{"id":97515,"date":"2021-01-01T09:29:07","date_gmt":"2021-01-01T02:29:07","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=97515"},"modified":"2020-12-30T12:38:13","modified_gmt":"2020-12-30T05:38:13","slug":"saran-warna-seragam-satpam-biar-cocok-dengan-jobdesknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saran-warna-seragam-satpam-biar-cocok-dengan-jobdesknya\/","title":{"rendered":"Saran Warna Seragam Satpam biar Cocok dengan Jobdesknya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan surat peraturan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, ditetapkan seragam satpam akan berganti dari putih menjadi coklat. Hampir mirip dengan warna atribut kepolisian jika dilihat secara sekilas. Rencananya perubahan warna seragam tersebut mulai berlaku pada 2021.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejauh wawasan kita bersama, satpam rajin mengenakan seragam warna putih saat dinas pagi dan biru tua saat dinas malam. Pilihan warna yang menarik dan pasti penuh pertimbangan matang. Siang hari mereka harus tampil ngejreng supaya terlihat hadir kalau-kalau ada orang punya niat jahat terhadap instansi. Malam, saya pikir biru tua adalah warna terbaik untuk berkamuflase dalam memantau kondisi di kegelapan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa? Hitam lebih baik? Jangan, dong. Salah-salah malah disangka mas-mas Polsuska ambil semester pendek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasar surat peraturan di awal, seragam satpam masih memiliki satu warna. Sangat mungkin dalam perkembangan selanjutnya akan memiliki beberapa warna seragam sebagai pembedaan waktu dinas. Jaga-jaga kalau nanti ada sayembara untuk pengusulan warna, saya coba memberikan gambaran warna seragam berdasar aksi mereka di dalam kampus.<\/span><\/p>\n<h4>#1 Seragam coklat<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah bertemu momen demonstrasi di dalam kampus? Lihat siapa yang harus berdiri paling depan menghadapi kawan-kawan aktivis mahasiswa. Tepat, bapak-bapak satpam kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ada demonstrasi di era pandemi sekarang ini, mereka menghadapi risiko yang tidak main-main. Kalau sekadar dorong-dorongan mungkin sudah biasa. Bau sangit akibat ban dibakar bisa dihilangkan saat mandi. Namun, kalau sudah menghadapi muncratnya droplet-droplet yang berhamburan itu sangat mematikan. Mereka adalah garda terdepan. Satuan Dalmas Kepolisian buanget. Seragam cokelat memang cocok.<\/span><\/p>\n<h4>#2 Seragam loreng<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya mungkin bisa loreng, terinspirasi dari tentara. Dengan jumlah sumber daya manusia terbatas, terkadang satu-dua satpam punya wilayah pengamanan seluas fakultas. Termasuk di dalamnya sejumlah properti kampus dan ratusan mahasiswa, karyawan, beserta dosennya. Tanggung jawab keamanan yang begitu besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika satu tentara Kopassus berkekuatan tempur setara 8 anggota TNI, satu tentara Babinsa setara kekuatan satu desa, satu satpam kampus bisa disetarakan dengan hampir satu fakultas. Dahsyat.<\/span><\/p>\n<h4>#3 Seragam abu-abu rada biru<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari dua pengamalan sesuai warna seragam tadi, peran seperti Satuan Dalmas hanya kadang kala. Disetarakan sebagai Babinsa juga secara penugasan teritorial. Justru yang paling terlihat nyata adalah peran mereka dalam warna seragam ketiga: abu-abu rada biru ala Dinas Perhubungan penguasa bab parkiran dan jalan raya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepagi apa pun kuliah, mereka pasti sudah berdiri di jalan depan kampus sebelum kita. Disiplin. Pulang kuliah, ketika terlihat banyak mahasiswa kesulitan menyeberang, mereka sigap membantu halau kendaraan. Satpam di kampus saya, sih, begitu. Nggak tahu di kampusmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, terkadang yang namanya disiplin itu cenderung kaku. Entah karena mahasiswa bandel atau memang dalam kondisi darurat, sering sekali kepentingan kita harus berbenturan dengan jiwa disiplin dari satuan pengamanan. Kalau sudah didebat, kalimat pungkasnya sudah tertebak. Mohon maaf, kami hanya menjalankan tugas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Minimal dari kita semua ketika jadi mahasiswa pernah satu kali ditegur satpam dalam urusan parkiran. Entah parkir kurang rapi, lupa mencabut kunci, hingga menaruh kendaraan tidak pada tempatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal parkir semaunya, kita semua punya cerita. Saya sendiri pernah terburu-buru karena ada desas-desus dosen pembimbing saya yang susah sekali dicari terlihat muncul di ruang dosen. Kesempatan langka itu membuat saya menomorduakan berbagai urusan keduniaan lain. Gas langsung ke kampus!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ibaratnya, kalau motor ini boleh saya bawa, saya mau masuk ke ruang dosen secara drive thru saja. Lah ya gimana, masuk ke tempat parkir mesti antre karena satu pintu, cari tempat kosong, belum jalan (lari) bawa bendelan skripsi dari parkiran ke ruang dosen. Jawabannya adalah parkir sekenanya di depan fakultas asal dikunci setir biar aman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Skripsinya beruntung, motornya buntung. Waktu saya balik, ban saya kempes ditambah dengan tempelan kertas berisi tulisan, \u201cNEK PARKIR OJOK NGAWUR. IKI KAMPUS DUDUK PANGGON ORKESAN.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi jika mereka patroli. Di kampus saya nggak ada istilah kamu parkir di pinggir jalan kampus, turun, lantas buat TikTok dengan background gedung rektorat. Pasti disuruh minggat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan pula coba-coba nakal cari iyup-iyup parkir di tempat dosen dan karyawan. Kemampuan hafalan mereka luar biasa. Saya tidak tahu kemampuan mereka dalam mengklasifikasi motor dosen dan mahasiswa dari segi apa. Mungkin dari ceceran sambel tempe penyet di dashboard motor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menegur pengendara, mengatur wilayah parkir, hingga mengempeskan ban: jobdesk Dinas Perhubungan banget!<\/span><\/p>\n<h4>#4 Tidak berseragam<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saran pilihan seragam terakhir untuk kawan-kawan satpam adalah dengan tidak berseragam. Mereka boleh berpakaian bebas saja. Asal dibekali HT dan rombong bakso.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sssttt\u2026 kijang satu. Korps kita dirasani di Terminal.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mewawancarai-satpam-bca-soal-kenapa-pelayanan-mereka-dianggap-terbaik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mewawancarai Satpam BCA soal Kenapa Pelayanan Mereka Dianggap Terbaik<\/a><\/strong> <strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/arik-riuh\/\">Arik Riuh<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seragam satpam mirip polisi, jobdesknya mirip dinas perhubungan. Harusnya mereka pakai seragam warna apa, ya?<\/p>\n","protected":false},"author":538,"featured_media":98144,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[2504,6774,9946,4961],"class_list":["post-97515","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-polisi","tag-satpam","tag-seragam","tag-tentara"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97515","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/538"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=97515"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97515\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/98144"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=97515"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=97515"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=97515"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}