{"id":95693,"date":"2020-12-22T06:10:47","date_gmt":"2020-12-21T23:10:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=95693"},"modified":"2020-12-21T12:24:22","modified_gmt":"2020-12-21T05:24:22","slug":"3-anime-thriller-yang-sebaiknya-nggak-ditonton-sambil-makan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-anime-thriller-yang-sebaiknya-nggak-ditonton-sambil-makan\/","title":{"rendered":"3 Anime Thriller yang Sebaiknya Nggak Ditonton sambil Makan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film thriller selalu menampilkan adegan seru dan menegangkan. Genre thriller memang nggak selalu soal darah. Tapi, mayoritas film bergenre thriller hampir selalu ada adegan berdarahnya. Walaupun saya adalah perempuan tulen nan cantik (anggap saja begitu) yang kadang suka anime bergenre romance dan slice of life, tapi kecintaan saya menonton anime thriller juga cukup tinggi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kali ini saya akan merekomendasikan tiga anime bergenre thriller berbumbu misteri, mendekati gore, yang sebaiknya nggak Anda tonton sambil makan. Argumen yang menyebut bahwa anime hanya untuk anak kecil tentu sudah nggak valid lagi di hadapan empat anime ini karena justru anak-anak nggak boleh nonton.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 <\/b><b><i>Death Parade<\/i><\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut banyak orang, seseorang kadang nggak sadar kalau dia sebenarnya sudah mati. Bagaimana kalau saat kita mati dan timbangan amal baik-buruk dilaksanakan di sebuah bar khas Barat? Bagaimana kalau saat selesai penimbangan, nggak ada yang namanya surga dan neraka? <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Parade Kematian<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mengusung tema yang agak sensitif seperti itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bar bernama Quindecim ini dijaga oleh seorang bartender bernama Decim. Orang-orang yang mati dalam keadaan menyimpan emosi negatif seperti dendam atau amarah akan ditransfer ke Quindecim dengan keadaan lupa dengan apa yang terjadi sehingga mereka bisa berada di tempat tersebut. Decim sebagai bartender sekaligus hakim akan mengajak orang yang datang ke bar untuk bermain death game yang selanjutnya hasil permainan tersebut akan menuntun ke mana pemain akan berlabuh, kehampaan atau reinkarnasi. Iya, dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Death Parade<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> nggak ada konsep surga neraka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Permainan yang digunakan adalah permainan khas Barat yang selalu ada di kasino dan bar, seperti rolet, tarot, poker, biliar, dan\u00a0 lain-lain. Hasil akhir dari permainan akan menuntun pemain ke dalam kehampaan jika Decim menilai mereka tidak layak hidup. Jika ada orang yang masih layak hidup, Decim akan mengirimnya ke bilik reinkarnasi. Tak lupa di tiap episode anime thriller <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Death Parade<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menyajikan adegan berdarah, menegangkan, kebingungan, dan mengharukan yang dipadukan secara sempurna.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 <\/b><b><i>The Garden of Sinners<\/i><\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih berdarah dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Death Parade<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Taman Pendosa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berpusat pada tokoh utama bernama Ryougi Shiki yang memiliki tiga alter ego setelah koma yang cukup lama akibat kecelakaan fatal. Kepribadiannya yang banyak ini memberi dia kemampuan untuk melihat garis kehidupan sesuatu. Entah hewan, manusia, atau benda mati. Jika garis yang terpampang di tubuh sesuatu yang dia lihat tersebut dipotong menggunakan pisau yang selalu dia bawa, ia akan hancur berkeping. Alter ego yang dia miliki membuatnya jadi pembunuh berantai tanpa sadar.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Garden of Sinners<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki 10 episode panjang yang di beberapa episode menceritakan tokoh yang berbeda, walaupun masih berhubungan. Anime thriller ini digarap oleh Ufotable yang nggak perlu diragukan lagi sekeren apa visualnya. Cerita yang berat sebab selalu bersangkutan dengan roh gentayangan, jin, kepribadian ganda, dan penyihir serta adegan yang kelewat liar sangat nggak disarankan untuk ditonton sambil makan apalagi ditonton anak di bawah 17 tahun.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 <\/b><b><i>Boogiepop Doesn\u2019t Laugh <\/i><\/b><b>(2019)<\/b><\/h4>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Boogiepop Nggak Ketawa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> versi 2019 adalah anime remake dari judul yang sama yang rilis pada 2000 silam. Dengan nggak mengubah cerita dasar dan mempercantik visual, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Boogiepop Doesn\u2019t Laugh <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2019) menyajikan thriller yang bikin deg-degan sekaligus penuh plot twist. Digarap oleh Madhouse yang identik dengan kegilaan adegan brutalnya dengan total 18 episode. Cerita berpusat pada kehidupan perempuan SMA bernama Miyashita Touka yang dari kecil divonis punya kepribadian ganda. Nyatanya, Touka nggak punya kepribadian ganda, hanya saja ada malaikat kematian yang bernama Boogiepop yang meminjam tubuhnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Boogiepop sendiri dianggap hanya legenda yang bertugas melepaskan penderitaan dan rasa sakit manusia. Sebenarnya, Boogiepop hadir untuk mengalahkan villain bernama Manticore yang mengedarkan obat kepada orang awam yang dapat membuat pemakainya menjadi sesama Manticore alias manusia pemakan manusia atau kanibal. Story telling yang seperti puzzle membuat kamu yang mau nonton harus ekstra konsentrasi supaya nggak bingung dengan jalan ceritanya. Selain itu, adegan potong-potongan yang disajikan benar-benar bikin ngilu.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-yang-chat-whatsapp-duluan-tapi-nggak-balik-balas-saat-kita-sudah-balas-chat-nya-itu-kenapa-sih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Orang yang Chat WhatsApp Duluan tapi Nggak Balik Balas Saat Kita Sudah Balas Chatnya Itu Kenapa, sih?<\/a> <\/b><b>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/vivi-wasriani\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Vivi Wasriani<\/a><\/b><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anime thriller itu berbumbu misteri, mendekati gore, dan sebaiknya nggak Anda tonton sambil makan. Tontonan ini jelas bukan buat anak-anak.<\/p>\n","protected":false},"author":1034,"featured_media":207,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[4348,8995],"class_list":["post-95693","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-film-thriller","tag-rekomendasi-anime"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95693","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1034"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95693"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95693\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/207"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95693"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95693"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95693"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}