{"id":951,"date":"2019-05-11T15:00:02","date_gmt":"2019-05-11T08:00:02","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=951"},"modified":"2021-10-08T13:34:39","modified_gmt":"2021-10-08T06:34:39","slug":"sulitnya-menjadi-ibu-muda-waras-di-era-kemajuan-teknologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sulitnya-menjadi-ibu-muda-waras-di-era-kemajuan-teknologi\/","title":{"rendered":"Sulitnya Menjadi Ibu Muda Waras di Era Kemajuan Teknologi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lama ini, saya memutuskan untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">logout <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">alias keluar dari akun Instagram pribadi saya sampai waktu yang tidak ditentukan. Bukannya apa-apa, saya hanya ingin menjadi ibu muda yang waras. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi seorang ibu di era kemajuan media sosial ini bisa dibilang enak sekaligus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">eneg<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Enak, karena saya bisa mendapatkan berbagai informasi terkait perkembangan anak dengan mudah. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, saya bisa melakukan konsultasi awal sama dokter spesialis anak (DSA) hanya dengan membayar beberapa belas ribu saja di aplikasi dokter. <\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Eneg-<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya, ya karena sekarang semakin mudah melihat rumput tetangga. Orang bilang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jangan liat rumput tetangga, dong, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pastinya selalu hijau di <em>matamu<\/em>! Masalahnya, rumput-rumput hijau tetangga itu selalu melambai-lambai frontal minta dilihat via InstaStory dan foto-foto Instagram.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja dari lubuk hati yang paling dalam, saya ingin berhenti mengikuti alias <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">unfollow <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mereka. Masalahnya, tali pertemanan bisa putus karenanya. Tidak lucu juga dong, kalau saya berbicara terus terang bahwa kewarasan saya terganggu karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">postingan <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukannya apa-apa, tetapi saya merasa sangat terganggu saat ada banyak ibu yang pamer mengenai betapa derasnya air susu mereka dan betapa penuhnya kulkas karena itu. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka juga membuat kuliah singkat tentang keunggulan air susu ibu kalau dibandingkan dengan susu formula. Tanpa mereka sadari, saya, dan beberapa ibu lain yang dulu adalah teman dekat mereka, menggunakan susu formula alias sufor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum selesai sampai di situ, ada banyak pula ibu-ibu yang memamerkan bahwa jadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">working mom <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">itu keren. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Masak dikit-dikit ngandelin suami! Kalau suamimu direbut pelakor, mau jadi apa?<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berlawanan dari hal tersebut, ada lagi kelompok ibu-ibu yang menekankan pentingnya mendampingi anak dua puluh empat jam dan selalu siap sedia saat suami pulang ke rumah. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ati-ati, anak jadi deket sama pembantu kalau nggak diurusin!<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekesalan ini menumpuk bukan karena saya tidak punya identitas: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mau dibilang working-mom, tapi kok kerja via <a href=\"https:\/\/mojok.co\/ayz\/konsultasi\/resah\/perlukah-anak-anak-usia-dini-dilarang-menggunakan-gadget\/\">gawai<\/a> dan laptop di rumah. Mau dibilang full-time mom, kadang juga anak saya tinggal main buat ngerjain kerjaan. <\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun karena saya sudah capek sama para ibu-ibu muda yang entah kenapa berubah jadi lulusan S3 P<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">arenting <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dan menghakimi pilihan banyak orang yang mereka kenal, secara tidak langsung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi kangen masa-masa sekolah dan kuliah, saat para ibu-ibu muda profesor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">parenting <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">itu jadi teman yang asyik dan <em>slebor<\/em>. Boro-boro memperhatikan pentingnya ASI dan buruknya sufor (menurut mereka, padahal DSA saya merekomendasikan susu formula tertentu), jajan cilok di jalan yang sudah jelas kotornya saja mereka mau, kok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi ibu muda waras di zaman internet merupakan tantangan besar. Kita jadi mudah tahu isi hati orang karena mereka dengan sukarela dan gratis membagikannya di Insta Story. Belum lagi ditambah dengan gempuran para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">influencers <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang sepertinya perfeksionis sekali kalau soal anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejujurnya, tidak masalah, tetapi kesempurnaan itu mereka tonjolkan betul. Dan kalau pun saya tidak mengikuti mereka, unggahan mereka menghantui kolom <em>e<\/em><\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">xplore <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">saya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ini belum lagi ditambah sama ibu-ibu muda yang juga selalu mengikuti ukuran tumbuh-kembang anak dan mengharuskan anak-anak mereka bisa melakukan hal-hal sesuai standar itu. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya memang sih, itu hal yang baik. Masalahnya, tiap anak itu unik dan tidak bisa disamakan perkembangannya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ada yang terlambat jalan, tetapi setelah jalan justru cepatnya mengalahkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Flash. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Ada juga yang telat bicara, tetapi setelah bisa bicara, argumentasi mereka mengalahkan acara debat pengacara di stasiun TV terkenal itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harus diakui kalau sebagai ibu muda pun, saya terkadang ingin memamerkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">milestone <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">alias pencapaian anak saya. Namun saya sadar kalau itu tidak ada gunanya. <\/span>Selain karena saya dan anak saya bukan <i>influencers<\/i>, terlalu pamer bisa menyakitkan hati orang. Mungkin saya tidak melanggar hukum, tetapi saya berpotensi melanggar etika pertemanan.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi begitulah. Barangkali orang-orang bisa bilang kalau saya terlalu sensitif dan aslinya\u00a0kompetitif. Takut sakit hati sama ibu-ibu muda lain yang lebih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kece<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam mengurus anak.\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Cuma, saya hanya ingin fokus pada perkembangan anak dan tidak selalu membandingkannya sama anak lain. Bukankah sebetulnya standar kewarasan dan kebahagiaan kita jadi sering rusak karena terlalu banyak melihat kehidupan orang lain?<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Belakangan, saya memutuskan untuk keluar dari akun Instagram pribadi saya sampai waktu yang tidak ditentukan\u2014saya hanya ingin menjadi ibu muda yang waras.<\/p>\n","protected":false},"author":54,"featured_media":1000,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12914],"tags":[242,244,243],"class_list":["post-951","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gadget","tag-ibu-muda","tag-kesehatan-mental","tag-waras"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/951","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/54"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=951"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/951\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1000"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=951"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=951"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=951"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}