{"id":9865,"date":"2019-08-13T11:30:18","date_gmt":"2019-08-13T04:30:18","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=9865"},"modified":"2022-02-04T13:55:43","modified_gmt":"2022-02-04T06:55:43","slug":"mengkritisi-anak-indie-yang-tidak-tahu-arti-musik-indie","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengkritisi-anak-indie-yang-tidak-tahu-arti-musik-indie\/","title":{"rendered":"Mengkritisi Anak Indie yang Tidak Tahu Arti Musik Indie"},"content":{"rendered":"<p>Bono sangat suka mendengarkan musik sendu di senja hari sembari ditemani oleh secangkir kopi sachetan yang ia beli di warung lik Purwanto yang ia anggap dapat membuatnya lebih selow walaupun kenyataannya hanya membuat jantungnya berdebar serta perutnya terserang asam lambung. Kemana-mana Bono selalu memakai <em>outfit<\/em> berupa kaos oblong, celana jeans serta tidak lupa sepatu Converse KW dan <em>totebag<\/em> yang membuatnya merasa sangat Indie. Bono menjalani hidup dengan sangat santai, setiap masalah ia biarkan mengalir sampai ketemu sendiri solusinya sembari membaca <em>quotes-quotes<\/em> cinta dengan latar belakang keadaaan sore hari keoren-orenan alias senja. Bono menganggap dirinya sebagai anak yang Indie sekali.<\/p>\n<p>Sekarang ini banyak yang mengaku sebagai anak Indie seperti Bono karena orang tersebut menyukai dan mengikuti perkembangan musik Indie katanya padahal <em>playlistnya<\/em> itu-itu saja. \u00a0Mereka menganggap dirinya <em>anti-mainstream<\/em>, lebih superior dan berani melawan pasar karena mereka Indie.<\/p>\n<p>Jadi begini ya orang-orang yang mengaku sebagai anak Indie, musik folk Indie yang kalian dengar mungkin memang musik indie, tapi indie sebenarnya bukan tentang lagu folk sendu, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-nggak-suka-ngopi-apa-saya-nggak-boleh-jadi-anak-indie\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">kopi dan senja<\/a> seperti menurut keyakinan kalian selama ini\u2014ya tapi nggak apa-apa sih kalau kalian yakinnya seperti itu walaupun sebenarya sesat. Indie itu bukan genre atau kategori\u2014namun Indie adalah label rekaman. Sekali lagi saya tekankan Indie adalah tentang label rekaman\u2014LABEL REKAMAN!!1!!1!!!<\/p>\n<p>Dikutip dari tweetnya Fiersa Besari yang merupakan pelaku yang menggeluti langsung karya-karya Indie, Indie <em>berasal dari kata independent<\/em>\u2014bukan Indy Barends, apalagi Indy Rakri. Itu berarti, musikus Indie tidak terikat label besar dan melakukan banyak kegiatan dalam dunia musik secara mandiri (distribusi, konser, marketing, dan sebagainya). Ini langsung dari pelakunya hei anak Indie jadi kalau lu bilang pengertiannya salah sok tahu berarti lu.<\/p>\n<p>Masih menurut twit Fiersa Besari nih, menurutnya ada beberapa alasan seorang musisi lebih memilih berkarya dengan jalan Indie. Pertama Kebebasan berekspresi . Menurutnya Label besar memiliki pakem untuk tetap mengikuti selera pasar pula menghasilkan uang banyak, dan ini tidak salah, karena toh ada banyak pegawai yang mesti diberi makan. Tapi pakem inilah yang pada akhirnya mengekang musikus. Maka dari itu, jalur Indie hadir sebagai alternatif. Di jalur Indie, perjuangan para musikus untuk dikenal masyarakat luas terasa lebih berat. Tapi, justru itu daya tariknya. Karena seperti kata Pram, <em>berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri<\/em>.<\/p>\n<p>Mungkin, bagimu, Indie hanyalah kopi-senja-hipster-snob-tai anjing. Tapi bagi saya, dan bagi banyak musikus lainnya, Indie adalah semangat juang untuk terus berkarya tanpa dikekang selera pasar, masyarakat, juga omongan netizen. Salam hangat, tetap bergerak. Ujar mas Fiersa Besari yang belum lama ini baru menikah yang nikahan jelas Indie karena dibiayai sendiri oleh masnya.<\/p>\n<p>Jadi kesimpulannya musik Indie adalah musik yang diproduksi oleh musisi tanpa label rekaman <em>non-indepedent<\/em>, merekam sendiri musiknya dan promosi serta distribusinya juga sendiri lewat label rekaman independen. Jadi mereka memiliki kebebasan dari aturan yang mengekang dari label rekaman terhadap karya mereka. Pantas jika banyak karya musisi Indie yang bagus-bagus dan ini sehingga akhirnya banyak orang-orang awam yang suka.<\/p>\n<p>Ya memang musik Indie di Indonesia yang paling digemari kebanyakan <a href=\"https:\/\/tirto.id\/kebangkitan-musik-folk-indonesia-camk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">bergenre folk<\/a> namun ada juga kok sebenarnya musik label Indie yang bergenre rock, alternative rock, pop dan genre musik lainnya yang saya tidak tahu namanya karena saya memang bukan pengamat musik yang profesional.<\/p>\n<p>Pelaku yang bergerak di bidang Indienya saja resah karena orang-orang yang mengaku sebagai anak Indie namun sebenarnya salah kaprah, ya memang boleh kalau kalian mau menganggap Indie sebagai gaya hidup dengan segala kopi, senja, dan <em>quotes-quotes<\/em> cintanya tapi setidaknya kalian tahu artinya ya biar berpengetahuan sedikit. Jangan tahunya hanya senja dan merk kopi <em>sachetan<\/em> saja ya kalian wahai anak Indie.<\/p>\n<p>Ada satu <em>quotes<\/em> dari internet untuk kalian yang mengaku anak-anak Indie yang pencentus <em>quotes<\/em> ini entah siapa. Begini bunyi: SENJA, KOPI, SENJA, KOPI, SALAT MAGHRIBNYA KAPAN GOBLOG? (*)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekarang ini banyak yang mengaku sebagai anak Indie seperti Bono karena orang tersebut menyukai dan mengikuti perkembangan musik indie katanya.<\/p>\n","protected":false},"author":209,"featured_media":9944,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[1431,2194,140,2510,444,886,1094],"class_list":["post-9865","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-anak-indie","tag-generasi-milenial","tag-kopi","tag-musik-indie","tag-senja","tag-tren-masa-kini","tag-viral"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9865","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/209"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9865"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9865\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9944"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9865"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9865"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9865"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}