{"id":97063,"date":"2020-12-28T10:00:27","date_gmt":"2020-12-28T03:00:27","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=97063"},"modified":"2021-10-06T14:45:16","modified_gmt":"2021-10-06T07:45:16","slug":"tips-dan-trik-meningkatkan-pengalaman-makan-mi-instan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-dan-trik-meningkatkan-pengalaman-makan-mi-instan\/","title":{"rendered":"Tips dan Trik Meningkatkan Pengalaman Makan Mi Instan"},"content":{"rendered":"<p class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">Beberapa waktu lalu, jagat internet Indonesia dihebohkan dengan keberadaan mi instan yang matang dalam waktu 1 menit 45 detik saja. Fenomena itu populer berkat salah seorang selebgram bernama <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/CIm8JOHhHPV\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Asoka Remadja<\/a> yang mengunggahnya di media sosial. Bahkan penjualan Supermi, mi instan yang ia masak pada video tersebut, laris manis berkat serbuan para warganet yang penasaran.<\/span><\/p>\n<p class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">Tunggu&#8230; Bukankah mi instan idealnya dimasak dalam waktu 3-5 menit? Menurut Asoka, rasa dan tekstur mi instan yang ia masak jauh lebih enak dibandingkan dengan mi instan yang harus dimasak sesuai dengan petunjuk pada bungkusnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">Video yang sempat viral beberapa waktu lalu bisa menjadi pelajaran bagi kita, apalagi bagi para penggemar mi instan seperti saya, agar lebih kreatif dalam mengolahnya. Tidak selamanya makan mi instan itu ala kadarnya layaknya anak kos di tanggal tua, kan? Berikut tips dan trik meningkatkan pengalaman makan mi instan yang bisa kita lakukan dalam keseharian.<\/span><\/p>\n<h4 class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">#1 Memasak mi dengan kematangan al dente<\/span><\/h4>\n<p class=\"Normal\"><span class=\"tm6\">Al dente<\/span><span class=\"tm5\"> merupakan istilah yang sering muncul ketika memasak pasta. Tingkat kematangan ini berada di antara setengah matang dan matang. Tekstur pasta yang kita gigit kenyal, tapi mudah untuk digigit. Jika mengambil padanan yang paling mendekati dalam bahasa Indonesia, boleh jadi al dente <\/span><span class=\"tm5\">mendekati &#8220;pulen&#8221;.<\/span><\/p>\n<p class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">Teknik memasak pasta ini juga bisa kita terapkan saat memasak mi instan. Teknik memasak yang dipopulerkan oleh Asoka Remadja sendiri membuat mi yang matang pun berada dalam tingkat kematangan <\/span><span class=\"tm6\">al dente<\/span><span class=\"tm5\">. Sensasi kenyal dan mudah digigit yang kita rasakan sewaktu memakannya bisa membuat mi yang kita makan seperti pasta buatan restoran mahal.<\/span><\/p>\n<h4>#2 Memodifikasi kuah mi instan<\/h4>\n<p class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan agar kuah mi instan jauh lebih spesial, misalnya memasak dengan durasi tertentu seperti cara Asoka. Selain itu, kita juga bisa melakukan cara lain untuk mengubah bumbu kuah mi instan yang biasa menjadi berbeda seperti menggunakan kuah kaldu asli sebagai pengganti air putih untuk kuah mi.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">Banyak resep kaldu sederhana beredar di internet yang bisa kita coba di dapur, mulai dari kaldu ala restoran sampai kaldu <\/span><span class=\"tm6\">low budget<\/span><span class=\"tm5\"> penyelamat tanggal tua. Perpaduan unik antara kaldu buatan rumah dengan bumbu mi instan favorit kita bisa meningkatkan pengalaman makan mi yang itu-itu saja menjadi lebih baik.<\/span><\/p>\n<h4 class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">#3 Memaksimalkan topping mi instan<\/span><\/h4>\n<p class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">Setiap orang pasti memiliki selera sendiri dalam menikmati mi instan favoritnya. Ada yang suka polos tanpa <\/span><span class=\"tm6\">topping, ada juga yang suka dengan topping tambahan seperti foto pada bungkus mi instan, <\/span><span class=\"tm5\">Nah, salah satu cara untuk memaksimalkan pengalaman makan kita bisa dengan mengubah cara menambahkan <\/span><span class=\"tm6\">topping<\/span><span class=\"tm5\"> itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">Pertama, ubah cara memasak <\/span><span class=\"tm6\">topping<\/span><span class=\"tm5\"> kita. Jika biasanya kita merebus topping sayuran sampai matang, coba deh sesekali memasak <\/span><span class=\"tm6\">topping<\/span><span class=\"tm5\"> sayuran dalam waktu tertentu. Rasa dari sayuran akan berubah, teksturnya akan berbeda, dan tidak banyak vitamin sayuran yang hilang selama proses memasak.<\/span><\/p>\n<p class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">Kedua, gunakan kombinasi <\/span><span class=\"tm6\">topping<\/span><span class=\"tm5\"> yang seimbang. Tidak harus dengan <\/span><span class=\"tm6\">topping<\/span><span class=\"tm5\"> kekinian juga, sih. Sesuaikan saja topping yang akan kita tambahkan dengan rasa dari mi instan tersebut.<\/span><\/p>\n<p class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">Misalnya, kita memasak Supermi rasa ayam bawang yang cenderung netral. Kita bisa menambahkan <\/span><span class=\"tm6\">topping<\/span><span class=\"tm5\"> untuk menaikkan rasa kuah mi ayam bawang yang biasa saja atau menambahkan sensasi lain seperti pedas atau asam pada mi instan kita. Dengan demikian, rasa mi yang kita santap akan menarik.<\/span><\/p>\n<h4 class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">#4 Mencampur rasa dari dua bungkus mi instan<\/span><\/h4>\n<p class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">Sekilas ide ini sangat aneh mengingat variasi rasa mi instan di Indonesia yang beragam dan tidak semuanya cocok. Saya pernah mencampur dua rasa mi instan sekaligus. Hasilnya, campuran dua rasa tersebut menghasilkan kombinasi rasa yang tidak pernah terduga sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">Saya pernah mencoba membuat salah satu menu mi instan dari kedai Upnormal di rumah, yakni Indomie Goreng Kari Ayam. Rasanya sendiri merupakan perpaduan dari Indomie Mie Goreng dan Indomie Kari Ayam. Uniknya, kedua rasa itu saling melengkapi satu sama lain bila dimasak dengan takaran bumbu yang pas.<\/span><\/p>\n<p class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">Sebelum menggabungkan dua rasa mi instan, alangkah baiknya jika kita mengetahui beberapa hal:<\/span><\/p>\n<p class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">Pertama, kenali rasa-rasa dari setiap merek mi instan. Setiap merek memiliki ciri khas tersendiri biarpun sama-sama varian mi goreng. Selain itu, kita akan lebih tahu mi instan mana saja yang bisa digabungkan atau tidak.<\/span><\/p>\n<p class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">Kedua, sebisa mungkin campurkan rasa dari dua mi instan yang masih dalam satu merek. Hal ini dilakukan lantaran tekstur setiap mi berbeda-beda. Mie Sedaap yang tipis jauh lebih cepat matang daripada Indomie dan Supermi. Rasa yang maksimal baru akan tercapai bila kematangan dua jenis mi sama rata.<\/span><\/p>\n<p class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">Ketiga, gunakan takaran bumbu yang berbeda bila mencampur mi instan dengan jenis yang berbeda. Dalam hal ini kita akan mencampur mi goreng dan mi kuah sekaligus. Takaran bumbu mi kuah harus dikurangi agar tidak terlalu asin bila akan menjadi mi goreng.<\/span><\/p>\n<h4 class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">#5 Memasak dalam bentuk lain<br \/>\n<\/span><\/h4>\n<p class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">Mi kuah tidak selalu harus dimasak menjadi mi kuah. Kita juga bisa membuat mi kuah dengan penyajian ala mi goreng. Begitu halnya dengan mi goreng. Kita bisa membuat mi goreng ala mi nyemek dengan sedikit kuah.<\/span><\/p>\n<p class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">Coba sesekali ubah cara kita dalam memasak mi instan. Kita bisa mengubahnya menjadi apa pun sesuai dengan kreativitas dan budget yang tersedia di kantong. Hal ini tidak hanya bisa meningkatkan kemampuan memasak, kita juga bisa membuat pengalaman makan mi yang biasa saja menjadi unik. Bahkan kayaknya seru juga kalau mi instan bisa dibikin kue, nih.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p class=\"Normal\"><span class=\"tm5\">Nah, itu tadi cara-cara meningkatkan pengalaman makan mi instan yang bisa dilakukan siapa saja. Asalkan punya kompor untuk memasak dan kemauan, semua teknik di atas bisa kita coba. Selamat mencoba!<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kalap-berkat-kabut-asap\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kalap Berkat Kabut Asap<\/a> dan <\/strong><b>artikel <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/friska-wulandari\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Friska Wulandari <\/a><\/b><b>lainnya.<\/b><\/p>\n<div>\n<div>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa waktu lalu jagat Instagram ramai oleh Supermi yang dimasak dalam waktu 1 menit 45 detik. Apa makan mi instan seperti itu enak?<\/p>\n","protected":false},"author":307,"featured_media":97457,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[251],"class_list":["post-97063","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-mi-instan"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97063","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/307"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=97063"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97063\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/97457"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=97063"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=97063"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=97063"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}