{"id":97526,"date":"2021-01-05T08:19:29","date_gmt":"2021-01-05T01:19:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=97526"},"modified":"2022-02-10T19:51:54","modified_gmt":"2022-02-10T12:51:54","slug":"betapa-sedapnya-olahan-keong-sawah-ulat-sagu-dan-kodok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/betapa-sedapnya-olahan-keong-sawah-ulat-sagu-dan-kodok\/","title":{"rendered":"Betapa Sedapnya Olahan Keong Sawah, Ulat Sagu, dan Kodok"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat kalian pecinta kuliner Indonesia, sejauh mana sih kecintaan kalian sama kuliner negeri sendiri? Ada banyak kuliner di Indonesia dari berbagai daerah, tak terhitung jumlahnya. Akan tetapi, pernah nggak sih kalian nyobain olahan-olahan makanan yang unik dari Indonesia? <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa makanan unik yang bahan bakunya nggak begitu \u201cwajar\u201d kita lihat sehari-hari. Di antaranya adalah makanan dari olahan keong sawah, ulat sagu, dan kodok sawah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana? Apakah kamu sudah pernah mencobanya? Tunggu, jangan langsung merasa jijik dulu. Pasalnya, olahan makanan ini kalau dimasak dengan baik dan benar bakal menghasilkan sajian yang sungguh nikmaaat tiada terkira. Tolong, ya, jangan bilang cinta kalau belum pernah nyobain olahan-olahan unik negeri kita tercinta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, kita bahas satu persatu.<\/span><\/p>\n<h4>#1 Olahan keong sawah<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Olahan keong sawah adalah favorit saya banget. Saya yakin bukan cuma saya yang suka sama makanan yang berbahan baku keong sawah. Mulai dari sate, gulai, dan olahan keong lainnya. Rasa daging keong sawah yang kenyal dan tidak terlalu keras sungguh sangat nikmat saat dikunyah. Oh iya, perlu kalian ketahui kalau bagian tubuh keong sawah yang diolah dan dapat dimakan hanya yang dagingnya berwarna hitam, ya. Ingat baik-baik, jangan sampai salah. Selain enak, olahan keong sawah juga memiliki banyak gizi dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Jadi, masih ragu untuk mencobanya?<\/span><\/p>\n<h4>#2 Olahan ulat sagu<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian sudah pernah nyobain ulat sagu nggak, nih? Eh, atau malah ada yang belum tahu ulat sagu itu jenis ulat yang kayak gimana?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sini saya bisikin. Jadi, pohon sagu yang sudah ditebang atau membusuk sering kali dihinggapi oleh kumbang dengan jenis merah kelapa (Rhynchophorus ferrugineus). Sang kumbang betina biasanya akan meletakkan telur-telur mereka di bagian luka batang pohon atau luka bekas gerekan tanduk kumbang lain. Telur kumbang merah kelapa tersebut kemudian menetaskan larva. Kemudian, larva ini tumbuh menjadi ulat sebelum mencapai bentuk sempurnanya menjelma sebagai kumbang dewasa. Ulat yang tumbuh di pohon sagu ini berukuran seperti ibu jari dan berwarna putih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian orang mungkin akan merasa geli dengan ulat sagu. Memegangnya saja tak berani apalagi sampai memakannya. Namun, ada juga yang menyukainya dan menjadikan ulat sagu sebagai olahan makanan berupa sate atau digoreng. Bahkan di Papua ulat sagu langsung dimakan, loh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski bentuknya tampak kurang meyakinkan. Jangan salah, ulat sagu punya begituuu banyak manfaat untuk kesehatan kita.<\/span><\/p>\n<h4>#3 Olahan kodok sawah<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngomong-ngomong, kalian tau nggak kalau ada kodok yang bisa dimakan? Di Indonesia terdapat empat spesies kodok yang dapat dikonsumsi. Salah satu di antaranya yaitu kodok sawah (Rana cancrivora) yang hidup di persawahan, sungai-sungai, jeram, dan daerah berkolam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat kalian yang belum pernah coba jangan merasa jijik dulu, ya. Kodok yang diolah pastinya yang sudah bersih dan dilepas kulitnya. Apabila digoreng rasanya akan mirip dengan daging ayam, tapi lebih gurih dan nikmat tentunya. Apalagi jika makan di area persawahan, pasti nikmatnya tak tertandingi. Sungguh bakal semakin terasa syahdu sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buruan deh coba kuliner yang satu ini. Namun, jangan olah sembarang kodok, ya. Pasalnya, ada jenis kodok yang nggak dapat dikonsumsi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah gimana, Gaes? Tertarik cobain menu di atas? Atau ada kuliner yang lebih unik yang pernah kalian makan? Sini ceritain di kolom komentar, biar kita bisa saling berbagi rekomendasi makanan~<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengungkap-misteri-kebiasaan-menyisakan-makanan-yang-tinggal-satu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mengungkap Misteri Kebiasaan Menyisakan Makanan yang Tinggal Satu<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">\u00a0<i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\">\u00a0<i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kamu pernah mencoba makanan dari olahan keong sawah, ulat sagu, dan kodok sawah? Sini saya ceritain dulu.<\/p>\n","protected":false},"author":1265,"featured_media":99076,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[10000,10002,462,10001],"class_list":["post-97526","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-keong-sawah","tag-kodok","tag-makanan","tag-ulat-sagu"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97526","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1265"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=97526"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97526\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/99076"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=97526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=97526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=97526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}