{"id":97110,"date":"2020-12-30T07:02:15","date_gmt":"2020-12-30T00:02:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=97110"},"modified":"2020-12-30T07:21:17","modified_gmt":"2020-12-30T00:21:17","slug":"starterpack-muda-mudi-bantul-di-malam-tahun-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/starterpack-muda-mudi-bantul-di-malam-tahun-baru\/","title":{"rendered":"Starterpack Muda-mudi Bantul di Malam Tahun Baru"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir tahun adalah sebuah perayaan. Walau agak aneh karena masih masa pandemi seperti ini, saya haqqul yaqin gondy dan mendy Bantul tetap merayakan malam tahun baru. Indikasinya hanya satu, dalam jiwa mereka tersemat perayaan dan gegap gempita yang nggak pernah usai. Jadi, mohon maklum atas sifat pekok mereka yang satu ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, saya ingin memanggil memori beberapa tahun silam. Perayaan yang sejatinya dirayakan dengan semringah tanpa harus memakai masker dan hand-sanitizer. Ya, perayaan tahun baru tanpa gangguan virus impor dari Wuhan. Tradisi malam tahun baru yang selalu menarik, tanpa harus melibatkan kembang api dan jagung manis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">We, saya beneran, nggak bercanda. Sebagian muda-mudi Bantul (sebagian lho, ya) merayakan tanpa harus dilengkapi item membuncahnya petasan dan kemretegnya areng yang dibakar. Ada beberapa tradisi luhur para muda-mudi Bantul golongan gondy dan mendy yang sempat saya singgungkan di awal. Mereka berupaya menciptakan peradaban bagi eksistensi kedirian dan tindak-tanduknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dibilang mbois sih nggak, dibilang norak sih ya relatif. Saya juga nggak berhak bilang norak. Namanya juga merayakan sebuah perayaan, apa pun tindakannya, kadang sah-sah saja. lha wong Emyu yang baru menang dua laga di fase grup Liga Champions sudah sesumbar bilang, \u201cGini doang grup neraka?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pun dengan para muda-mudi bagian gondy dan mendy. Sebagai alumnus gondy BTP YK, saya telah melakukan studi lapangan dengan kawan-kawan sesama alumnus gondy BTP YK untuk membedah starterpack muda-mudi Bantul ketika tahun baruan. Begini hasil analisisnya.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Pertama<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, di kantong kanan celana pasti membawa minyak kayu putih. Ya maklum, begadang itu perlu upaya. Apalagi mas-mas gondes yang kebiasaan bobok pukul 21.00 karena siangnya sibuk rapat akhir tahun sesama gondes di Stadion Pacar, Pleret.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wes to, kalau sudah jam sebelas gitu pasti mata mereka sudah nyipit-nyipit dengan ngantuk yang nggak bisa ditahan. Nah, di saat-saat seperti inilah kayu putih milik mereka bekerja sesuai marwahnya. Diusap di pelupuk mata, kening, kelek, dan juga balik telinga, maka jangankan begadang, menantang dunia pun sanggup.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Kedua<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, motor bergigi adalah ajang unjuk gigi. Naik motor, membelah Jalan Bantul adalah kenikmatan yang hakiki. Ombak manusia menuju kota, namun beberapa orang mencoba jalan terjal dengan menuju arah selatan. Motor gigi adalah media paling paripurna untuk membelah bumi Bantul yang syahdu betul di malam tahun baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa pilihan motor, namun Supra X itu pilihan paling serius. Lincah, gesit, irit, sekali gas seakan dunia milik berdua. Ngelusi dengkul, bercakap-cakap kalau punya anak namanya Prawiro atau Purnomo, tiba-tiba pemandangan persawahan berganti menjadi bentangan samudra. Di atas Supra, lantas keluar bisik-bisik begini, \u201cSaudus wes tekan pante, Dhek.\u201d<\/span><\/p>\n<p><b><i>Ketiga<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, jaket dobel ketika naik motor. Bantul memang panas, namun kalau naik motor, angin dari pantai selatan di malam tahun baru itu kadang bikin nggak enak badan. Menggunakan jaket dobel merupakan anjuran turun temurun. Pertama jelas menghindari masuk angin, kedua itu menjaga performa. Performa apa? Ya pokoknya performa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau pakai jaket dobel dua atau tiga sekalipun, naik motor dari Bantul utara ke Bantul selatan itu kadang menimbulkan rasa lelah yang nggak main-main. Sambil nunggu pergantian tahun, ya starterpack <\/span><b><i>ketiga<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah babagan dilematis memilih antara teh anget atau jeruk nipis di Losmen Parangtritis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi capek, pengin cepat-cepat tahun baruan, mosok yo masih saja dikasih pertanyaan, \u201cMinumannya teh atau jeruk nipis, Mas, Mbak?\u201d Wah, perlu kontemplasi tingkat tinggi untuk memilah dan memilih. Ada sebuah makna dari tiap minuman yang ditawarkan. Ada sebuah hal tricky yang siap diberikan pengelola losmen ketika check-in.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">The anget itu aneh sajane, lha wong Parangtritis itu panas kok ditawari yang panas-panas? Paling logis itu jeruk nipis. Menyegarkan, bikin sepet, dan siap menemani pemandangan malam tahun baru di Losmen Parangtritis. Tapi, teh anget enak juga lho \u201cpasca-tahun baruan\u201d. Nah, di sinilah letak dilematis dan tricky-nya pertanyaan, \u201cMinumannya teh atau jeruk nipis, Mas, Mbak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, tetap, starterpack yang kadang nyeleneh, unik, dan di luar nalar itu, <\/span><b><i>keempat<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, bawa kipas angin. Hooh, kuatnya nyewa losmen yang nggak ada pendingin ruangan, makanya dari rumah bawa kipas angin. Ealaaah. Ketika saya tanya salah seorang yang pernah melakukan hal konyol ini, jawabannya cukup logis, \u201cLha kepripun, Losmen Parangtritis harga Rp40 ribu itu sumuk, Buos!\u201d<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perbedaan-mendasar-nahan-berak-di-bis-dan-kapal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Perbedaan Mendasar Nahan Berak di Bis dan Kapal<\/a><\/strong>\u00a0<strong>d<\/strong><strong>an tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gusti Aditya<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Walau agak aneh karena masih masa pandemi, saya haqqul yaqin gondy dan mendy Bantul tetap merayakan malam tahun baru dengan riang.<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":24082,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[5766,4835],"class_list":["post-97110","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bantul","tag-tahun-baru"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97110","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=97110"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97110\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24082"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=97110"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=97110"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=97110"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}