{"id":99032,"date":"2021-01-06T08:02:57","date_gmt":"2021-01-06T01:02:57","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=99032"},"modified":"2021-01-06T06:57:49","modified_gmt":"2021-01-05T23:57:49","slug":"5-fungsi-tv-bagi-milenial-yang-udah-stop-nonton-sinetron","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-fungsi-tv-bagi-milenial-yang-udah-stop-nonton-sinetron\/","title":{"rendered":"5 Fungsi TV Bagi Milenial yang Udah Stop Nonton Sinetron"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika membaca tulisan Jasmine Nadiah Aurin yang berjudul <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/acara-keluarga-artis-menjamur-tanda-pertelevisian-indonesia-sudah-kacau\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span style=\"font-weight: 400;\">Acara Keluarga Artis Menjamur, Tanda Pertelevisian Indonesia Sudah Kacau,<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> saya jadi kepikiran entah sudah berapa kali para pemerhati pertelevisian menuangkan kritikannya pada industri pertelevisian nasional saat ini. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, dunia pertelevisian tanah air sejak beberapa tahun yang lalu memang sudah mengalami kemunduran yang signifikan. Kritikan datang bertubi-tubi, namun tak ada perbaikan. Memang sih, ada beberapa stasiun TV yang masih menyajikan tayangan berkualitas. Namun, masih kalah banyak dengan yang kurang bermutu dan contohnya ya seperti yang disebutkan di atas, acara yang menyoroti keluarga artis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah bertahun-tahun tidak ada kemajuan, saya sadar masa keemasan TV memang sudah berakhir dan sulit untuk dikembalikan. Masa kejayaan TV konvensional sudah terlewati dan itu terjadi pada era tahun 1990-an dan 2000-an. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang selalu ribut dengan nostalgia jika di dekade 90-an dan 2000-an adalah dekade terbaik untuk pertelevisian, itu memang benar adanya. Itu adalah fakta yang tidak bisa dihindari. Saat itu belum ada media online, semisal Youtube dan Netflix. Semua orang menikmati hiburan di depan layar kaca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini, semuanya sudah berubah. Orang-orang sudah punya smartphone, laptop, dan smart TV untuk mengakses informasi yang luas. Masyarakat sudah bisa mencari dan memilih video serta program apa yang paling disukainya. Dengan begitu, TV konvensional yang bersifat statis sebenarnya sudah mulai ditinggalkan oleh beberapa kalangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalangan menengah ke atas dengan segmentasi usia muda dan milenial lebih memilih untuk menggunakan platform digital yang lebih fleksibel. Kebanyakan dari mereka juga sudah mulai malas menonton TV secara konvensional dan lebih memilih untuk menonton siaran ulangnya di YouTube.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, yang tersisa sebagai penonton TV konvensional adalah kalangan menengah ke bawah dan usia generasi Baby Boomers, serta masyarakat pedesaan yang tidak memiliki akses internet yang mumpuni. Dengan demikian, secara tidak langsung pihak stasiun TV sekarang hanya bisa memenuhi selera pasar masyarakat yang disebutkan di atas. Jadi, jangan heran jika acara-acara TV sekarang tidak ada kemajuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah dikatakan di atas, masa keemasan pertelevisian Indonesia sudah habis. Lalu, apa fungsi TV sekarang ini bagi kalangan generasi milenial dan generasi Z?<br \/>\n<\/span><\/p>\n<h4>#1 Sebagai penyemarak ruangan di rumah<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maksudnya, sekarang ini bagi sebagian orang TV hanya berfungsi sebagai alat untuk menjadikan suasana di rumah tidak sepi-sepi amat. Orang akan menyalakan TV dan membiarkannya begitu saja tanpa menontonnya. Suara yang dihasilkan oleh TV ini yang mencegah suasana di rumah sepi, sementara orang-orang di rumah akan asyik dengan gadget-nya masing-masing.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<h4>#2 Media bermain konsol video game<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi TV bagi kaum milenial dan generasi Z selanjutnya adalah sebagai monitor untuk bermain konsol video game, entah itu PlayStation, Xbox, atau Nintendo Switch. Orang yang suka bermain video game, mau tak mau harus membeli perangkat TV walau jarang dan bahkan sama sekali tidak suka nonton TV.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<h4>#3 Pajangan di tempat umum<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi TV selanjutnya adalah sebagai pajangan yang harus ada di ruang publik seperti lobi hotel, ruang tunggu, bank, warteg, rumah makan, dll. Sebagai orang yang sering antre di bank, kita kerap menjumpai TV sebagai media agar tidak terlalu bosan saat menunggu antrean. Biasanya, kita terpaksa menonton acara yang sedang tayang agar tak jenuh. Namun, lagi-lagi sebagian orang justru lebih memilih bermain dengan smartphone-nya masing-masing.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<h4>#4 Sebagai Media Menonton Film<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perangkat TV terkadang masih dibutuhkan oleh kaum milenial sebagai media untuk nonton film, yaitu nonton film DVD, Blu-ray, dan juga via USB. Dengan layar yang besar, nonton film melalui TV akan jadi jauh lebih asyik dibandingkan dengan menonton di layar smartphone yang kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nonton film di TV nasional? Sudah tidak zaman! Banyak adegan dalam film yang kena sensor dan cut. Sensor dan pemotongan adegan film di TV nasional memang terkenal brutal dan sudah menjadi rahasia umum~<\/span><\/p>\n<h4>#5 Smart TV<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, inilah yang dimiliki oleh kalangan menengah ke atas. Memiliki TV konvensional memang terasa hambar lantaran bersifat statis. Dari sanalah smart TV hadir dengan berbagai fungsi yang menyerupai smartphone, termasuk nonton video secara streaming di platform digital seperti Netflix, VIU, Disney+, HBO Go, dll.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan adanya smart TV dan platform streaming tersebut, bahkan peminat TV kabel kini sudah mulai berkurang karena dinilai terlalu ribet dan mahal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah kira-kira beberapa fungsi perangkat TV bagi generasi milenial dan generasi Z di saat masa kejayaan dan keemasan televisi Indonesia sudah habis dan tontonannya sinetron mulu~<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mari-berandai-andai-jika-seandainya-kpi-tidak-pernah-ada\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mari Berandai-andai jika Seandainya KPI Tidak Pernah Ada <\/a><\/strong><strong>dan artikel <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/hilman-azis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Hilman Azis<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<div>\n<div>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fungsi TV kini tak sama seperti dulu. Jika dulu TV dijadikan perangkat untuk menonton siaran pertelevisian, kini TV hadir sebagai pajangan~<\/p>\n","protected":false},"author":1160,"featured_media":99251,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[3785,507,6328],"class_list":["post-99032","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-acara-tv","tag-milenial","tag-televisi"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99032","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1160"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=99032"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99032\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/99251"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=99032"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=99032"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=99032"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}