{"id":97975,"date":"2021-01-01T06:36:16","date_gmt":"2020-12-31T23:36:16","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=97975"},"modified":"2020-12-31T12:29:00","modified_gmt":"2020-12-31T05:29:00","slug":"mengenang-5-acara-televisi-termantap-di-era-2000-an","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengenang-5-acara-televisi-termantap-di-era-2000-an\/","title":{"rendered":"Mengenang 5 Acara Televisi Termantap di Era 2000-an"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kurun waktu satu tahun ini, saya sangat jarang menghidupkan televisi. Saya pribadi hanya akan menyetelnya ketika sedang bosan dengan layar handphone atau ada tayangan anime seru sekelas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Naruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Boku no Hero Academia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya pribadi, acara televisi sekarang cenderung monoton alias homogen. Kalau tak sinetron, ya variety show yang pengisi acara atau konsepnya hampir itu-itu saja. Memang ada acara berkelas seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Masterchef Indonesia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun maaf, saya bukan penggemar acara tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemandangan ini nampak kontras bila dibandingkan dengan stasiun televisi pada era 2000-an silam. Pada saat itu, ada banyak pilihan acara menarik yang siap memanjakan mata. Tanpa perlu bicara panjang kali lebar, inilah daftarnya.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Who Wants to Be Millionaire<\/i><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Who Wants to Be Millionaire<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah salah satu alasan mengapa saya rela bermalam minggu di rumah. Selain menghibur, acara yang dipandu oleh Tantowi Yahya ini juga mampu memberikan pengetahuan baru kepada pemirsanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap peserta akan diberikan 15 pertanyaan yang tingkat kesulitannya bertingkat. Jika peserta mampu menjawab semua pertanyaan dengan benar, maka ia berhak untuk membawa pulang uang sebesar satu miliar rupiah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun demikian, tidak mudah untuk bisa memenangkan permainan ini. Peserta yang duduk di kursi panas tidak boleh melakukan kesalahan menjawab sama sekali. Jika terjadi demikian, maka ia harus keluar dari permainan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untungnya, peserta diperbolehkan untuk menggunakan tiga bantuan, yakni bertanya pada teman, bertanya pada audiens, atau menghilangkan dua buah jawaban yang salah (fifty-fifty). Setiap bantuan hanya berlaku untuk satu kali pemakaian saja.<\/span><\/p>\n<p><b><i>MTV Ampuh<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya pribadi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">MTV Ampuh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan acara musik terbaik yang pernah ada. Acara ini benar-benar menyuguhkan \u201cdaging\u201d seputar informasi musisi atau lagu Indonesia yang sedang hits di tanah air.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada jual beli jokes-jokes receh atau garing di acara ini. Para pembawa acaranya benar-benar fokus untuk membahas informasi maupun perkembangan musik di Indonesia sembari membacakan urutan tangga (chart) lagu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap minggunya, akan ada chart lagu top Indonesia yang di-update. Dari semua lagu yang pernah masuk dalam jajaran chart, \u201cKenangan Terindah\u201d milik Samsons adalah lagu yang paling ikonik dalam benak saya. Lagu ini mampu bertahan di papan atas MTV Chart Ampuh selama berminggu-minggu.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Pimp My Ride<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang suka menyaksikan acara MTV Indonesia pada siang hari, harusnya mengetahui acara yang satu ini. Apalagi kalau bukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pimp My Ride<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Itu lho, acara yang mempermak abis mobil-mobil tua atau cupu menjadi mobil-mobil berkelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dipandu oleh Xzibit, acara ini adalah solusi bagi yang punya kendaraan jadul atau rusak tapi gak mau berpisah. Pada saat saya masih kecil dan polos, saya benar-benar dibuat takjub dengan kinerja para mekaniknya. Bagaimana tidak, selain cepat mereka juga sangat artistik dalam bekerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Acara ini juga pernah mendapatkan adaptasi lokalnya alias versi Indonesia-nya. Namanya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pimp My Car.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Sayangnya, gaung acara ini sepertinya tak mampu menyaingi seniornya yang berada di Amerika sana.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Bajaj Bajuri<\/i><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bajaj Bajuri<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan acara lawak legendaris yang rasanya tidak mungkin saya lewatkan begitu saja. Singkat cerita, acara sitkom ini menceritakan tentang kehidupan seorang supir bajaj bernama Bajuri beserta para tetangga dan keluarganya di sebuah daerah di Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bajaj Bajuri<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan masterpiece komedi di jagad pertelevisian Indonesia. Meskipun acara sitkom ini tidak diisi oleh pelawak-pelawak kondang sekelas Komeng atau grup Patrio, Bajaj Bajuri tetap mampu menghadirkan lawakan-lawakan yang terasa mengalir serta natural.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan cerita akan semakin seru alias lucu ketika Oneng hadir dalam satu scene atau adegan. Dengan pembawaannya yang super duper polos, ia mampu membuat orang lain atau penonton kesal sekaligus tertawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berkat acara sitkom inilah, nama Mat Solar (Bajuri) kemudian mulai dikenal di industri hiburan tanah air. Namanya kemudian semakin berkibar ketika stasiun televisi lain menawarinya peran sebagai tukang bubur yang kemudian berhasil naik haji.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Fear Factor<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dibutuhkan kehati-hatian luar biasa untuk bisa menonton acara ini. Sebab ada beberapa challenge-terutama yang berhubungan dengan air atau basah-basahan-yang kalau ketahuan sama orang tua, bisa-bisa auto kena tegur atau jewer. You know what I mean.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada dasarnya, acara yang dipandu oleh Joe Rogan ini akan menguji nyali para pesertanya. Berbagai challenge yang diberikan pun cenderung absurd. Seperti makan kecoa hidup-hidup, menyelam dalam darah, sampai telanjang di depan umum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun terlihat seru, mengharapkan acara ini kembali mengudara di tanah air adalah hal yang terbilang mustahil. Ada banyak challenge maupun adegan yang sudah pasti tidak akan lolos sensor di era sekarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelima acara televisi di era 2000-an tersebut sukses membuat kehidupan masa kanak-kanak dan remaja saya berwarna. Sebenarnya masih ada banyak acara menarik yang ingin saya tulis, seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sketsa, Ninja Warrior<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun karena keterbatasan ruang, saya hanya menyebutkan sebanyak lima saja. Semoga ke depannya nanti, pertelevisian Indonesia akan dihuni oleh lebih banyak acara yang beragam jenis dan konsepnya sekaligus menghibur banyak masyarakat. Kalau bisa sih, semoga anime-anime lebih banyak ditayangkan seperti dahulu.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/indonesian-idol-harusnya-ubah-nama-jadi-indonesian-pop\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Indonesian Idol Harusnya Ubah Nama Jadi Indonesian Pop<\/strong><\/a>\u00a0<b><\/b><b>dan tulisan\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-fariz-kurniawan\/\"><b>Muhammad Fariz Kurniawan<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi saya pribadi, acara televisi sekarang cenderung monoton. Pemandangan ini kontras bila dibandingkan dengan acara televisi era 2000-an.<\/p>\n","protected":false},"author":960,"featured_media":29627,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[9768,6899,9950,9951],"class_list":["post-97975","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-2000-an","tag-acara-televisi","tag-fear-factor","tag-pimp-my-ride"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97975","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/960"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=97975"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97975\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29627"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=97975"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=97975"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=97975"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}