{"id":98275,"date":"2021-01-08T06:59:54","date_gmt":"2021-01-07T23:59:54","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=98275"},"modified":"2021-01-07T23:06:03","modified_gmt":"2021-01-07T16:06:03","slug":"menghadapi-anggapan-khalayak-acak-soal-jurusan-ilmu-politik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menghadapi-anggapan-khalayak-acak-soal-jurusan-ilmu-politik\/","title":{"rendered":"Menghadapi Anggapan Khalayak Acak soal Jurusan Ilmu Politik"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya percaya bahwa setiap jurusan kuliah pasti memiliki stereotipnya sendiri. Apalagi dengan latar belakang pendidikan saya yang terlihat agak keren, yaitu Jurusan Ilmu Politik. Bukan setelah lulus saja, namun ekspektasi orang-orang terhadap jurusan saya bahkan sudah ada dari hari pertama saya diterima di jurusan tersebut. Padahal kuliah saja belum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang di lingkungan saya sudah terhipnotis dengan kata \u201cpolitik\u201d yang terlihat punya masa depan cerah. Tayangan televisi yang membentuk citra orang-orang politik menguatkan anggapan mereka bahwa lulusan Ilmu Politik secara otomatis akan menjadi bagian dari DPR atau pemerintahan. Padahal kan nggak juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun tidak memungkiri bahwa saya juga mempunyai ekspektasi yang besar ketika saya akan kuliah di Jurusan Ilmu Politik. Saya kerap kali membayangkan bahwa nantinya ketika lulus, saya akan bekerja di DPR atau pemerintahan. Terlihat berwibawa karena akan memakai setelan jas setiap hari. Masa depan saya cerah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu ketika kali pertama saya tahu saya diterima kuliah di Jurusan Ilmu Politik, bangganya bukan main. Ketika ada orang bertanya pada saya, \u201cKuliah jurusan apa?\u201d dengan dada membusung saya menjawab \u201c Jurusan Ilmu Politik.\u201d Tahu apa anak baru lulus SMA saat itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian ketika saya bertemu dengan keluarga besar, pertanyaan serupa juga sering dilontarkan kepada saya. Ketika saya jawab juga respons mereka selalu antusias, \u201cWah lulus jadi anggota DPR ya?\u201d Saya amini saja perkataan mereka, mana tahu benar akan terjadi. Hampir setiap saya jawab pertanyaan orang tentang kuliah saya apa, responsnya pasti sama persis. Sudah menjadi template.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama kuliah, pertanyaan random soal jurusan kuliah saya juga sering dilontarkan. Kali ini teman-teman saya, umumnya mereka akan bertanya, \u201cKuliah politik itu diajarin demo ya?\u201d atau \u201cKuliah politik itu diajarin jadi anggota DPR ya?\u201d Pertanyaan yang hanya saya bisa jawab dengan bantahan sambil mengernyitkan dahi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah sekali waktu ketika saya mengunjungi diskusi di salah satu universitas terkenal di Indonesia, ada seseorang di sebelah saya bertanya kepada saya. Katanya, \u201cMas, kamu kan kuliah Politik ya? Emangnya benar presiden sekarang duitnya di mana-mana makanya kuat banget?\u201d Seolah mahasiswa Jurusan Ilmu Politik pasti tahu seluk beluk kehidupan para pejabat dan politisi saja. Kami bukan wartawan infotainment!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan segala dinamika politik seperti yang digambarkan di televisi, kami juga akrab dengan label nyeleneh yang diarahkan pada kami. Misalnya saja label calon koruptor, atau label sebagai jurusan yang mengajari intrik politik kepada mahasiswanya. Jangankan dididik untuk menjadi calon penjahat, untuk ngutang rokok di kantin saja kami masih segan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di luar perkuliahan, pandangan umum masyarakat terkait prospek kerja lulusan Ilmu Politik menjadi anggapan random berikutnya. Kami selalu diidentikkan dengan bekerja di pemerintahan, menjadi anggota DPR, dan diproyeksikan sebagai calon orang sukses. Yang terakhir tentu saya amini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan bantahan dari anggapan seperti ini belum bisa dijawab oleh kami yang kala itu masih aktif menjadi mahasiswa. Sama dengan pandangan masyarakat pada umumnya, kami juga meyakini bahwa ketika lulus, lapangan pekerjaan kami hanya sebatas di pemerintahan. Namun, sialnya anggapan ini juga yang menjadi masalah bagi kami ketika sudah lulus namun tidak dapat bekerja di pemerintahan. Bingung mau kerja di posisi apa pada sektor swasta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menyandang gelar Sarjana Ilmu Politik, membuat saya menyadari bahwa ada beban yang begitu besar di masyarakat. Bagaimana para tetangga melihat saya yang sulit mendapat pekerjaan, tidak dilirik partai politik, dan bahkan sibuk dengan hal lain di luar bidang keilmuan yang saya pelajari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hidup ini, saya percaya bahwa yang berat bukanlah ekspektasi yang dibuat oleh diri sendiri, melainkan lingkungan. Baru dua bulan saya melepas status sebagai mahasiswa, rasanya seolah saya sudah lulus bertahun-tahun lalu. Andai itu jadi kenyataan, toh saya akan senang. Tapi, nyatanya kan tidak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, kuliah di Jurusan Ilmu Politik bukan hanya belajar seputar negara dan pemerintahannya saja. Kami pun belajar bagaimana memahami relasi kuasa antar individu dan atau kelompok masyarakat. Artinya bahwa ruang lingkup Jurusn Ilmu Politik cukup luas dan mampu menyentuh sektor lain di luar ranah pemerintahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan pengalaman saya mencari kerja, ternyata lahan pekerjaan untuk kami tidak sempit-sempit banget, kok. Walau tidak bisa dikatakan luas layaknya lulusan dari jurusan lain. Tapi, setidaknya, yang lulus dari Jurusan Ilmu Politik masih mempunyai tempat di sektor swasta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kami masih memenuhi kualifikasi untuk mengisi posisi Government Relation, Government Affairs, atau Public Affairs yang masih sesuai dengan keilmuan kami. Pun posisi ini juga masih banyak dibutuhkan oleh beberapa perusahaan sebagai komunikator dan menjaga hubungan antara perusahaan dengan stakeholder atau pemerintahan. Sederhananya, lulusan Ilmu Politik masih mumpuni untuk mengisi posisi kehumasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam dunia riset, lulusan Ilmu Politik juga bisa mengambil peran di dalamnya. Berdasarkan latar belakang keilmuan kami yang banyak dibekali hal yang sifatnya teoretis, maka posisi peneliti juga masih relevan bagi kami. Terlebih, perkembangan politik dunia saat ini juga sangat dinamis. Pun kami juga sudah akrab dengan metodologi penelitian. Untuk entry level, setidaknya kami masih bisa mengisi posisi Asisten Peneliti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang tertarik dengan dunia kreatif digital dan media, menjadi penulis dan jurnalis juga bisa menjadi pilihan. Terlebih, isu-isu politik dalam negeri dalam beberapa tahun terakhir sedang panas-panasnya. Saya rasa kepekaan kami yang sudah diasah selama kuliah dapat menjadi modal untuk terjun ke arah sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi lulusan Ilmu Politik juga bukan berarti tidak bisa merambah ke bidang lain. Selama mempunyai keahlian dan keterampilan lebih, berkarier di sektor mana pun masih bisa untuk digeluti. Pada akhirnya kembali lagi dengan kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi di luar latar belakang keilmuan yang dimiliki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya rasa sudah saatnya menghilangkan stereotip yang selama ini berkembang di masyarakat. Bahwa kuliah Jurusan Ilmu Politik diajari demo, diajari jadi politisi, atau bahkan otomatis bekerja di DPR. Mungkin benar bahwa masyarakat awam hanya tahu politik dari apa yang mereka lihat di televisi, namun atas dasar itulah justru tanggung jawab moral kita untuk meluruskan pemahaman yang tidak sepenuhnya benar harus dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/purwokerto-kota-wisata-underrated-yang-tak-kalah-ciamik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Purwokerto, Kota Wisata Underrated yang Tak Kalah Ciamik<\/a> dan tulisan Muhamad <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhamad-yoga-prastyo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Yoga Prastyo<\/a> lainnya.<\/strong><strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kuliah Jurusan Ilmu Politik diajari demo, diajari jadi politisi, atau bahkan otomatis bekerja di DPR, adalah stereotip yang harus diluruskan.<\/p>\n","protected":false},"author":1266,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[10043,34],"class_list":["post-98275","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-ilmu-politik","tag-mahasiswa"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98275","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1266"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=98275"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98275\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=98275"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=98275"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=98275"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}