Sebagai salah satu orang yang berkontribusi menambah parah kemacetan di kota saya, Makassar, dengan sepeda motor bebek butut keluaran awal tahun 2000-an, saya mengaku salah.

Bukannya tak mau naik transportasi publik semisal: pete-pete (angkot), Bus Maminasata (semacam Trans Jakarta) atau bahkan taksi, tapi dengan keruwetan dan tingkat kemacetan yang hampir menyamai Jakarta di tiap harinya, saya lebih memilih bermacet-macet ria dengan sepeda motor kesayangan saya. Ini lagi-lagi karena alasan ongkos yang jauh lebih murah, gampang ke mana-mana, tak perlu lama-lama duduk cantik hingga kursi terisi penuh, dan yang paling utama, bisa lebih cepat sampai di tujuan.

Mungkin Anda punya alasan lain yang lebih spesifik, namun empat alasan tadi sudah kadung kelewat jelas berlaku buat saya. Tapi, sebenarnya sih ada satu alasan lagi, dan ini mungkin terdengar ganjil dan tak masuk akal; saya suka mengamati bagaimana pengendara motor lain duduk di atas motornya. Dan, disadari atau tidak, Anda pasti pernah melihat semuanya atau mungkin salah satunya.

Nah, dari situlah saya bisa mengklasifikasikan beragam cara duduk pengendara sepeda motor (setidaknya yang ada di kota saya).

Si Bongkok

Cara duduk yang pertama ini banyak saya lihat dilakukan para pemuda tanggung, setidaknya begitu yang saya amati dari postur tubuh, muka berminyak dan pakaiannya.

Saya menduga, mungkin mereka fans fanatik Moto GP dan punya angan-angan menjadi salah satu pembalapnya sehingga meski naik motor bebek yang kecepatannya rata-rata pun, cara duduk mereka harus sebegitu bungkuknya sampai-sampai bibir mau mencium speedometer. Takutnya kalau ini dilakukan terlalu sering, tulang belakang bakal bengkok ke depan, bongkok dan tak mau lurus lagi biarpun diterapi. Kan aneh ya kalau ke toilet cara jalannya kayak begitu; punggung bungkuk dan jalan dengan kaki ngangkang.

BACA JUGA:  Pesawat Nurtanio yang Melengkapi Kejayaan Darat, Laut, dan Udara

Nanti disangka ampas-nya keluar duluan. Hehehe…

Miring Encok

Sebenarnya saya tak tahu apa istilah tepat untuk cara duduk yang ini, tapi kalau dilihat-lihat, pose duduknya memang mirip lansia yang kumat encoknya. Ditambah lagi, kebanyakan laki-lakilah, mau itu tua atau muda, yang melakukan pose macam begini.

Saya yakin, obat encok pasti laris-manis di apotek. Coba bayangkan deh, pinggul miring ke kiri sementara bagian badan miring ke kanan seperti sedang foto selfie di atas motor. Ini jelas pose aneh bin ajaib! Mungkin pengendara motor yang berpose begini mendapat kenikmatan sendiri kalau melakukannya. Siapa tahu, kalau ada mahasiswa yang meneliti, cara duduk ini bisa mencegah para lelaki ejakulasi dini.

Duduk Salah, Berdiri Salah

Tak peduli laki-laki atau perempuan, semuanya pasti pernah melakukan pose duduk yang ini kalau sedang masuk angin. Saya pun pernah melakukannya dan setelah angin yang ada di perut keluar, leganya sama dengan kelegaan yang saya dapati menggelinjang sehabis kencing.

Plong!

Sulit rasanya buang angin dengan bokong yang menempel rapat di sadel motor. Seperti pintu yang terkunci. Ditambah lagi, anjuran agar tak menahan buang angin memang baik buat kesehatan. Nah bagi yang belum pernah, kalau sedang naik motor dan kalau kebetulan waktu itu sedang masuk angin, disarankan untuk mencoba pose ini. Dijamin uenaknya bikin nagih.

Mepet-Dapat atau “Kena Deh!”

Daripada “Mepet-Dapat”, saya lebih suka menyebut pose ini sebagai “Kena Deh!”. Tenang, ini bukan acara kuis yang sudah nggak tayang itu, di mana pembawa acarany nyamar dan nanya ini-itu. Bagi si pengendara motor, pose ini seperti ada di pertengahan antara surga dan neraka. Tentunya pose ini bisa dilakukan kalau kamu membonceng pasanganmu, atau siapa pun asal perempuan. Saking duduk terlalu mepet, atau mungkin si pembonceng iseng (baca: modus) ngerem mendadak, biasanya kalau yang dibonceng nggak hati-hati, bagian depan badannya bakal langsung nempel. Nah, itu surganya. Kalian bisa dapat neraka kalau yang dibonceng nggak terima dan balik ngegampar kalian dan minta langsung diturunin di pinggir jalan. Saya rasa di antara pembaca, sudah banyak yang iseng-iseng atau nggak sengaja mencoba pose ini. Ayo, jujur deh!

BACA JUGA:  Tentang Nasionalisme dan Tuhan yang Ternyata Tinggal di Bali

Suka Duduk di Ujung

Ini sebenarnya hampir sama “Cara Duduk Jepit Selangkang”, bedanya, pengendara motornya nggak menjepit rapat-rapat selangkangannya. Entah apa enaknya cara duduk ini, dengan si pengendara motor cuma duduk di ujung sadel bagian depan. Yang langsung terpikir oleh saya dengan orang yang duduk begini; ambeyen buat duduknya tak nyaman atau ada bisul besar di bokongnya yang sedikit lagi bakal pecah mirip jerawat. Atau kalau misalnya ada pasangan yang duduk begini, yakin deh, pasti mereka sedang marahan.

Setegak Tiang

Seperti namanya, cara duduk orang ini pasti tegak dengan dada membusung (mudah-mudahan itu dada betulan dan lagi nggak masuk angin). Pak Polisi dan Tentara biasanya duduk kayak gini. Mungkin sudah jadi kebiasaannya atau mereka bisa jadi mau melatih tulang belakang biar nggak bongkok kayak cara duduk pertama. Tapi jujur saja deh, kelihatannya unyu-unyu sekali kalau mereka duduk begini sambil naik motor bebek, matik atau bahkan skuter. Apalagi kalau warnanya pink dan ada tempelan besar stiker Hello Kitty.

No more articles