MOJOK.CO Potensi bergabungnya Cristian Gonzales ke PSS Sleman memicu kegairahan tinggi. Inilah 3 kelebihan yang akan dipersembangkan Gonzales untuk PSS.

Beberapa media di Indonesia sempat dipanaskan dengan pemberitaan bergabungnya Cristian “El Loco” Gonzales ke PSS Sleman. Konon, bersama PSS Sleman di Liga 2, Gonzales akan menjadi pemain termahal. Namun, ada kabar tidak sedap ketika Gonzales dikabarkan masih punya kontrak dengan Madura United.

Nah, terlepas dari segala kontroversi dan pemberitaan yang tidak akurat, Cristian Gonzales masih punya beberapa kelebihan yang bisa ia persembangkan untuk skuat PSS Sleman. Setelah perenungan yang panjang, Mojok Institute merangkum 3 hal yang dibawa Gonzales untuk Sleman Sembada.

1. Gol

Boleh dibilang, nama Cristian Gonzales berafiliasi dengan gol. Sejak menginjakkan kaki di Indonesia, Gonzales menjadi langganan penghuni daftar pencetak gol terbanyak. Di masa jayanya, suami dari Eva Siregar ini selalu berhasil mencetak lebih dari 20 gol setiap musimnya. Determinasi dan teknik penyelesain peluang menjadi kekuatan utama.

Di usianya yang sudah senja untuk pesepak bola, 41 tahun, Gonzales masih punya insting mencetak gol. Sebuah jaminan yang pastinya akan dinikmati PSS apabila pemain berdarah Uruguay tersebut memang jadi bergabung. Gol memang akan datang, namun terkait jumlahnya, hanya Gusti Allah yang tahu.

Namun PSS sendiri harus menyadari bahwa Gonzales di usia 41 tahun, bukan pemain yang sama ketika masih berusia di bawah 30 tahun. Banya aspek penting dari sosok Gonzales yang sudah tak terlihat lagi. Yang paling terasa adaah akselerasi, yang mana memang masuk akal apabila lenyap di usia yang tak lagi muda.

Bermain dengan Gonzales di depan, skuat PSS harus tampil dengan cara yang spesifik. PSS tentu tak bisa memanfaatkan Gonzales untuk menekan bek lawan konstan selama 90 menit, misalnya. Atau, PSS tak bisa mengharapkan Gonzales terlibat aktif dalam proses build-up dari bawah. Pergerakannya memang semakin terbatas.

Baca juga:  Tidak Berhenti di Edy Rahmayadi, Borok Sepak Bola Indonesia Merata di Banyak Lini

Namun, Gonzales sendiri, dengan cerdik, memaksimalkan kemampuannya yang lain. Mulai dari kemampuan duel udara untuk mengamankan bola kedua (second ball) bagi PSS, teknik umpan untuk menyebar penguasaan ke kedua sisi lapangan, sebagai tembok di depan kotak penalti, dan tentu saja teknik finishing yang tak luntur oleh usia.

2. Cristian Gonzales yang kelebihan berat badan

Meski di beberapa pertandingan masih kuat untuk bermain selama 90 menit, fisik Gonzales tak lagi ideal. Dari laman Wikipedia disebutkan bahwa saat ini, berat badan Gonzales menyentuh 80 kilogram. Menggunakan rumus menghitung berat badan ideal menurut Pierre Paul Broca, maka berat badan Gonzales tidak ideal.

Bagaimana cara menghitungnya? Begini rumusnya: (tinggi badan-100) – ((tinggi badan-100)x10%). Diketahui, tinggi badan Gonzales adalah 176 sentimeter. Ditanyakan: berapa berat ideal untuk pesepakbola naturalisasi tersebut?

Jawab:

= (176 sentimeter-100) – ((176 sentimeter-100) x 10%)

= 76-(76×10%)

= 76-7,6

= 68,4 kilogram.

Jadi, jika diketahui tinggi badan Gonzales adalah 176 sentimeter, maka berat badan ideal yang diharapkan adalah 68,4 kilogram. Ya biar gampang kita bulatkan menjadi 68 kilogram. Jika saat ini berat badan Gonzales adalah 80 kilogram, maka ada kelebihan 12 kilogram yang bersemayam di dalam tubuh atletis Gonzales.

Ini perkiraan berdasarkan data Wikipedia, ya. Siapa tahu, sebelum bergabung dengan PSS, Gonzales sudah diet mayo dan berlatih yoga secara rutin sehingga berat badannya sudah turun. Namun jika belum, maka tim kebugaran dan tim medis PSS harus waspada penuh.

Baca juga:  Perseru Serui

Pemain dengan berat badan berlebih, setidaknya membawa dua masalah besar. Pertama, penurunan stamina secara signifikan untuk olahraga dengan intensitas tinggi seperti sepak bola. Kedua, menjadi lebih rentan dengan cedera. Cedera pergelangan lemak. Kurang lebih begitulah.

3. Nilai jual seorang El Loco

Tak bisa dimungkiri, nama besar El Loco adalah media iklan yang berpeluang sangat mujarab. Tentu sangat menyenangkan bisa menyaksikan pemain kelas tim nasional bermain di stadion dekat rumah setiap minggu. El Loco akan menjadi magnet penonton yang sangat kuat.

Selama ini, Stadion Maguwoharjo selalu penuh ketika PSS bertandingan, salah satunya karena aksi kreatif dari Brigata Curva Sud (BCS). Nah, stadion di utara Kota Yogyakarta ini bakal semakin sesak oleh penonton karena ingin menyaksikan Gonzales mencetak gol setiap kali PSS bermain kandang. Pendapatan dari tiket tentu akan melonjak. Pun jika nanti pihak manajemen menaikkan harga tiket, tentu bukan masalah besar, asal tidak naik lebih dari 15 ribu rupiah.

Tak hanya tiket pertandingan, para produsen merchandise pun akan sangat diuntungkan. Seragam dan syal dengan nama Gonzales yang tercetak akan menjadi barang buruan. Kelak ketika Gonzales pensiun, barang-barang ini akan menjadi harta karun.

Dengan masa edar yang tak akan lama lagi, sisi komersil dari El Loco adalah sisi yang patut untuk dieksploitasi. Bukan bermaksud negatif. Namun, begitulah kenyataan sepak bola modern. Coba tengah Liga Cina dan Liga Amerika Serikat memaksimalkan nama-nama besar dan uzur yang menghabiskan karier di sana. Konteks yang sama bisa dikerjakan oleh PSS.