{"id":96957,"date":"2020-12-29T06:51:43","date_gmt":"2020-12-28T23:51:43","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=96957"},"modified":"2020-12-29T00:19:51","modified_gmt":"2020-12-28T17:19:51","slug":"mari-bersepakat-terbang-bersamaku-adalah-lagu-kangen-band-yang-terbaik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mari-bersepakat-terbang-bersamaku-adalah-lagu-kangen-band-yang-terbaik\/","title":{"rendered":"Mari Bersepakat &#8216;Terbang Bersamaku&#8217; Adalah Lagu Kangen Band yang Terbaik"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau berbicara soal musik pop-melayu, ada beberapa stereotip kurang baik yang selalu menempel erat. Ada yang bilang bahwa musik pop-melayu itu norak, ada yang bilang menye-menye, ada juga yang bilang bahwa musik pop-melayu itu murahan. Salah satu band pop-melayu yang sering dicap seperti itu adalah Kangen Band. Padahal lagu Kangen Band nggak seperti apa yang dituduhkan orang-orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan tampilannya saat itu yang agak aneh, serta musiknya yang kebanyakan menye-menye, Kangen Band seakan menjadi manifestasi stereotip-stereotip buruk musik pop-melayu, meskipun banyak juga orang yang tidak setuju dengan stereotip itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, lagu Kangen Band itu bukan pop-melayu murahan yang seperti orang kira. Mereka adalah salah satu band pop-melayu tersukses di sepanjang sejarah musik Indonesia. Mungkin, musisi atau band zaman sekarang belum ada yang menyaingi kesuksesan Kangen Band. Lagu-lagunya pun tidak semenye-menye yang dicap orang. Lagu \u201cBintang 14 Hari\u201d, \u201cYolanda\u201d, atau \u201cSelingkuh\u201d mungkin terlalu menye-menye. Atau lagu \u201cJuminten\u201d yang liriknya aneh bukan main. Namun, ada satu lagu yang meskipun lagu cinta, tapi tidak menye-menye dan liriknya cukup puitis. Lagu itu adalah \u201cTerbang Bersamaku\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu \u201cTerbang Bersamaku\u201d mungkin tidak setenar lagu \u201cDoy\u201d atau \u201cYolanda\u201d, tetapi lagu ini bisa dibilang sebagai lagu terbaik yang pernah diciptakan oleh Kangen Band. Dari segi musik, lagu ini ada campuran nuansa rock yang agak gagah, menyamarkan sisi pop-melayu menye-menye mereka. Dari segi nada pun juga tidak mendayu-dayu seperti lagu Kangen Band lain atau lagu dari band pop-melayu lain. Ada, sih, bagian mendayu-dayunya, tetapi tidak dominan, lah. Puncak keindahan lagu ini mungkin berada di liriknya yang bisa dibilang sangat puitis dan indah. Lagu ini dibuka dengan lirik berikut.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Berhembuslah engkau angin malam, <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">bawa serta laguku<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mengitari bumi ini hingga jauh<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari awal saja, lirik yang dipakai sudah sangat indah, terutama kalimat terakhir yang sangat sederhana, namun juga sangat puitis sebenarnya. Lalu dilanjutkan dengan lirik berikut.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Akulah seorang petualang<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">yang mencari cinta sejati<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai mati aku akan tetap mencari<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Lirik ini mungkin nyambung dengan lirik sebelumnya. Frasa \u201clagu\u201d di atas mungkin menggambarkan pesan cinta yang disebar oleh sang petualang cinta ini. Lalu masih di bagian verse, lirik dilanjut dengan kalimat<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aku bagai biola tak berdawai<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bila tidak engkau lengkapi<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aku mohon agar engkau tetap di sini<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah salah satu bagian lirik paling puitis. Ungkapan \u201cbagai biola tak berdawai\u201d ini seakan menunjukkan kekosongan hati ketika sang kekasih tidak ada di sisi. Kepuitisan lagu ini masih berlanjut di lirik berikut.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hamparan pasir putih menunggu<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Karang di lautan menangis<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bila aku tak bisa melumpuhkanmu<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan saja, saking luhur dan besar rasa cintanya, karang di lautan menangis sampai jadi sebuah ungkapan. Kurang puitis apa frasa \u201ckarang menangis\u201d itu coba? Kemudian, bagian reff ini seperti puncak cerita cinta yang digambarkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Peluk erat tubuhku<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sentuhlah jemariku<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Rebahkan sayap-sayap patahmu<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat itu adalah lirik yang menggambarkan akhir pencarian sang petualan cinta sejati. Kangen Band dalam lirik ini seakan sangat jenius dalam menggambarkan sebuah bentuk cinta dan kasih sayang. Bagian reff masih dilanjut dengan lirik berikut.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dan terbanglah bersamaku<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tuk melintasi langit ke tujuh<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bawalah aku ke alam damaimu<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lirik ini bisa dibilang sebuah penggambaran cinta yang luhur dan sufistik. Ketika lagu lain menggambarkan cinta hanya urusan dunia, lagu Kangen Band melebihi apa yang tergambar di lagu-lagu lain. Frasa \u201clangit ke tujuh\u201d dan \u201calam damai\u201d ini sungguh frasa yang sufistik sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di balik tampilannya yang dulu menggelikan, Kangen Band ternyata mampu menciptakan lagu yang sangat puitis ini. Saya akhirnya berpikir, mengapa Kangen Band tidak membuat lagu-lagu seperti ini saja. Kok ya malah bikin lagu seperti \u201cJuminten\u201d yang liriknya aneh bukan main yang membuat saya sempat dihujat oleh para penggemar garis keras Kangen Band karena mengkritisi liriknya. Coba deh bandingkan lirik lagu \u201cTerbang Bersamaku\u201d dan lirik lagu \u201cJuminten\u201d, seperti bumi dan langit, bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, stereotip-stereotip yang mengatakan bahwa musik atau band pop-melayu itu menye-menye harusnya sudah tidak berlaku. Stereotip itu sudah dari lama dipatahkan oleh Kangen Band melalui lagu ini yang sangat puitis dan berkualitas. Bahkan puitisnya lirik lagu ini tidak bisa ditiru oleh musisi sekarang yang terlalu pretensius untuk jadi puitis. Sepakat, kan? Sepakat saja, lah.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/beban-ganda-jadi-anak-pertama-dan-cucu-pertama-di-keluarga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Beban Ganda Jadi Anak Pertama dan Cucu Pertama di Keluarga <\/a><\/b><b><\/b><b>dan<\/b><strong>\u00a0tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/iqbal-ar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Iqbal AR<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Stereotip musik atau band pop-melayu itu menye-menye harusnya sudah tidak berlaku berkat lagu Kangen Band &#8220;Terbang Bersamaku&#8221;.<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":90999,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6,8],"tags":[4065,248],"class_list":["post-96957","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-featured","tag-kangen-band","tag-musik"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96957","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=96957"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96957\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90999"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=96957"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=96957"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=96957"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}