{"id":98680,"date":"2021-01-04T09:18:09","date_gmt":"2021-01-04T02:18:09","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=98680"},"modified":"2021-01-03T23:01:24","modified_gmt":"2021-01-03T16:01:24","slug":"balada-suka-duka-orang-ibu-kota-yang-merantau-ke-tanah-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/balada-suka-duka-orang-ibu-kota-yang-merantau-ke-tanah-lampung\/","title":{"rendered":"Balada Suka Duka Orang Ibu Kota yang Merantau ke Tanah Lampung"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau bisa dibilang keluarga kecil saya ini tergolong unik. Bagaimana tidak, di saat orang-orang daerah merantau ke ibu kota alias Jakarta, kami sebaliknya. Meninggalkan ingar bingar kota metropolitan menuju provinsi paling selatan di tanah Andalas, yakni Lampung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah saya singgung pada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hal-unik-yang-saya-temukan-saat-bermukim-di-kota-bandar-lampung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">tulisan sebelumnya<\/a>, alasan saya dan keluarga merantau ke Lampung karena pekerjaan papa. Pada dekade 90-an, beliau mendapat penugasan sebagai PNS di Kota Bandar Lampung hingga masa purnabaktinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri hampir dua dekade tinggal di kota berjuluk Tapis Berseri tersebut. Dengan rentang waktu yang tidak sebentar tersebut, tentu ada banyak cerita yang tercipta dari nano-nano pengalaman hidup di Bandar Lampung.<\/span><\/p>\n<h4>#1 Tradisi mulang tiyuh alias mudik<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika lebaran atau libur sekolah tiba, keluarga saya akan berlibur alias mulang tiyuh ke Jakarta. Maklum, hampir semua keluarga besar saya bermukim di Jakarta. Sementara di Lampung, terutama Kota Bandar Lampung, tidak ada sanak famili yang bermukim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, keluarga pakde saya pernah bermukim di kota Bandar Lampung. Bahkan mereka sudah lebih dahulu tinggal di kota tersebut dibandingkan keluarga saya. Namun, keluarga pakde kemudian memutuskan untuk kembali ke Bijana, Jakarta, pada dekade 90-an.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam setahun, kami bisa melakukan tradisi mudik ke Jakarta sampai 2-3 kali. Moda transportasi kapal selalu menjadi pilihan untuk menyebrangi Selat Sunda. Alasannya tentu karena tarifnya yang tak sampai gocap per kepala alias lumayan murah. Beda cerita kalau kapal yang digunakan berjenis eksekutif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu saya masih kecil dahulu, pernah ada layanan kapal cepat dari Pelabuhan Bakauheni ke Merak. Saya sendiri pernah beberapa kali menjajal jenis kapal ini. Walaupun waktu tempuhnya tak sampai satu jam, saya pribadi tak suka naik kapal cepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dibandingkan dengan kapal feri, kapal cepat sendiri memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dan ramping. Alhasil, kapal jenis ini akan menghasilkan guncangan yang sangat kencang ketika membelah Selat Sunda. Kapal cepat adalah mimpi buruk karena membuat saya berkunang-kunang setelahnya (mirip-mirip sensasi jet lag kalau naik pesawat).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena hal tersebut, keluarga saya kemudian beralih ke alternatif lainnya, yakni kapal lambat atau yang biasa dikenal sebagai kapal feri atau ro-ro. Walaupun waktu tempuhnya bisa mencapai dua jam (kalau normal), guncangan yang ditimbulkan dari kapal yang membelah ombak dan angin masih bisa ditoleransi oleh badan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya juga pernah menjajal transportasi lainnya, yakni pesawat. Walaupun lebih cepat sampai serta nyaman, keluarga saya sangat jarang naik pesawat. Kalau boleh jujur, saya hanya pernah naik pesawat sebanyak tiga kali dari Jakarta-Lampung dan sebaliknya.<\/span><\/p>\n<h4>#2 Siaran televisi<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum memasuki tahun 2005, hiburan saya di rumah hanya sekitar tayangan televisi atau PS-1. Waktu itu channel seperti TPI (sekarang MNC TV), Trans TV, maupun TV7 (sekarang Trans 7) belum hadir di televisi saya dan tetangga sekitar. TPI sendiri sebenarnya pernah ada di televisi tapi sempat menghilang selama beberapa tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alhasil, hiburan saya di televisi hanya berkisar pada channel sekelas Indosiar, RCTI, atau SCTV. Untungnya, waktu itu terdapat banyak acara yang menghibur serta bervariatif. Plus, ada anime-anime keren yang menghibur seperti One Piece, Beyblade, Yu-Gi-Oh!, dan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Barulah pada sekitar tahun 2005-an, ketiga stasiun televisi yang saya sebutkan sebelumnya hadir di layar kaca. Langsung saja saya merasa senang. Apalagi mereka memiliki beberapa acara atau program keren. Ada TPI dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Rahasia Ilahi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Trans Tv dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bajaj Bajuri<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan TV7 dengan program-program petualangannya.<\/span><\/p>\n<h4>#3 Varian produk mi instan Gaga<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun pusat perbelanjaan modern di Bandar Lampung tak sebanyak di Jakarta, ada satu keunggulan yang saya temukan ketika berbelanja di salah satu minimarket di Kota Tapis Berseri ini. Pada dekade 2010-an, saya masih bisa menemui varian produk mi instan Gaga seperti Mie Gepeng.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya juga bisa menemukan varian lain produk Gaga di tempat tersebut. Namanya adalah Mie Goreng Extra Pedas yang memiliki background bungkus berwarna putih. Biar pun rasanya tak jauh beda dengan produk Mie Goreng Jalapeno, saya tetap akan membeli produk ini jika tersedia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di waktu yang sama, saya belum pernah bertemu dengan kedua varian produk Gaga tersebut selama berbelanja di Jakarta. Padahal produk ini merupakan favorit saya. Selain halal, kedua produk tersebut memiliki komposisi pedas yang pas di lidah saya.<\/span><\/p>\n<h4>#4 Layanan transportasi<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun Jakarta itu terasa menyebalkan karena kemacetannya, ada sisi positif yang sebenarnya bisa didapatkan dari kehidupan di ibu kota. Layanan transportasi umum di Jakarta pada umumnya hampir selalu ada setiap saat, bahkan ketika malam mulai semakin larut menuju dini hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara di Bandar Lampung, menemukan angkot di malam hari menjadi tantangan tersendiri. Angkot-angkot yang melintasi daerah rumah saya, yakni rute Way Halim-Tanjung Karang, sudah mulai \u201cmasuk kandang\u201d (pulang) pada saat menjelang Magrib. Jarang ada angkot rute tersebut yang mau mengantar penumpang ke daerah maupun arah Tanjung Karang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak heran bila keluarga saya sangat jarang bepergian pada saat malam tiba. Apalagi kami tak punya kendaraan pribadi hingga saat ini. Faktor ini juga yang secara tak langsung membentuk karakter saya menjadi anak rumahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beruntung, layanan transportasi online kini telah hadir di Bandar Lampung. Dengan demikian, saya dan keluarga tidak akan terlalu dipusingkan ketika harus bepergian di malam hari. Tinggal klik aplikasinya, tungguin deh driver-nya datang untuk menjemput.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bandar Lampung tak ubahnya seperti rumah kedua saya selain Jakarta. Mayoritas teman-teman saya bermukim di kota tersebut meskipun sebagian sudah ada yang merantau ke Jakarta seperti saya. Bagi saya, Bandar Lampung is a piece of my heart.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/berkenalan-dengan-slang-word-nya-orang-lampung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Berkenalan dengan Slang Word-nya Orang Lampung<\/strong><\/a> <b><\/b><b>dan tulisan\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-fariz-kurniawan\/\"><b>Muhammad Fariz Kurniawan<\/b><\/a><b> lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dengan rentang waktu yang tidak sebentar tersebut, tentu ada banyak cerita yang tercipta dari nano-nano pengalaman hidup di Bandar Lampung.<\/p>\n","protected":false},"author":960,"featured_media":98761,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[3235,6303,1418],"class_list":["post-98680","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-ibu-kota","tag-lampung","tag-merantau"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98680","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/960"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=98680"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98680\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/98761"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=98680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=98680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=98680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}