{"id":98635,"date":"2021-01-05T07:48:51","date_gmt":"2021-01-05T00:48:51","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=98635"},"modified":"2022-02-10T19:51:22","modified_gmt":"2022-02-10T12:51:22","slug":"penggemar-kamen-rider-yang-dapat-stereotip-ngaco-juga-nelongso","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/penggemar-kamen-rider-yang-dapat-stereotip-ngaco-juga-nelongso\/","title":{"rendered":"Penggemar Kamen Rider yang Dapat Stereotip Ngaco juga Nelongso"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian pastinya sudah sering mendengar anggapan bahwa anime hanya layak ditonton oleh anak kecil. Sedangkan bagi para orang dewasa terlihat \u201csaru\u201d<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">ketika menontonnya. Jangan salah, penonton serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kamen Rider<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga merasakan hal yang salam<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seorang yang menyukai dan mengikuti beberapa anime, tidak jarang saya menemui stereotip seperti itu. Coba bayangkan jika kalian seseorang yang menggemari anime dan serial<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Kamen Rider. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, ketika kalian sedang menonton<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Kamen Rider<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kalian dikatakan menonton tayangan anak kecil dan tidak bermutu? Perkataan tersebut bahkan dikatakan oleh orang yang menggemari anime.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecewa? Pasti! Lha wong sama-sama suka menonton produk hiburan dari Jepang, bisa-bisanya bilang seperti itu. Marai kagol. Idealnya penggemar anime baik yang tidak menyukai atau menyukai serial<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Kamen Rider <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">itu saling jaga. Sama-sama dicap menonton tontonan anak kecil kok, harusnya saling back-up lah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini benar-benar saya alami. Ketika saya menonton serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kamen Rider <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sewaktu kuliah, tidak jarang saya mendapatkan label seperti itu. Baik dari teman yang tidak terlalu mengikuti kultur jejepangan sampai yang suka anime juga berkata demikian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditambah lagi jumlah orang yang sefrekuensi dengan saya itu sangat jarang atau hampir tidak ada. Zaman saya SMP sampai sekarang bekerja, saya tidak menemukan teman yang memiliki minat menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kamen Rider<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sudah minoritas dihina pula, duh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya ingin menegaskan bahwa penggemar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kamen Rider<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak kalah nelangsa. Stereotip sebagai orang yang hobi mantengin tontonan bocah tidak hanya diterima para penggemar anime, saya juga dapat, dan memang rasanya nggak enak banget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya perkataan bahwa menonton serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kamen Rider <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">seperti anak kecil, tapi juga dikatakan bahwa tontonan ini tidak bermutu dan tidak masuk di akal. Sejak kapan jenis acara hiburan seperti ini harus bermutu dan realistis? Hadeh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau boleh, saya akan menguraikan beberapa hal yang menjadi pembelaan saya sebagai salah satu penggemar serial yang mengusung judul baru tiap tahun ini. Beberapa hal di bawah bisa menjadi bahan renungan untuk mengakhiri stereotip yang sudah terlanjur traveling di pikiran banyak orang.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Soal tidak masuknya logika di dalam serial Kamen Rider<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak kapan tontonan seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kamen Rider <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">harus sesuai logika? Nggak perlu! Serial ini bukan berita yang harus masuk logika. Wong berita sekarang saja suka aneh kok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kamen Rider <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">masuk kategori \u201ctokusatsu\u201d yang secara bahasa berarti efek spesial atau efek visual. Jadi kalau menggunakan efek visual di setiap adegan pertarungan ataupun di adegan epik lainnya, ya wajar lah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyaknya efek visual yang digunakan atau CGI memang bertujuan membuat setiap episodenya menarik. Mulai dari adegan berubah sang Rider hingga mengeluarkan jurus pamungkas akan dibalut dengan efek visual yang memesona. Ya masak mau berubah harus ganti baju pelindung manual tanpa efek CGI, yo kesuwen to yo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya orang yang tidak tahu akan mempermasalahkan lamanya sang Rider untuk berubah, \u201cKeburu dipukul musuhnya, berubahnya lama.\u201d kata mereka. Duh duh duh, padahal bagaimana para Rider bertransformasi menjadi salah satu nilai jual dari tontonannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap efek CGI dari cara Rider bertransformasi atau henshin<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">adalah hal yang layak ditunggu-tunggu. Keselarasan koreografi gerakan berubah dengan efek CGI yang disajikan menjadi sebuah tontonan yang menarik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih soal perkataan lamanya henshin dan kenapa musuhnya tidak segera memukul, alasannya gampang, para antagonis di serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kamen Rider <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">memang dibuat benar-benar buruk. Mereka dibekali sifat takabur yang tinggi sehingga menggampangkan sang Rider sehingga tidak menyerang saat henshin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para monster berpikir akan menang mudah jika para protagonis tidak berubah. Maka, mereka sombong dan menunggu lakon baiknya berubah menjadi Rider. Jadi, antagonis di serial<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Kamen Rider <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dibekali sifat sombong yang merupakan sifat yang paling dibenci oleh Tuhan.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Adanya unsur politik di Kamen Rider<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agak kurang pas kalau disebut tontonan hanya untuk anak kecil. Serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kamen Rider <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">juga punya beberapa seri yang kental dengan unsur politik yang sulit dicerna anak-anak. Sebagai contoh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kamen Rider Build<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tayang pada tahun 2017.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada seri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kamen Rider Build<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada tahun 2017 menceritakan bagaimana Jepang yang terbagi menjadi tiga negara bagian karena tumbuh tembok yang sangat tinggi. Ketiga negara tersebut juga saling beradu taktik militer untuk saling menguasai. Peperangan antara negara yang saling serang dan aksi licik dari para pemimpin negara dipertontonkan di seri ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh lainnya di seri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kamen Rider Build <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah,<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">kalian akan disuguhi bagaimana anak dari pemimpin salah satu negara yang mengkhianati ayahnya untuk merebut kekuasaan sang ayah. Yang mana hal ini akan berakhir menyedihkan. Sang ayah yang telah dikhianati mengorbankan diri untuk sang anak.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Ada seri tidak ramah anak<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kamen Rider Ryuki<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> barangkali tidak asing di telinga kalian. Ya, dulu tayangan ini memang sempat ditayangkan di televisi Indonesia. Singkatnya serial yang rilis pada tahun 2002 ini menceritakan pertarungan antar-Rider di dunia cermin yang dibuat oleh seorang peneliti untuk mengubah masa lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para Rider ditantang untuk saling bertarung di dunia cermin tersebut. Kalian bisa melihat para Rider saling bunuh satu sama lain. Ada satu tokoh antagonis yang benar-benar jahat bernama Kamen Rider Ouja. Ia sama sekali tidak ragu untuk membunuh Rider lain. Pasalnya sang Rider merupakan narapidana dari kasus pembunuhan orang tuanya di sebuah rumah yang terbakar saat berusia 13 tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah anak-anak dapat mencerna cerita seperti itu? Saya rasa serial ini bukan tontonan yang ramah anak. Bahkan lebih layak ditonton oleh orang dewasa.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Harga item yang bisa dikoleksi mahal<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan ketiga ini menjadi alasan yang pamungkas. Dalam serial ini <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kalian juga akan menjumpai beberapa barang koleksi. Utamanya dimulai dari alat berubah sampai senjata dari Ridernya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harga barang koleksinya tidaklah murah. Ambil contoh saja salah satu item di serial yang sedang berjalan saat ini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kamen Rider Saber<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Satu set perangkat berubah asli yaitu DX-Driver\u00a0 dihargai kisaran Rp1 juta dan Wonderbook<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">bisa dihargai mulai Rp200 ribu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Angka tersebut tidak mungkin bisa dijangkau oleh anak-anak bukan? Kecuali anak sultan. Bahkan penggemar yang sudah dewasa juga akan berpikir puluhan kali sebelum memutuskan untuk membeli item koleksi tersebut. Apalagi seperti saya yang bekerja di Jogja dengan UMR \u201cnerimo ing pandum\u201d. Entah kapan bisa ikut mengoleksinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir kata saya mengharap tidak ada lagi stereotip yang dilontarkan untuk penikmat anime ataupun tokusatsu khususnya Kamen Rider. Ya mungkin umur kami memang sudah memasuki usia kepala 20 atau bahkan 30, tapi menyukai tontonan seperti ini bukan suatu kejahatan kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi kami menonton untuk mengobati rasa lelah dan penat di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari. Serta mengaktifkan lagi memori nostalgia pada saat kecil dahulu. Di mana dunia terasa indah dan mudah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kalian yang masih merasa terkena stereotip oleh teman atau saudara bahkan pacar, sudah saatnya kalian mengeluarkan jurus pamungkas, LOMBOK ABANG!!!<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: YouTube <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=QYePUkXXskk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Yozar Remixer<\/a><\/em><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stereotip-ngehek-bagi-bapak-bapak-yang-masih-suka-nonton-anime\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Stereotip Ngehek bagi Bapak-bapak yang Masih Suka Nonton Anime<\/a><\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya mengharap tidak ada lagi stereotip yang dilontarkan untuk penikmat anime atau tokusatsu khususnya Kamen Rider. Memangnya ini kejahatan?<\/p>\n","protected":false},"author":1261,"featured_media":99052,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12908],"tags":[7504,8995,9993],"class_list":["post-98635","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-anime","tag-kamen-rider","tag-rekomendasi-anime","tag-stereorip"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98635","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1261"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=98635"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98635\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/99052"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=98635"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=98635"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=98635"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}