{"id":96028,"date":"2020-12-24T06:14:04","date_gmt":"2020-12-23T23:14:04","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=96028"},"modified":"2020-12-22T15:17:17","modified_gmt":"2020-12-22T08:17:17","slug":"7-modus-ormek-yang-cenderung-menggelikan-ketika-berburu-kader","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-modus-ormek-yang-cenderung-menggelikan-ketika-berburu-kader\/","title":{"rendered":"7 Modus Ormek yang Cenderung Menggelikan Ketika Berburu Kader"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ormek atau yang memiliki kepanjangan Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus, merupakan organisasi yang tidak asing lagi bagi setiap mereka yang menggelar identitas mahasiswa. Terutama organisasi ini sering digandrungi oleh mereka para mahasiswa yang katanya sih berjiwa aktivis. Urusan kaderisasi, modus ormek dalam menjaring relasi ini patut kalian ketahui.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah dari mana asal muasal istilah aktivis tersebut melekat pada mereka yang tergabung dalam ormek. Namun, yang pasti sebutan aktivis sudah menempel pada mereka yang kerjaannya sering ngadain demo selain ngadain ruang obrolan kritis di warung-warung kopi. Memang mereka kerjaannya paling menonjol, yakni ngadain demo selain ngadain diskusi di warung kopi perihal isu tertentu yang memang perlu digunjing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada hal menarik yang mungkin perlu diketahui bersama perihal modus ormek dalam mencari mangsa yang siap jadi kader. Terutama jika kamu seorang mahasiswa yang masih belum menegakkan bendera ormek apa pun, apalagi kamu merupakan mahasiswa kupu-kupu cantik, siap-siap saja dimodusin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenyataannya amat minim seorang mahasiswa secara sukarela datang ke suatu ormek tertentu dan mendeklarasikan diri untuk bergabung. Justru kebanyakan mahasiswa lebih melirik organisasi internal seperti BEM atau HMJ yang lebih menjanjikan untuk meraih ketenaran di kalangan mahasiswa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena minimnya minat, mau tidak mau para kader jemput bola. Berikut beberapa modus ormek ketika sedang mencari mangsanya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Sering membantu tugas kuliah<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini sering ditemui saat fase maba, saat mahasiswa masih belum mengetahui dinamika perkuliahan. Ibarat bayi yang tak berdosa yang mau aja ditimang oleh siapa pun. Fase ini jadi situasi empuk untuk mencari kader. Mereka membantu mengerjakan, mengarahkan, maupun memberi referensi tugas maba sembari memberi dongeng mengenai kisah kehidupan ormek.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Sering diajak ngopi bareng<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para mahasiswa yang ditarget untuk menjadi kader akan sering banget diajak ngopi bareng. Apalagi kalau kopinya dibayarin. Bilangnya sih, demi menciptakan kedekatan emosional antara kakak tingkat dan juniornya. Seolah kayak ta\u2019aruf. Ketika kedekatan itu terjalin, maka penggiringan untuk pengkaderan pun sebenarnya sedang dimulai.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Sering ngajak diskusi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka yang akan dijadikan kader biasanya sering banget diajakin diskusi. Diskusi apa pun, mulai dari perkuliahan, isu nasional, bahkan sekadar curhat tentang mantan pacar. Biasanya dalam diskusi kecil-kecilan tersebut sering ditemui obrolan yang menggiring untuk mengampanyekan suatu ormek.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang sih anak-anak ormek memiliki kelebihan suka diskusi, sebab memang lingkungan mereka seperti itu. Tidak mengherankan modus mereka nggak jauh dari pola-pola tersebut.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Sering ngajak ikut aksi demo<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengajak demo adalah modus tersendiri dalam mencari mangsa. Secara tidak langsung, dengan ngajakin demo, anak-anak ormek telah unjuk gigi dengan gagah berani di depan target-targetnya. Bisa dibilang, demo menjadi ajang promosi sana sini.<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 Terkadang sok akrab kayak saudara<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Modus yang satu ini lebih menggelikan jika dibandingkan modus yang lain. Sebab, terkadang anak-anak ormek seolah sok akrab meskipun baru saja kenal. Malah tingkat keakrabannya ibarat saudara kandung sendiri. Ketika kedekatan sudah terjalin, semua urusan pengkaderan jadi lebih mudah.<\/span><\/p>\n<h4><b>#6 Sering melakukan hobi yang sama<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya dengan melakukan hobi bersama, bersenang-senang bersama, kedekatan senior dan target kader akan terjalin. Terkadang, menjalankan hobi yang sama ini dilakukan semata-ata untuk modus, bukan murni karena si senior suka melakukan kegiatannya. Misalnya, tiba-tiba ngajakin main futsal bareng, pergi ke acara pameran, dan sebagainya. Wah, modusnya alus banget.<\/span><\/p>\n<h4><b>#7 Suka pamerin kader ormek yang berprestasi atau terkenal<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Modus berikut ini ibarat sales yang keliling ke toko-toko untuk mempromosikan produk perusahaan. Ada beberapa ungkapan promosi yang sering sekali ditemui, \u201cTernyata ketua BEM itu kader ormek lo.\u201d Bahkan lebih dari itu, ada pula yang mempromosikan dalam skala nasional seperti \u201cAsal kamu tahu, pejabat ini merupakan alumni ormek ini lo.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat berbagai modus ormek di atas dalam mencari mangsa maka dapat dikatakan bahwa kita perlu jeli dan berhati-hati terhadap mereka yang berbendera ormek. Terutama bagi kalian para mahasiswa yang masih polos, putih, bersih dan juga suci.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alangkah baiknya ketika kalian memutuskan bergabung dalam ormek, dilakukan bukan atas dasar hasutan, namun atas keinginan diri sendiri. Sebab, hasutan orang lain tidak menjamin berkembangnya skill kalian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-model-pendidikan-ala-ivan-illich-yang-harus-dimiliki-sekolah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">4 Model Pendidikan ala Ivan Illich yang Harus Dimiliki Sekolah<\/a><\/strong><strong>\u00a0atau tulisan-tulisan lainnya di\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Terminal Mojok<\/a>.<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Urusan kaderisasi, modus ormek dalam menjaring relasi ini patut kalian ketahui. Kadang cenderung menggelikan dan memaksa demi cari perhatian.<\/p>\n","protected":false},"author":886,"featured_media":86757,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[277,6342],"class_list":["post-96028","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-aktivis","tag-organisasi-mahasiswa"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96028","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/886"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=96028"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96028\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/86757"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=96028"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=96028"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=96028"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}