{"id":99255,"date":"2021-01-07T08:21:12","date_gmt":"2021-01-07T01:21:12","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=99255"},"modified":"2021-01-06T21:11:32","modified_gmt":"2021-01-06T14:11:32","slug":"karakter-seseorang-dilihat-dari-wahana-pasar-malam-yang-dimainkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/karakter-seseorang-dilihat-dari-wahana-pasar-malam-yang-dimainkan\/","title":{"rendered":"Karakter Seseorang Dilihat dari Wahana Pasar Malam yang Dimainkan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika boleh jujur, bagi saya pasar malam merupakan wadah berkumpulnya segala jenis manusia yang pernah hidup di muka bumi ini. Segala kedok kepribadian seseorang akan terlihat ketika ia hadir dan naik wahana pasar malam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah nostalgia kenangan jika ngomongin soal pasar malam. Pasalnya, mungkin sudah sekitar 5 tahun lebih saya sudah nggak menjejakkan kaki ke bumi pasar malam. Bukannya apa-apa, hanya saja saya sudah pindah lokasi lingkungan hidup yang berbeda dengan sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, kenyataannya memang seperti itu. Jika mengingat masa ketika masih hidup di dunia malam seperti pasar malam tersebut, banyak fenomena yang cukup unik yang sebelumnya nggak saya sadari. Bahkan lebih unik jika dibandingkan dengan mencari tema unik dalam sebuah penelitian skripsi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasar malam menjadi wadah munculnya berbagai ekspresi setiap orang, terutama ketika ia menaiki wahana tertentu yang ada di pasar malam. Apalagi jika wahana pasar malam tersebut masuk dalam nominasi best seller sepanjang masa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wahana pasar malam best seller yang saya maksud adalah wahana yang nggak pernah sepi dengan pengunjung. Maksud saya, ia memiliki pengunjung yang sampai mengantre ratusan kilometer hanya demi naik sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, dari melihat setiap orang yang sangat antusias demi menaiki wahana tersebut, dapat dilihat bagaimana sebenarnya karakter dari setiap orang tersebut melalui wahana yang digemarinya. Ibaratnya, wahana pasar malam merupakan tabir kejujuran untuk mengungkapkan kepribadian seseorang secara nggak sengaja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada lima nominasi wahana pasar malam yang menurut saya menjadi best seller sepanjang masa, selama pasar malam itu masih ada. Wahana tersebut di antaranya, bianglala, kapal goyang, ombak banyu, tong setan, dan rumah hantu. Coba dicermati bersama kelima wahana best seller ini yang akan mengungkap kepribadian setiap pengunjungnya.<\/span><\/p>\n<h4>#1 Bianglala<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bianglala mirip seperti kincir raksasa yang memiliki bilik khusus untuk memuat beberapa manusia di dalamnya. Berdasarkan pengamatan saya, bianglala sering dikunjungi oleh mereka yang telah memiliki pasangan. Perlu diperhatikan kata-katanya, \u201cmemiliki pasangan\u201d, oleh karena itu para jomblo harap bersabar, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa kok sering dikunjungi yang memiliki pasangan saja? Pasalnya, bianglala ini menawarkan suasana romantis\u00a0 yang memang cocok sekali untuk pasangan yang ingin menikmati suasana romantis di dalam bianglala. Tentu saja, para pengunjung yang gemar menaiki bianglala kebanyakan memiliki karakter romantis atau seenggaknya memiliki pasangan yang romantis.<\/span><\/p>\n<h4>#2 Kapal goyang<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kapal goyang merupakan wahana best seller di pasar malam yang hanya diperuntukkan pada mereka yang nggak sedang mengidap penyakit jantung. Atau setidaknya buat orang yang nggak gampang mati gara-gara tekanan hidup. Pasalnya, wahana ini akan menantang adrenalin para pengunjungnya untuk siap diayunkan hingga 90 derajat lebih dengan waktu yang cukup singkat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, wahana pasar malam ini hanya akan dihuni oleh mereka yang memiliki jantung cadangan atau keberanian tinggi. Terutama mereka memiliki jiwa adrenalin yang nggak mudah diremehkan begitu saja.<\/span><\/p>\n<h4>#3 Ombak banyu<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ombak banyu ini sejenis wahana yang akan memutar pengunjungnya dengan cara bergelombang naik turun seperti ombak air. Sehingga sangat disarankan untuk minum Antimo terlebih dahulu sebelum menaikinya. Pasalnya, badan kalian akan dikocak nggak karuan dan bahkan lebih ugal-ugalan dibandingkan bus antarkota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, Antimo nggak berlaku bagi mereka yang memiliki lambung besi, kuat mental, dan adrenalin tinggi. Sebab, mereka yang memiliki kepribadian tersebut akan menganggap ecek-ecek wahana tersebut. Bahkan bisa saja mereka sambil ngopi ketika naik wahana ombak banyu ini.<\/span><\/p>\n<h4>#4 Tong setan<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wahana pasar malam ini seperti tong raksasa yang di dalamnya terdapat atraksi berkendara yang seolah-olah menempel di tembok tong tersebut. Saya menduga bahwa mereka yang gemar melihat pertunjukan yang aneh-aneh seperti tong setan ini merupakan orang yang suka sekali dengan hal-hal yang kontroversial, menghebohkan, bahkan konspirasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasalnya, banyak banget dari mereka yang beranggapan macam-macam dengan atraksi tong setan, mulai dari menghubungkannya dengan mistis, penjelasan fisika, bahkan ada yang menganggap pertunjukan sulap.<\/span><\/p>\n<h4>#5 Rumah hantu<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wahana best seller terakhir ini menurut saya memiliki pengunjung dengan kepribadian paling absurd. Justru pengunjung dari rumah hantu kebanyakan orang yang penakut. Sangat jarang orang yang pemberani masuk ke rumah hantu. Pasalnya, bakal nggak asyik ketika masuk ke rumah hantu. Coba bayangin saja ketika nongol hantu seketika tapi pengunjungnya malah memasang wajah datar atau malah gebukin hantu tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, yang bikin absurd, mereka yang sudah tahu dirinya takut dengan hantu, tapi masih saja mau masuk ke rumah hantu. Itu, kan, aneh. Ibarat orang yang takut dengan hantu tapi suka sekali nonton film horor. Bahkan lebih absurd lagi, kita sudah tau bahwa di rumah hantu itu hanya tiruan, rekayasa seperti film horor yang menampilkan hantu bohongan. Namun, kita masih saja takut dengan kebohongan itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat terlihat bahwa wahana pasar malam yang menurut saya best seller tersebut dapat menjadi uji coba untuk mengetahui karakter setiap orang. Bagaimana? Apa yang saya sampaikan itu sesuai atau malah nggak sama sekali?<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pasar-malam-sebagai-alternatif-hiburan-warga-dan-keluarga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pasar Malam Sebagai Alternatif Hiburan Warga dan Keluarga<\/a><\/strong> <strong>atau tulisan-tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/mohammad-maulana-iqbal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Mohammad Maulana Iqbal&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:513,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;12&quot;:0}\">Mohammad Maulana Iqbal\u00a0<\/span><\/a>lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ibaratnya, wahana pasar malam merupakan tabir kejujuran untuk mengungkapkan kepribadian seseorang secara nggak sengaja.<\/p>\n","protected":false},"author":886,"featured_media":99512,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[10028,1721,10027],"class_list":["post-99255","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bianglala","tag-pasar-malam","tag-wahana"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99255","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/886"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=99255"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99255\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/99512"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=99255"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=99255"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=99255"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}