{"id":95797,"date":"2020-12-24T06:20:06","date_gmt":"2020-12-23T23:20:06","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=95797"},"modified":"2021-08-13T13:17:09","modified_gmt":"2021-08-13T06:17:09","slug":"mengadakan-resepsi-outdoor-tanpa-atap-itu-bodoh-bukan-main","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengadakan-resepsi-outdoor-tanpa-atap-itu-bodoh-bukan-main\/","title":{"rendered":"Mengadakan Resepsi Outdoor Tanpa Atap Itu Bodoh Bukan Main"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bisa disebut tukang dekor alias dekorator pernikahan. Pokoknya saya lumayan berpengalaman dan profesional. Bermacam jenis dekorasi sudah pernah saya kerjakan. Berbagai jenis resepsi dan kegilaan para empunya hajat yang menjengkelkan, pernah saya temui. Banyak juga para mempelai yang melangsungkan resepsi dengan tema yang nggak masuk akal. Tapi ya, biarin, selama saya bisa dan bayaran lancar, tentu tak mengapa. Pernah ada yang minta dekorasi ala Doraemon, Star Wars, Harry Potter, dan sebagainya. Menurut Anda itu aneh? Menurut saya tidak sama sekali. Saya sendiri sering, sering banget malah menerima permintaan yang lebih aneh, sekaligus teramat bodoh. Resepsi outdoor tanpa atap atau tenda alias tedeng aling-aling.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mohon maaf jika anda pernah menikah atau ingin menikah dengan konsep ini. Ya menurut saya sih bodoh. Kebodohan <\/span><b>pertama<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, cuaca. Okelah ada BMKG, ada dukun, ada pawang hujan, tapi Gusti Pangeran yang tetap pegang kuasa. Sudah berkali-kali saya temui dan mengalami properti dekor saya remuk dan rusak karena hujan. Karpet pasti basah, bunga jadi busuk, lampu korsleting, panggung jadi empang, dan masih banyak lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang pagi terang benderang, siang dikit byur, hujan mengguyur. Gini ya, Bund, hujan dan pernikahan itu ibarat Benyamin dan Abdul Hamied Arief, selalu bermusuhan. Kecuali kalau konsep pernikahannya memang main becekan, itu tak masalah. Bagaimana dengan properti yang rusak? Tekor diriku ini kalau ada kebodohan resepsi outdoor tanpa atap begini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi jika resepsi outdoor tanpa atap diadakan di hari yang cukup panas. Itu juga mengganggu. Dalam hal dekorasi, panas adalah musuh bunga. Bunga bisa cepat layu jika kena panas berlebih. Sebagai dekorator yang mengaku profesional, floral foam alias busa untuk bunga, saya kasih lebih banyak biar aman. Setidaknya ini trik buat meminimalisir risiko.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, urusan tamu, keluarga yang hadir, dan Anda sendiri sebagai mempelai yang pakai make-up tebal, bagaimana? Keringat sudah tentu mengucur akibat terik matahari. Oke, oke deh. Urusan ini bisa diakali pakai sewa blower dengan dry ice, tapi apa bisa mendinginkan lokasi resepsi? Butuh berapa banyak? Yang pelit sih enak, sewa dua aja dan ditaruh panggung lalu bersikap bodo amat. Nggak peduli sama tamu yang kegerahan. Make-up luntur sudah pasti terjadi dan MUA alias perias jadi lebih repot. Semua orang tak nyaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan beberapa kali saya temui di resepsi outdoor, stand makanan pun tanpa atap. Pokoknya mereka pengin kaya di pernikahan ala bule di YouTube itu. Padahal makanan kalau nggak ditutup kan jadi berkerak, Bro, jadi kering.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah juga saya temui makanannya sampai kehujanan, semua pegawai katering kalang kabut, saya mau bantuin, tapi lagi repot nutup dekorasi dengan terpal plastik, persis kayak truk ngangkut pasir.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kejadian begini apa ya nggak malu? Gimana tamunya mau makan, mau foto, mau nyumbang, rasanya pasti jadi males. Sudah begitu, yang disalahin akibat kekacauan ini malah WO atau dukun sewaan mereka. Heh, Mylov, itu salah kamu yang ngeyel resepsi outdoor tanpa atap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya WO juga sudah menyarankan ini itu, namun kebanyakan mereka nggak nurut. Pokoknya harus kayak yang di New Zealand atau Inggris itu. Tolong lah, bedakan cuaca di sana dengan cuaca di Indonesia yang curah hujannya lumayan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terutama buat resepsi outdoor yang pestanya sampai malam. Kalau cuaca cerah, kelelawar datang, kalau agak mendung, laron yang datang. Oke, laron bagus di foto, tapi sering lho masuk ke makanan atau minuman. Pokoknya nggak asoy lah. Belum lagi yang nikah sewa kebun, hutan kota, dekat sawah, suka ada ular, kadang biawak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fotografer dan videografer juga sering kerepotan. Menata cahaya saat resepsi outdoor itu susah, masih harus ditambah bawa payung, baik panas maupun hujan. Musisi juga kesusahan, panas dan hujan pasti mengganggu performa. Sound system lebih repot lagi, terutama saat hujan. Kasihan lho kalau sampai alat mereka rusak. Coba juga bayangkan, para pengusaha rigging dan tenda, mosok kita kerja mereka nggak, kan kasihan. Sebab, sehebat apa pun dukun dan pawang hujan, tetap ada risiko gagal. Dan, sehebat apa pun hujan dan panas, tetap, tukang tenda dan rigging yang mampu menyelamatkan kita dari amukan cuaca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya amat mengerti, resepsi outdoor itu memang impian banget. Tapi, kita juga harus ingat, tak semua bisa berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Saran saya sih jangan dipaksakan, jangan ngeyel. Resepsi outdoor tanpa tenda itu bodoh, bodoh pakai banget. Sudahlah kita ikhlaskan saja angan-angan itu, Anda bukan Bella Swan yang menikahi Edward Cullen, tak perlu resepsi outdoor tanpa tenda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai manusia yang berpengalaman dalam per-wedding-an duniawi, saya ingin Anda sekalian lebih bisa menerima kondisi cuaca di Indonesia yang memang sulit diprediksi. Kalau WO menyarankan sewa tenda, nurut saja, itu semua demi kelancaran acara, bukan agar makin banyak vendor ngasih komisi. Percaya deh, Bund, biar acaramu tak lantas \u201cajur mumur\u201d.<\/span><\/p>\n<p><em>Photo by <a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/@asadphotography\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Asad Photo Maldives<\/a> via <a href=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/169198\/pexels-photo-169198.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=2&amp;h=750&amp;w=1260\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pexels.com<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nonton-film-home-alone-adalah-cara-mudah-menyambut-natal-bagi-yang-tidak-merayakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Nonton Film \u2018Home Alone\u2019 Adalah Cara Mudah Menyambut Natal bagi yang Tidak Merayakan<\/a> dan\u00a0<\/strong><strong>tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/bayu-kharisma-putra\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bayu Kharisma Putra\u00a0<\/a><\/strong><strong>lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau WO menyarankan sewa tenda di resepsi oudoor, nurut saja, itu semua demi kelancaran acara, bukan agar makin banyak vendor ngasih komisi.<\/p>\n","protected":false},"author":1151,"featured_media":96551,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[4135,7120],"class_list":["post-95797","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-acara-pernikahan","tag-panduan-resepsi-pernikahan"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95797","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1151"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95797"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95797\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/96551"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95797"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95797"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95797"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}