gol semakin tinggi. Permainan di atas lapangan semakin modern. Semakin enak ditonton. Banyak pemain muda yang muncul dan menebar pesona. Istilah “Serie A membosankan” itu sudah usang.

Bahkan ketika liga sudah berakhir. Banyak yang menunggu perpindahan pemain. Aktivitas menegangkan yang selalu mewarnai jendela transfer musim panas. Kali ini, drama musim panas dimulai dari perpindahan pelatih yang bisa mengubah peta kekuatan Serie A musim depan.

Mereka yang memulainya adalah Antonio Conte, Max Allegri, dan (kemungkinan) Zinedine Zidane. Tiga pelatih yang namanya sangat lekat dengan Serie A dan narasi kejayaan masa lampau. Sebuah awalan yang baik untuk musim panas yang bakal membara.

Dimulai dari Conte, di mana setiap tahun dirinya selalu dikaitkan dengan berita angkat kaki dari Inter. Hubungan Conte dengan mananjemen memang seperti orang lagi sakit demam: kadang panas, kadang dingin. Kini, setelah menjadi juara Serie A bersama Inter, pelatih asal Italia itu memutuskan untuk mundur.

Konon, manajemen Inter tidak bisa menjamin gairah Conte untuk memenangi Liga Champions. Manajemen tidak bisa begitu saja berinvestasi dalam jumlah besar untuk mengejar ambisi itu. Selain soal ketersediaan dana, manajemen juga perlu menjual pemain demi mengumpulkan dana senilai 80 juta euro.

Maka, perceraian pun terjadi dan nama Max Allegri masuk ke dalam bursa pelatih baru Inter. Apakah masuk akal?

Budi Windekind, fans Inter sekaligus redaktur Fandom mengungkapkan sebuah pertanyaan yang menggelitik. Budi mempertanyakan apakah Allegri tidak akan menuntut skuat yang lebih kompetitif untuk Liga Champions? Apalagi, dari sisi gaji, yang diterima Allegri juga cukup tinggi. Saat ini, Conte menerima 13 juta euro, sementara Allegri minta 10 juta. Selisih yang tidak terlalu signifikan.

Dari sini saja, semuanya terasa kurang masuk akal. Apalagi ketika mempertimbangkan nama Allegri yang diinginkan petinggi Juventus untuk menggantikan Andrea Pirlo. Mungkin petinggi Juventus sudah kangen dengan yang namanya konsistensi. Padahal baru 1 musim saja Pirlo melatih.

Apakah Allegri bisa menjadi pengganti Conte di Inter? Kebangkitan Inter musim ini, separuhnya karena Conte. Memotivasi skuat yang tak lagi muda untuk menemukan titik konsistensi itu tidak mudah. Bahkan kalau dipikirkan, Allegri memang lebih cocok kembali ke Juventus.

Tapi tunggu dulu, dari Spanyol, muncul kabar mundurnya Zidane dari kursi kepelatihan Real Madrid. Kita sama-sama tahu bahwa Zidane ingin melatih Juventus. Sebelum musim 2020/2021 berakhir, nama Zidane sudah sangat santer diprediksi akan menggantikan Pirlo.

Zidane bukan nama asing untuk Juventus. Tentu pembaca sudah sangat tahu akan hal ini. Pelatih asal Prancis ini juga punya CV yang paling ideal untuk memenuhi ambisi Juventus di Liga Champions. Belum ada pelatih di era sepak bola modern yang bisa membawa klubnya menjadi juara Liga Champions 3 kali berturut-turut selain Zidane. Cocok dengan sambisi Si Nyonya Tua untuk menghapus status “badut Eropa”.

Jadi, siapa yang akan dipilih Juventus? Allegri, demi konsistensi yang menjadi kekuatan besar Juventus selama 9 tahun terakhir atau Zidane, yang CV-nya cocok dengan ambisi di panggung Eropa. Ingat, untuk Allegri, Juventus perlu bersaing dengan Inter. Derby d’Italia sudah tersaji memperebutkan pelatih level atas di Serie A.

Inter sendiri juga punya kandidat alternatif dalam diri Simone Inzaghi, pelatih Lazio. Simone Inzaghi memang tidak selalu sukses membawa Lazio menjadi penantang juara. Namun, sebagai pelatih muda, Simone Inzaghi cukup menonjol dibandingkan pelatih-pelatih seusianya.

Sungguh menarik menyimak perkembangan ini dalam beberapa hari ke depan. Pelatih baru yang masuk ke dalam bursa punya potensi untuk mengubah peta kekuatan Serie A musim depan.

Pada titik tertentu, Serie A memang tak pernah mengecewakan. Apalagi soal sajian drama di lapangan hijau. Sudah membara sejak perebutan pelatih baru!

BACA JUGA Serie A Liga Aki-aki? Sesat Pikir Followers Akun Para Penghasut dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Exit mobile version