{"id":95326,"date":"2020-12-18T08:11:08","date_gmt":"2020-12-18T01:11:08","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=95326"},"modified":"2020-12-17T12:17:54","modified_gmt":"2020-12-17T05:17:54","slug":"alasan-memilih-lembar-belakang-buku-catatan-sebagai-media-coret-coretan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-memilih-lembar-belakang-buku-catatan-sebagai-media-coret-coretan\/","title":{"rendered":"Alasan Memilih Lembar Belakang Buku Catatan sebagai Media Coret-coretan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti pakaian yang dipakai saat bermain sepak bola di sore hari terutama selepas hujan, buku catatan pun bernasib serupa. Buku catatan terutama lembar paling belakang, seolah mutlak kalau ia tak akan bersih secara utuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika saya seorang seniman, dengan mengumpulkan lembar-lembar belakang buku catatan, tampaknya cukup untuk mengadakan sebuah pameran seni, \u201cPameran Lembar Belakang Buku Catatan\u201d. Lantas saya membayangkan coret-coretan itu dilelang dengan seharga biaya transfer pemain sepak bola Eropa. Jelas, saya langsung kaya raya. Oke, ini sudah terlalu berlebihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa teman saya juga menggunakan lembar belakang buku catatan mereka sebagai kanvas seninya. Ya, selalu lembar paling belakang. Sebuah kebetulan yang tidak pernah diajarkan dan kita lakukan secara alamiah. Naluri untuk mencoret lembar belakang sudah saya rasakan bahkan sebelum menuliskan satu aksara pun di buku tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas kenapa harus lembar belakang, sih? Pertanyaan ini membuat saya berspekulasi alasan paling kuat kita memilih halaman belakang buku catatan sebagai media coret-coretan.<\/span><\/p>\n<p><b>#1 Mudah dicari<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita tak perlu pita penanda halaman berapa kita telah membuka buku. Kita tak butuh tanda-tanda lainnya. Toh, niat amat kalau kita melipat satu lembar halaman. Lembar belakang selalu mudah dicari, seperti para musisi yang menyiapkan alat rekaman saat tiba-tiba imajinasi muncul. Sederhananya, membuka lembar belakang itu praktis. Pun, jika kita tak lagi produktif menuangkan ide di lembar belakang, membuka arsip-arsip itu pun juga dapat dilacak dengan sekali bukaan.<\/span><\/p>\n<p><b>#2 Tidak mengganggu catatan penting lainnya<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kegiatan mencatat materi, kita memulainya dari depan dan urut sampai belakang. Untuk alasan ini, tak mungkin kita mencoret lembar bagian depan atau tengah. Betapa menyebalkan pula menghafal materi peninggalan-peninggalan kerajaan Sriwijaya untuk ulangan, lantas malah terselip gambar-gambar Ultraman, atau malah gambar-gambar nakal lain, dan terpaksa membaca materi secara melompat-lompat dari satu halaman ke halaman lain. Nggak efisien banget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu diingat, setiap lembar buku catatan mempunyai jodoh. Maksudnya begini, jika pun kita terpaksa merobek lembar coret-coretan di depan atau tengah, maka otomatis kita juga akan menggugurkan lembar lain yang sebenarnya merupakan satu kesatuan. Sangat merepotkan, apabila lembar yang ditetel itu ternyata merupakan satu kesatuan dari lembar dan tulisan penting lainnya.<\/span><\/p>\n<p><b>#3 Percaya kemungkinan buku catatan tak selalu penuh<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah kemungkinan yang saya percayai sebagai orang yang cukup malas menulis materi pelajaran. Saya selalu yakin bahwa materi pelajaran tak akan sampai memenuhi lembar-lembar terakhir. Tak masalah jika saya mencoret-coret lembar belakang, toh catatan orang seperti saya paling hanya mentok sampai tengah buku.<\/span><\/p>\n<p><b>#4 Tak mungkin halaman tengah<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Halaman tengah memang memenuhi syarat untuk \u201cmudah dicari\u201d, semudah membelah tengah rambut pria setengah gondrong. Namun, lembar tengah itu cukup krusial. Kalaupun guru tak mewajibkan mencatat banyak materi bahkan sekalipun catatan bersih, lembar tengah selalu dibutuhkan di momen-momen krusial seperti untuk lembar jawaban LKS hingga ulangan. Di mana kertas jelas harus tampak bersih, dengan beredelan yang rapi tentunya. Belum lagi kebutuhan kesenangan lain seperti membuat pesawat kertas. Sayang bukan, jika tumpahan ide kita dibuang begitu saja?<\/span><\/p>\n<p><b>#5 Kita cenderung memperlihatkan hal yang baik di depan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah makna filosofis di balik alasan menggunakan lembar belakang sebagai coret-coretan. Halaman paling depan biasanya dipakai untuk menulis identitas diri serta ditambahi bingkai-bingkai yang menurut orang yang membuatnya tampak indah nan estetik. Pun begitu halaman-halaman selanjutnya, aksara harus tampak rapi nan estetik kalau bisa tanpa cacat sedikitpun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang coretan belakang adalah tuangan ide. Akan tetapi, harus diingat, tuangan ide itu kebanyakan belum matang sebagai sebuah karya yang dapat dinikmati semua orang. Belum lagi di situ bercampur dengan coretan rumus matematika, bekas inreyen-an pulpen, hingga gambar-gambar saru yang sangat tidak etis untuk ditempatkan di depan. Dan sebagian orang berharap, orang lain akan menilai diri mereka dari lembar pertama yang dilihat. Padahal, sisi sesungguhnya dari orang tersebut ada di halaman paling belakang. Ah, sa ae.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-buku-yang-harusnyadisita-karena-berbahaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">3 Buku yang Harusnya Disita karena Berbahaya<\/a><\/strong> <strong>dan tulisan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dicky-setyawan\/\">\u00a0Dicky Setyawan<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">\u00a0<i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\">\u00a0<i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa teman saya juga menggunakan lembar belakang buku catatan mereka sebagai kanvas seninya. Ya, selalu lembar paling belakang.<\/p>\n","protected":false},"author":783,"featured_media":95484,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[9838,9840,9839],"class_list":["post-95326","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-buku-catatan","tag-coretan","tag-lembar-belakang"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95326","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/783"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95326"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95326\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95484"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95326"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95326"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95326"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}