{"id":95536,"date":"2020-12-19T06:31:46","date_gmt":"2020-12-18T23:31:46","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=95536"},"modified":"2020-12-19T00:08:16","modified_gmt":"2020-12-18T17:08:16","slug":"nama-besar-studio-nggak-menjamin-kualitas-anime","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nama-besar-studio-nggak-menjamin-kualitas-anime\/","title":{"rendered":"Nama Besar Studio Nggak Menjamin Kualitas Anime"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada satu kepercayaan di kalangan otaku, bahwa kualitas anime ditentukan oleh nama studio animenya. Dalam satu hal, klaim ini mah wajar-wajar saja, karena nama studio itu seperti merek produk dan merupakan tanda paling gampang untuk dikenali oleh penonton anime. Kaya pedagang tongseng Solo pakai kecap Sukasari atau warung masakan Betawi pakai kecap Bango, pilihan itu dilakukan karena memang kedua merek tersebut sudah legendaris.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, ada permasalahan jika kamu percaya hal ini mentah-mentah: bahwa kualitas anime ditentukan dengan ada cap studio Madhouse atau Bones di covernya. Padahal mayoritas sutradara, animator, desainer karakter, dan penulis skenario itu kerjanya freelancer. Mereka tidak terikat dalam satu studio dan kerja berdasarkan sistem proyekan ala kuli bangunan. Kalau satu studio mempekerjakan mereka untuk serial anime tertentu, mereka bakal ada di bawah naungan studio itu hanya sampai serialnya selesai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setahu saya, cuma ada satu studio yang mempekerjakan animator dengan sistem gaji tetap, yaitu Kyoto Animation. Kecuali posisi produser dan asisten produser, hampir semua studio anime mempekerjakan freelancer sebagai staf produksinya. Dari sini saja, mitos bahwa nama studio cukup untuk menjamin kualitas anime sudah patut dipertanyakan. Jika suatu anime diproduksi oleh studio sama tapi dengan tim berbeda, hasilnya pun bisa beda jauh. Seperti mi ayam Wonogiri, walaupun sama-sama pakai ayam kecap dan sawi, tapi beda tangan abang-abangnya, pasti beda rasa juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh paling nyata adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Haikyuu! To the Top<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, season keempat dari salah satu franchise<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">anime paling populer saat ini. Jika melihat dari segi studio saja, nama Production IG tentunya sudah bisa memberi jaminan kualitas terhadap animasinya. Studio ini sudah berhasil menciptakan tiga season anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Haikyuu!<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dipuji oleh pembaca manga originalnya dan penonton anime biasa. Belum lagi studio ini memproduksi dua anime olahraga keren sebelum season 4, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Welcome to the Ballroom <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Run with the Wind<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun begitu, kualitas animasi dari season 4 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Haikyuu!<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dirasakan oleh banyak penonton menurun. Setelah episode 15, banyak penggemar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Haikyuu!<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> protes di internet karena inkonsistensi dan kesalahan dalam animasi. Usut punya usut, episode ini di-outsource ke studio lain yaitu 4tune. Ini bukan suatu hal baru, bahkan bisa dibilang candu utama banyak studio anime modern. Di era di mana kecepatan dan kuantitas menjadi utama, studio anime yang berjalan dengan sistem kerja kontrak tidak bisa melakukan produksi anime terus menerus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan studio legendaris Madhouse, ternyata salah satu pelopor nomor satu dalam outsourcing animasi. Hampir 23 dari 26 episode season pertama Kaiji pada 2007 diproduksi oleh studio animasi Korea Selatan, DR Movie. Sedangkan di tahun 2017, lima dari dua belas episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ACCA 13<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di outsource ketiga studio berbeda yaitu PRA, DR Movie, dan Gonzo. Cap studio pada cover di sini hampir tidak berguna karena mayoritas animasi dikerjakan oleh studio lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Outsourcing bukan saja satu-satunya penentu dalam berubahnya kualitas anime karena ganti personel juga bisa jadi sumber masalah. Kualitas animasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Haikyuu!<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sampai season ketiga dapat terjaga karena peran sutradara Susumu Mitsunaka. Pernah menjadi asisten sutradara anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Big Windup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bersama maniak baseball Junichiro Taniguchi, Mitsunaka punya standar kualitas yang cukup tinggi. Gaya animasi serialnya fokus kepada keakuratan gerakan tubuh dan realisme dari olahraga tersebut. Makanya walaupun diproduksi oleh studio yang sama, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kuroko No Basuke <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Haikyuu!<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> punya rasa berbeda karena diolah tangan berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu ada Takahiro Chiba sebagai kepala animator untuk 37 episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Haikyuu!,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berhasil menjaga kualitas animasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Haikyuu!<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan bahkan ikut menganimasi opening serta ending dari serial tersebut. Makanya opening keempat dan ending ketiga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Haikyuu!<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berasa lebih beda dari lainnya kan? Terus ada juga sutradara aksi Yasuyuki Kai yang berhasil memenuhi ekspektasi Mitsunakan terkait adegan realistik voli. Sayangnya baik Mitsunaka, Chiba, ataupun Kai, mereka tidak ikut dalam proyek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Haikyuu! To the Top.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di lain pihak, kamu nggak bisa serta merta mengklaim bahwa suatu anime jelek di produksi suatu studio. Kita lihat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Punch Man Season 2<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan studio JC Staff. Gampang menyalahkan JC Staff dan memuji Madhouse, tapi di saat bersamaan itu mengkerdilkan peran animator dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Punch Man Season 1. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Sutradara Shingo Natsume melakukan debut pertamanya di anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Space Dandy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bersama sutradara legendaris Shinichiro Watanabe. Saya yakin ilmunya Watanabe pasti diturunkan juga ke dalam proyek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Punch Man Season 1.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi kepala animator, Yoshimichi Kameda sebagai otak di balik kehebatan banyak adegan laga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Punch Man<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Memulai karirnya dengan ikut proyek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fullmetal Alchemist Brotherhood<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, lalu menunjukkan kehebatannya sebagai animator di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Punch Man<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sekarang Kameda memutuskan untuk fokus di proyek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mob Psycho 100<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> besutan studio Bones. Baik Natsume ataupun Kameda, mereka berdua kariernya menanjak lewat anime besutan studio Bones.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi kalau mau memuji studio mana berkontribusi paling banyak di anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Punch Man<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, harusnya kita bilang studio Bones bukan Madhouse dong! Menurut saya solusinya gampang, yaitu cukup mengakui otak di balik kesuksesan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Punch Man <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah Natsume dan Kameda bukan Madhouse. Sama seperti Mitsunaka, Chiba, dan Kai adalah trio di balik kesuksesan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Haikyuu!.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang gampang seolah-olah menganggap merek itu ada pengaruh ke kualitas, tapi kita jadi lupa esensi dari anime. Mereka dibuat oleh manusia, baik sebagai animator, desainer, ataupun sutradara. Bukan perusahaan animasi yang hanya mempekerjakan mereka dengan sistem kontrak untuk satu dua proyek. Bahkan dengan bayaran rendah dan waktu kerja panjang. Pada akhirnya kerja keras mereka yang menentukan kualitas dari tontonan kita hari ini.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: YouTube\u00a0<a class=\"yt-simple-endpoint style-scope yt-formatted-string\" dir=\"auto\" spellcheck=\"false\" href=\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCb2XyfhqioxBd9BlADBZUGQ\">The TV Regent<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-film-korea-tentang-kesenjangan-sosial-selain-parasite\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">\u00a03 Film Korea tentang Kesenjangan Sosial selain Parasite\u00a0<\/a><\/strong><strong>dan<\/strong><strong>\u00a0tulisan lainnya dari\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/raynal-arrung-bua\/\">Raynal Arrung Bua<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada satu kepercayaan di kalangan otaku, bahwa kualitas anime ditentukan oleh nama studio animenya. Tapi, yakin beneran kayak gitu?<\/p>\n","protected":false},"author":734,"featured_media":84258,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[2775,5631,9856,9832],"class_list":["post-95536","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-anime","tag-haikyuu","tag-madhouse","tag-studio"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95536","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/734"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95536"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95536\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/84258"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95536"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95536"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95536"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}