{"id":95877,"date":"2020-12-21T11:02:18","date_gmt":"2020-12-21T04:02:18","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=95877"},"modified":"2021-08-29T21:57:55","modified_gmt":"2021-08-29T14:57:55","slug":"ketika-bulik-saya-yang-seorang-petani-main-gim-harvest-moon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ketika-bulik-saya-yang-seorang-petani-main-gim-harvest-moon\/","title":{"rendered":"Ketika Bulik Saya yang Seorang Petani Main Gim Harvest Moon"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keluarga dari bapak saya adalah keturunan petani tulen. Turun temurun, trah dan kiprah seorang petani sudah nggak bisa diganggu-gugat lagi. Bukan bakat atau semacamnya, hal ini merupakan sebuah mentalitas tanpa batas yang terus keluarga saya jaga. Bercocok tanam sudah menjadi hobi yang kebetulan mendapatkan cuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sebuah titimangsa di mana panen gagal total, ketika Imogiri diterjang banjir bandang beberapa tahun lalu, saya datang membawa hiburan. Bukan bantuan atau hal-hal wangun lainnya, melainkan membawa seperangkat konsol gim PlayStation 2 ke sana. Saya paham, membantu secara finansial adalah sia-sia belaka lantaran saya\u2014sebagai anak kosan\u2014juga butuh bantuan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">swadaya orang tua<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika para warga sibuk menjemur perabotan yang terkena banjir, pun dengan beberapa hasil panen yang bisa diselamatkan, saya mengajak bulik dan paklik saya untuk ke rumah dan bermain gim yang amat ikonik dan bertemakan pertanian, Harvest Moon.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau nggak salah, waktu itu yang seri A Wonderful Life. Salah satu seri yang paling saya suka karena lagunya ketika spring enak bukan main. Pun ada tokoh kura-kura pakai slayer, tapi nggak bisa diapa-apain. Selain nggak guna, kura-kura ini jyan nggatheli tenan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang petani kawakan bermain gim bertemakan petani. Pikir saya yang selalu positif, akan menghadirkan keseruan dan menghibur blio yang baru saja tertimpa musibah. Yang saya dapat justru berkebalikan, Bulik dan Paklik\u2014terutama Bulik\u2014protes keras akan sisi realita gim petani yang satu ini.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Pertama<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> panen yang terlalu cepat. \u201cKalau kami bertani di sana, tiga tahun udah beli Fortuner!\u201d kata blio sambil mencucu, mempermasalahkan kurang dari satu musim, tanaman sudah dapat dipanen. Di gim tersebut, yang seri A Wonderful Life, memang menarik karena panen nggak memperkirakan bunga yang mekar, kemudian satu sampai dua hari baru bisa dipanen sempurna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWagu! Udah tahu panennya cepet, nanemnya beberapa petak tanah aja!\u201d kira-kira begitu kata bulik, tentunya saya translit dari bahasa Imogirian menjadi Indonesian.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Kedua<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mempermasalahkan petak sawah. Bulik saya ini mempermasalahkan perkebunan si tokoh utama yang bukan main luasnya, tapi petak tanah buat bertani cuma sak hyeg alias dikit sekali. \u201cWoalaaah, malah luas tempat buat ngangon sapi ketimbang bertani. Ini mau jadi petani yang sukses nggak, sih?\u201d begitu protes yang blio layangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di seri A Wonderful Life kita disediakan tiga ladang. Ketika awal-awal, memang yang terbuka cuma ladang pertama dan itu hanya bisa memuat beberapa tanaman saja. Di tahun keempat, ladang ketiga yang lumayan besar baru terbuka. Sebesar-besarnya lahan ketiga, memang lebih besar tempat buat ngangon sapi di tengah ladang.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Ketiga<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, nggak ada hama wereng. Bulik saya gelisah, waktu itu blio sudah main kira-kira satu musim dalam gim, menanam sayur kok ya lancar-lancar saja. Bagai filsuf, ketika mendapatkan kemapanan ini, blio jadi resah. \u201cKok nggak ada wereng, Le?\u201d tanyanya kepada saya. Le di sini adalah tole, bukan lele.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLha di Jepang je, Lik,\u201d kata saya. Padahal nggak tahu setting tempat gim Harvest Moon ini di mana. \u201cMosok di Jepang ada wereng.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLho eh, wereng itu kepik. Mosok wereng cuma nyerang petani di Indonesia, di mana letak keadilan kaum tani seperti kami?\u201d protesnya. Saya hanya diam, dalam hati nggumun sekaligus ngakak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ya nggak lucu semisal di Harvest Moon ada hama wereng. Bukannya ada festival tanabata, yang ada malah bikin acara bedol desa biar terhindar dari marabahaya dan juga ngelarung sesembahan dilarung di Sungai Forget-Me-Not Valley yang isinya Samsu, pisang raja setangkep, buceng, sisir, dan kembang kanthil biar hasil panen tahun depan melimpah ruah.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Keempat<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, kurcaci adalah hal yang aneh. Ya saya saja sebagai player dari zaman orok masih merasa kurcaci aneh, apalagi bulik dan paklik saya. Wajar memang. Namun, yang bikin saya kemekelen itu ketika bulik saya bilang begini, \u201cKurcaci itu sesat. Panen padi kok berterima kasih ke mereka, ya bikin acara wiwitan, lah!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wiwitan adalah salah satu filosofi adiluhung masyarakat desa kami. Biasanya untuk menyambut panen raya padi (koreksi jika saya salah). Lha gimana nggak kemekelen, bayangin aja tokoh Harvest Moon yang pakai topi kebalik, slayer, dan deker kaki, duduk di sebuah kloso dan menunggu nasi wiwit untuk dimakan bersama warga desa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian walikota nggak bakal bilang kata-kata template semisal, \u201cHari yang cerah untuk memulai festival panen\u201d dan kata-kata membiuskan lainnya, melainkan menjadi seperti ini: puja-puji untuk Dewi Sri!<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA<\/strong> <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-stereotip-mahasiswa-jurusan-pertanian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>4 Stereotip Mahasiswa Jurusan Pertanian<\/strong><\/a> <strong>dan tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gusti Aditya<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang petani kawakan bermain gim Harvest Moon. Pikir saya yang selalu positif, akan menghadirkan keseruan dan menghiburnya.<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":96126,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12901],"tags":[7024,695],"class_list":["post-95877","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-game","tag-harvest-moon","tag-petani"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95877","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95877"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95877\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/96126"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95877"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95877"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95877"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}