{"id":94929,"date":"2020-12-22T06:19:12","date_gmt":"2020-12-21T23:19:12","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=94929"},"modified":"2020-12-21T17:06:25","modified_gmt":"2020-12-21T10:06:25","slug":"bintang-di-surga-milik-peterpan-adalah-album-indonesia-paling-fenomenal-dan-sulit-dilupakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bintang-di-surga-milik-peterpan-adalah-album-indonesia-paling-fenomenal-dan-sulit-dilupakan\/","title":{"rendered":"&#8216;Bintang di Surga&#8217; Milik Peterpan Adalah Album Indonesia Paling Fenomenal dan Sulit Dilupakan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita perlu sepakat bahwa industri musik Indonesia sedang lesu. Ketika kaset dan CD masih berjaya dan ketika Spotify dan musik digital belum ada, musik Indonesia justru saat itu sedang berkibar. Saat itu adalah masa keemasan band Indonesia mulai dari Sheila On 7, Dewa 19, hingga Padi. Tapi, ada satu hal yang harusnya tidak boleh dilupakan oleh pencinta musik tanah air, yaitu Peterpan yang pernah mengguncang Indonesia lewat album fenomenalnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bintang di Surga<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, album <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bintang di Surga<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah album Indonesia terlaris sepanjang masa yang penjualannya mencapai lebih dari tiga juta salinan dan sampai sekarang belum ada yang mampu mengalahkannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagaimana yang kita ketahui bahwa era awal 2000-an merupakan puncak kejayaan musik band Indonesia. Peterpan sendiri dibentuk pada 1 September 2000. Tentu saja lebih junior jika dibandingkan dengan Padi, Slank, dan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Bintang di Surga<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Peterpan memang sudah terkenal duluan lewat album pertamanya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Taman Langit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dengan hits andalan \u201cMimpi yang Sempurna\u201d. Akan tetapi, melalui album keduanya, Ariel dkk benar-benar seolah terbang ke langit.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bintang di Surga<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dirilis pada tanggal 26 Juni 2004 dan seketika langsung meledak di pasaran. Single pertamanya, \u201cAda Apa Denganmu\u201d, menjadi awal dari keajaiban lagu ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Album ini berisikan 10 lagu yang semuanya berhasil menjadi hits. Membuat nama Peterpan semakin bersinar dan mengukuhkan Ariel sebagai salah satu musisi papan atas Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain \u201cAda Apa Denganmu\u201d, lagu lainnya yang terkenal adalah \u201cDi Atas Normal\u201d, \u201cKu Katakan dengan Indah\u201d, \u201cKhayalan Tingkat Tinggi\u201d, \u201cDi Belakangku\u201d. Lagu \u201cBintang di Surga\u201d dengan instrumental magisnya merupakan lagu paling saya sukai di album ini. Oh iya, jangan lupakan lagu \u201cMungkin Nanti\u201d yang beberapa waktu lalu sempat kembali populer karena dialih bahasa ke dalam bahasa Jepang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya masih ingat, ketika itu saya baru saja lulus SD ketika album ini meledak. Saya juga masih ingat lagu-lagu ini sering diputar oleh banyak orang, termasuk oleh saya sendiri. Kala itu sekitar akhir 2004 setiap kali saya hendak berangkat sekolah, saya selalu memutar album ini di tape milik kakak saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam perjalanan ke sekolah dengan jalan kaki, entah berapa rumah dan pertokoan yang memutar album ini. Ketika sampai sekolah banyak teman-teman saya menyanyikan lagu-lagu di album ini. Begitulah seterusnya, bahkan saat saya pulang sekolah, saya memutar kembali lagu-lagu tersebut di tape milik kakak pada sore hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masa-masa itu memang menarik, ketika pembajakan terhadap CD dan kaset sedang tinggi, justru kesadaran masyarakat untuk membeli yang original juga tinggi dan terbukti dengan penjualan album <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bintang di Surga<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang memecahkan rekor nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Album ini menjadi titik terpenting dalam perjalanan karier Peterpan yang sekarang sudah jadi Noah. Terutama bagi seorang Ariel. Bisa dibilang, sama pentingnya dengan album <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bintang Lima<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> milik Dewa 19.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk album-album yang selanjutnya, Peterpan memang tetap menuai kesuksesan, termasuk ketika sudah menjadi Noah. Namun, harus diakui bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bintang di Surga<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah yang terbaik. Banyak orang yang ketika mendengar judul lagu-lagu di album ini masih terngiang dan refleks menyanyikannya kembali. Kejayaan lagu pop ketika itu tidak mati begitu saja, menimbulkan bekas di benak pencinta musik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peterpan memang magis. Tidak ada lagi lagu andalan suatu band yang selalu dimainkan untuk check sound selain Peterpan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini 16 tahun berlalu, album ini masih tetap menjadi album Indonesia terlaris sepanjang masa. Jelas saja demikian karena album fisik kini semakin terkikis oleh platform digital. Mungkin hitung-hitungannya bergeser menjadi seberapa banyaknya penonton di Youtube ataupun seberapa banyak yang mendengarkan melalui Spotify atau Apple Music. Ditambah lagi dengan keadaan musik Indonesia saat ini, para musisi lebih senang merilis single daripada album. Jadilah album <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bintang di Surga<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> nyaris mustahil untuk bisa dikalahkan rekornya.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: YouTube <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=kueIvmyhd20\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Noah Official<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/politik-dinasti-pada-pemilihan-hokage-di-konoha-bahaya-kalau-ditiru-di-dunia-nyata\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Politik Dinasti pada Pemilihan Hokage di Konoha, Bahaya Kalau Ditiru di Dunia Nyata <\/a><\/strong><strong>dan artikel\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/hilman-azis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Hilman Azis<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kini 16 tahun berlalu, album &#8216;Bintang di Surga&#8217; masih tetap menjadi album Indonesia terlaris sepanjang masa. Lagunya pun masih terngiang.<\/p>\n","protected":false},"author":1160,"featured_media":96360,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[248,4067],"class_list":["post-94929","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-musik","tag-peterpan"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94929","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1160"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=94929"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94929\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/96360"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=94929"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=94929"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=94929"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}