Rubrik: Balbalan

Ceballos Kembali ke Arsenal dan Kekuatan Gravitasi Mikel Arteta

/yms/balbalan/ceballos-kembali-ke-arsenal-dan-kekuatan-gravitasi-mikel-arteta/amp/

MOJOK.COkembalinya Ceballos ke Arsenal menguntungkan semua pihak. Dan ke depannya, bukan tidak mungkin The Gunners masih menambah gelandang berkat daya Tarik seorang Mikel Arteta.

Saya masih ingat tentang seorang fans Arsenal di Twitter yang maki-maki Real Madrid karena meminta kembali Dani Ceballos. Katanya, Real Madrid itu tidak profesional. Menurut fans yang menyedihkan ini, seharusnya Ceballos diberikan ke Arsenal. Tentunya dengan harga yang pantas. Sebagai sesama fans Arsenal, saya malu sendiri.

Peminjaman Ceballos ke Arsenal untuk musim lalu sifatnya peminjaman biasa. Di dalam kontrak peminjaman hanya terdapat option to buy, bukan obligation to buy. Dari kata yang digunakan di dalam istilah saja sudah jelas bedanya. Antara diberi pilihan untuk melakukan sesuatu dan keharusan untuk melakukannya.

Saya rasa, masalah fans sepak bola, di mana saja, adalah kemalasan untuk membaca. Sudah tidak mau membaca, ketika diberikan informasi, tidak mau mendengar, menerima, dan memahaminya terlebih dahulu. Maunya membantah saja. Ego dan kebodohan menyatu jadi kerak-kerak di dalam otak.

Arsenal, mau tidak mau, memang harus mengembalikan Ceballos ke Real Madrid. Kebijakan mereka tetap sama, yaitu ingin memperpanjang kontrak peminjaman saja tanpa kewajiban membeli. Sementara itu, Real Madrid hanya ingin melepas pemain asal Spanyol itu secara permanen. Harga Ceballos berkisar di angka 25 sampai 30 juta euro.

Lantaran tidak ada kata sepakat, mantan pemain Real Betis itu harus dikembalikan. Ini sebuah kejadian yang wajar. Namanya meminjam, ya harus mengembalikan. Pada titik ini, fans Arsenal yang saya tidak tahu apakah sedang mabuk kecubung atau rebusan pembalut, menuduh Real Madrid tidak profesional. Anjay!

Untung saja, di awal September 2020 ini, Real Madrid “berbaik hati”. Los Blancos mengizinkan Ceballos kembali ke Arsenal dengan status pinjaman. Kali ini tidak ada klusul khusus di dalam kontrak. Hmm…jangan-jangan Real Madrid sewot juga dikatain nggak profesional sama fans yang tak tahu jalan pulang itu.

Ceballos, Arsenal, dan pilihan yang wajar

Oke, sekarang kita agak serius. Kita tahu, gelandang sentral berusia 24 tahun itu punya cita-cita bermain untuk Real Madrid. Bahkan, sebelum musim lalu berakhir, dia sudah memutuskan untuk pulang. Bermain rutin bersama Madrid akan memberinya semacam garansi untuk terpilih masuk timnas Spanyol.

Sementara itu, Arsenal tidak menaikkan level serius mereka lantaran sudah punya incaran untuk pos gelandang. Mereka adalah Thomas Partey dan Houssem Aouar. Namun, kita juga tahu, membeli dua pemain ini bukan urusan mudah. Selain soal harga, Arsenal memang harus menjual pemain terlebih dahulu.

Di tengah proses itu, Arsenal perlu menyiapkan rencana cadangan. Dan, di dalam diri Ceballos terdapat jawabannya. Setelah project restart berjalan, Ceballos adalah salah satu penampil terbaik. Singkat kata, dia sudah cocok dengan ide Mikel Arteta. Sehingga, proses adaptasi bukan lagi masalah.

Sementara itu, si pemain juga pastinya sadar kalau bersama Arsenal, dia mendapatkan dua hal penting, yaitu kepercayaan dan menit bermain. Toh jika bisa bermain baik pun, jatah satu tempat di timnas Spanyol tidak akan hilang. Artinya, antara Arsenal dan Ceballos terdapat pilihan yang wajar satu sama lain. Saling menguntungkan.

Gaya gravitasi Mikel Arteta

Satu hal lagi yang menarik selama jendela transfer kali ini adalah gaya gravitasi Mikel Arteta. Sebetulnya, Ceballos mendapat tawaran dari banyak klub, terutama dari Italia dan Spanyol. Dari Italia, kita tahu AC Milan pernah melakukan pendekatan. Sementara itu, dari Spanyol, nama klub peminat belum santer dikabarkan.

Namun, ketika agennya memberi pilihan, Ceballos menjawab: “Only Arsenal,” seperti dikabarkan Fabrizio Romano. Saat ini, sosok Mikel Arteta memang punya daya tarik tersendiri.

Kemampuannya memproduksi output yang seimbang dengan skuat ala kadarnya tentu menjadi daya pikat. Pemain past paham pelatih jenis ini punya kemampuan menarik keluar semua kemampuan. Hasilnya, pemain yang patuh dengan ide Arteta akan berkembang pesat. Bisa kita lihat contohnya dari Ainsley Maitland-Niles dan para pemain belakang.

Gaya gravitasi Arteta yang besar juga berkontribusi kepada kesuksesan Arsenal mendapatkan tanda tangan Gabriel Magalhaes. Bek tengah asal Brasil ini bahkan sudah disodori kontrak dan gaji dua kali lebih besar ketimbang tawaran Arsenal. Namun, Gabriel tetap memilih The Gunners.

Kekuatan seorang pelatih untuk menarik minat pemain ini sangat penting. Terlebih Arsenal sudah beberapa lama tidak bermain di Liga Champions. Jika ide pelatih saja sudah tidak menarik, apa lagi yang bisa ditawarkan Arsenal?

Jadi, pada akhirnya, kembalinya Ceballos ke Arsenal menguntungkan semua pihak. Dan ke depannya, bukan tidak mungkin The Gunners masih menambah gelandang berkat daya Tarik seorang Mikel Arteta.

BACA JUGA Determinasi Ceballos dan Efisiensi Pepe: Karena Imajinasi Saja Tak Cukup Untuk Arsenal atau tulisan Yamadipati Seno lainnya.

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Leave a Comment