{"id":98532,"date":"2021-01-04T07:51:28","date_gmt":"2021-01-04T00:51:28","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=98532"},"modified":"2021-01-04T07:51:28","modified_gmt":"2021-01-04T00:51:28","slug":"gintama-anime-paling-absurd-yang-menyenangkan-untuk-dinikmati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gintama-anime-paling-absurd-yang-menyenangkan-untuk-dinikmati\/","title":{"rendered":"Gintama, Anime Paling Absurd yang Menyenangkan untuk Dinikmati"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menonton anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gintama<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari episode awal hingga akhir, anime satu ini sebagai layak dinobatkan sebagai anime terabsurd. Bahkan keabsurdannya, bisa dibilang lebih baik dari anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Naruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang bertarung dengan alien dari planet lain di episode terakhirnya. Padahal jika disimak, cerita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Naruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebenarnya sudah habis setelah pertarungan dengan Akatsuki dan Uchiha Madara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, Masashi Kishimoto, pengarang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Naruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> justru menambah jumlah adegan pertarungan dengan mempertemukan klan otsutsuki. Dengan adanya klan baru itu, justru menjadikan anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Naruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membosankan. Terlebih lagi musuh mereka bukan penghuni bumi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Efeknya, usai kisah Naruto dan kawan-kawannya itu selesai, kisahnya berganti dengan menampilkan banyak tokoh baru, yang berlanjut menjadi anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Boruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kelahiran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Boruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> justru menurut saya bertambah absurd. Apalagi Boruto dan anak-anak tokoh yang lain hanya mengulang jutsu atau jurus yang sebelumnya ada di anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Naruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal itu tentu berbeda dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gintama<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Yang sejak awal episode sudah membuka mata penikmatnya, jika anime satu ini adalah anime absurd. Maka itu, menurut saya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gintama<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memang pantas untuk dinobatkan sebagai anime absurd ketimbang anime lainnya.<\/span><\/p>\n<p><b>#1 Invasi alien yang datang ke dunia Samurai<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Imajinasi Hideaki Sorachi memang terlalu wah dalam menciptakan anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gintama<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Pasalnya dari awal, imajinasi itu nampak, ketika dia memperkenalkan Sakata Gintoki, Kagura, dan Shinpachi Shimura sebagai tokoh utama dari anime ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari ketiganya, Hideaki memisahkan latar belakangnya. Misalkan Gintoki, dia seorang samurai yang lama menganggur dan bertobat karena terlalu banyak membantai orang saat perang di zaman Edo. Sedangkan Shimura adalah murid dari Gintoki, yang lahir dari era invasi alien. Nah, terakhir Kagura, sosok perempuan yang memang berasal dari anggota klan Yato, sebuah klan terkuat dari luar bumi (alien, Broooh). Ketiganya bergabung membentuk kelompok organisasi yang tidak memiliki visi apa pun asalkan bisa dapat membayar uang sewa dan hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, bukan itu keanehannya. Tapi, dari awal episode kita melihat adegan aneh, ketika Gintoki dikejar-kejar warga dan keluar dari komplek rumah tradisional menuju kota modern yang penuh dengan kecanggihan teknologi. Di situ kita melihat banyak pesawat alien dan beberapa alien yang bermuka aneh. Suangar toh.<\/span><\/p>\n<p><b>#2 Komedi yang menggabungkan dengan tokoh anime lain<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal absurd lainnya adalah komedinya. Lelucon di anime ini memang lain dari pada yang lain. Sebab <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gintama<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mencampur adukan komedinya dengan selipan tokoh anime lain. Seperti tokohnya berubah menjadi Picollo dalam serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dragon Ball<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Mugiwara no Luffy di anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, hingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gundam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Saint Seiya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, anime semacam ini levelnya berbeda dengan anime lainnya. Sebab jarang bahkan tidak ada yang menggabungkan sisi komedi dan gimmick dari anime lain. Memang untuk tataran komedi setiap anime pasti ada. Mulai dari tingkah konyol tokoh utamanya, obrolan yang tidak penting, hingga dark komedinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, yang berbeda di anime ini dengan anime lain, adalah gimmick tokoh anime lain. Bayangkan di anime ini, kalian bisa menonton tokohnya berubah bentuk hanya untuk menghibur para penikmat filmnya. Menyenangkan sih&#8230; tapi absurd.<\/span><\/p>\n<p><b>#3 Perang antarplanet<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir hal satu ini yang bikin anime ini absurdnya keterlaluan. Yakni menghadirkan perang antarplanet. Namun, perang antarplanet ini, akan terasa saat memasuki episode 200-an. Jika masih belum menontonnya, jangan bosan karena setiap pertarungannya tidak mengandung makna apa pun. Baru ketika masuk di episode 200-an, film memasuki babak serius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin anime ini tidak ditujukan untuk anime full action, melainkan lebih menonjolkan komedi dengan tingkah konyol dari setiap tokoh yang dimunculkan. Jadi para penikmat harus benar-benar menikmati awal cerita, lalu beranjak ke action yang serius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski motif dari perang tersebut adalah memperebutkan kekuasaan, namun perang antar planet itu sungguh keanehan yang luar biasa. Mungkin saya pikir karena latar belakangnya sangat kuno, lalu Hideaki Soraichi menggabungkannya dengan invansi alien.\u00a0 Dan tiba-tiba saya teringat film Star Wars ketika menonton anime satu ini.<\/span><\/p>\n<p><b>#4 Episode terlalu panjang dan berbelit<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika di Indonesia ada sinetron <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tersanjung<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cinta Fitri<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang mbulet, di Jepang ada anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gintama<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang panjang dan mbulet. Sebab <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gintama<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki episode panjang seperti One Piece. Tapi, ya begitu, ceritanya lebih jelas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sedangkan di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gintama<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kalian harus menunggu momen action seriusnya. Meski begitu, saya meyakinkan kalian, jika cerita anime ini bagus untuk dinikmati di sela-sela menunggu episode baru dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Attack On Titan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Black Clover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, hingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: Akun Twitter <\/em><a href=\"https:\/\/twitter.com\/abasu0819\/status\/1345779762753540097?s=20\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>@abasu0819<\/em><\/a>.<\/p>\n<p><b>BACA JUGA\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/nil\/ulasan\/pojokan\/kenapa-koruptor-di-indonesia-masih-bisa-senyam-senyum-di-pengadilan\/\"><b>Kenapa Koruptor di Indonesia Masih Bisa Senyam-senyum di Pengadilan?<\/b><\/a><b>\u00a0dan tulisan\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/christian-denny-m\/\"><b>Christian Denny M<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<div>\n<div>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gintama adalah manga karya Hideaki Sorachi. Gintama bukanlah tipikal manga dan anime yang kalian sering lihat karena anime ini absurd banget.<\/p>\n","protected":false},"author":908,"featured_media":98858,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[8709,9985,9984],"class_list":["post-98532","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-gintama","tag-hideaki-sorachi","tag-sakata-gintoki"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98532","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/908"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=98532"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98532\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/98858"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=98532"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=98532"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=98532"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}