{"id":99912,"date":"2021-01-11T11:52:23","date_gmt":"2021-01-11T04:52:23","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=99912"},"modified":"2021-01-11T11:52:23","modified_gmt":"2021-01-11T04:52:23","slug":"meksiko-satu-satunya-rival-amerika-serikat-perkara-mencetak-petinju-terbaik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/meksiko-satu-satunya-rival-amerika-serikat-perkara-mencetak-petinju-terbaik\/","title":{"rendered":"Meksiko, Satu-satunya Rival Amerika Serikat Perkara Mencetak Petinju Terbaik"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang diketahui dalam sejarah, petinju terbaik dan terhebat sepanjang masa adalah berasal dari Amerika Serikat atau US. Sebut saja nama besar seperti Muhammad Ali yang dijuluki sebagai The Greatest of All Time atau Floyd Mayweather yang merupakan petinju tersukses sekaligus terkaya sepanjang masa. Namun, bukan hanya US pencetak petinju terbaik karena Meksiko juga merupakan pencetak begitu banyak petinju dengan prestasi mentereng.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meksiko merupakan negara yang telah mencetak banyak juara tinju profesional, yang tak berlebihan jika mereka disebut sebagai petinju terbaik. Di antaranya ada nama-nama terkenal di dunia tinju dalam beberapa dekade terakhir. Di tahun \u201980 hingga \u201990-an misalnya, ada petinju kawakan bergelimang prestasi bernama Julio Cesar Chavez. Ia sukses memenangi 107 dari 115 laga dan hanya enam kali menderita kekalahan. Ia menjuarai titel di empat kelas berbeda yaitu super featherweight, lightweight, light welterweight, dan welterweight.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tahun \u201990-an hingga 2000-an, ada nama Oscar De La Hoya yang menjuarai titel di enam kelas berbeda yaitu super featherweight, lightweight, light welterweight, welterweight, light middleweight, dan middleweight. Petinju yang sekarang adalah seorang promotor itu dinobatkan sebagai petinju terbaik sepanjang masa ke-15 kategori Pound for Pound versi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">BoxRec<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sewaktu muda, De La Hoya juga pernah dua kali memenangkan medali emas di olimpiade tinju amatir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama-nama tenar lainnya yang satu masa dengan De La Hoya adalah Marco Antonio Barrera dan Erik Morales. Keduanya tak kalah berprestasinya dan merupakan juara di tiga kelas berbeda yaitu super bantamweight, featherweight, dan super featherweight.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Barrera dan Morales keduanya pernah terlibat dalam pertarungan trilogi yang merupakan salah satu trilogi termasyhur dalam dunia tinju. Bahkan, pertarungan ketiga dari trilogi mereka mendapat penghargaan Fight of\u00a0 The Year tahun 2004 oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ring Magazine<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, majalah tinju paling prestisius yang disebut Bible-nya boxing. Kedua petinju itu juga pernah bertarung dengan petinju kebanggaan sekaligus senator asal Filipina, siapa lagi kalau bukan Manny Pacquiao.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari 2010-an sampai sekarang, juara tinju asal Meksiko yang tak diragukan lagi untuk menyebutkan namanya adalah Saul Alvarez atau terkenal dengan nama Canelo. Hingga saat ini, Canelo telah menjuarai titel di empat kelas berbeda yaitu light middleweight, middleweight, super middleweight, dan light heavyweight.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memasuki 2021, Canelo masih berada di ranking pertama sebagai petinju aktif terbaik Pound for Pound versi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Ring, BoxRec, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Boxing Writers Association of America<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Hasil itu tak mengejutkan mengingat Canelo sudah berkecimpung di dunia tinju profesional sejak usia 15 tahun. Dari total 57 pertandingan yang telah dijalani, Canelo berhasil menorehkan 54 kemenangan dan hanya sekali kalah saat melawan petinju terbaik di dunia, Floyd Mayweather.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semenjak kekalahan melawan Floyd Mayweather, Canelo semakin berkembang dan merangsak menjadi salah satu nama elite di tinju profesional. Sejak pensiunnya Mayweather, perhatian dunia tinju pun beralih kepada Canelo Alvarez.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada September 2018, Canelo berhasil memenangkan duel ulang melawan juara kelas middleweight Gennady Golovkin dan secara resmi menggeser posisi petinju asal Kazakhstan tersebut dari posisi puncak Pound for Pound majalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Ring<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Duel keduanya pun mendapatkan penghargaan sebagai Fight of The Year versi majalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Ring<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain Canelo Alvarez, juara-juara tinju berkebangsaan Meksiko lainnya juga masih aktif sampai saat ini. Ada nama besar seperti Mikey Garcia, juara di kelas featherweight, super featherweight, lightweight, dan junior welterweight. Ada juga nama Andy Ruiz Jr. juara di kelas Heavyweight yang pernah mengalahkan petinju kelas berat kenamaan United Kingdom, Anthony Joshua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Generasi muda petinju Meksiko pun tengah mulai naik daun seperti juara kelas junior middleweight versi World Boxing Association (WBO), Jaime Munguia. Dalam salah satu twit promotor yang juga mantan juara tinju asal Meksiko, Oscar De La Hoya, Mungia sedang dalam negosiasi untuk melakoni laga perebutan titel juara Middleweight melawan Gennady Golovkin yang dikoar-koarkan sebagai bakal pertandingan boxing terbaik di 2021.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu banyak nama petinju berprestasi yang telah dicetak Meksiko dari dulu hingga saat ini. Ada total lebih dari 150 nama juara tinju profesional yang telah berhasil dicatat. Saat ini, ada sebelas nama yang masih memegang titel juara selain nama-nama tenar yang telah disebutkan. Walaupun jumlah juara tinju terbanyak masih berasal dari Amerika Serikat, tak menutup kemungkinan akan ada legenda-legenda tinju dari Meksiko di masa yang akan datang.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stater-pack-bocah-90an-ketika-nonton-smack-down-di-televisi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Starter Pack Bocah 90an Ketika Nonton Smack Down di Televisi<\/a><\/strong>\u00a0<strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-bintang-aldijana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Muhammad Bintang Aldijana&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:8705,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;12&quot;:0,&quot;16&quot;:10}\">Muhammad Bintang Aldijana\u00a0<\/span><\/a>lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Amerika Serikat bukan satu-satunya negara pencetak petinju terbaik. Meksiko, tetangganya, juga kerap mencetak petinju pilih tanding.<\/p>\n","protected":false},"author":1156,"featured_media":100353,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[3480,8342,10068,10067,10066],"class_list":["post-99912","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-amerika-serikat","tag-meksiko","tag-oscar-de-la-hoya","tag-petinju","tag-tinju"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99912","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1156"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=99912"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99912\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100353"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=99912"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=99912"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=99912"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}